Cara Mengobati Batuk Berdarah Secara Alami, Apakah Ada?

Madu dapat digunakan untuk mengatasi batuk berdarah
Batuk berdarah bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit, salah satunya adalah tuberkulosis.

Batuk berdarah mungkin terdengar mengerikan bagi banyak orang, termasuk Anda. Jika mengalami kondisi ini, Anda mungkin segera mencari cara mengatasi batuk berdarah secara alami. Namun tahukah Anda, pada sebagian besar kasus, batuk berdarah merupakan kondisi yang serius dan membutuhkan penanganan medis?

"Batuk berdarah atau hemoptisis pasti memiliki penyebab utama. Yang perlu dilakukan adalah mencarinya dan mengobati penyebab utamanya," kata medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri. Untuk menemukan penyebab utama batuk berdarah, diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Selain itu untuk beberapa kasus, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium maupun rontgen.

Bahan-bahan alami untuk sembuhkan batuk berdarah, benarkah ada?

Beberapa bahan alami berikut ini mungkin sudah lama Anda kenal untuk mengatasi batuk. Anda pun bisa mendapatkannya dengan mudah. Cara menggunakannya untuk mengatasi batuk pun relatif mudah. 

1. Madu

Madu merupakan obat alami yang ampuh untuk sakit tenggorokan. Tak hanya itu, madu juga dapat meredakan batuk, termasuk batuk berdahak secara lebih efektif, dibanding obat-obatan kimia bebas resep.

Campurkan 2 sendok teh madu dengan air hangat dan lemon. Selanjutnya, minum campuran tersebut. Anda pun dapat mengonsumsi madu secara langsung, dalam takaran yang sewajarnya.

2. Daun peppermint

Daun peppermint memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Mentol yang terkandung dalam peppermint dapat menenangkan tenggorokan, dan membantu memecah lendir, sehingga bisa meredakan batuk.

Anda disarankan untuk mengonsumsi teh peppermint atau menghirup uap peppermint. Untuk membuat uap peppermint, Anda tinggal menambahkan 3-4 tetes minyak peppermint ke dalam 150 mililiter air panas, dalam baskom.

Selanjutnya, dekatkan kepala Anda pada air panas tersebut. Tutup seluruh kepala Anda dengan handuk, biarkan Anda menghirup uap peppermint tersebut.

3. Jahe

Jahe dapat meredakan batuk dan asma, karena memiliki sifat anti-inflamasi. Beberapa senyawa anti-inflamasi pada jahe dapat melemaskan membran di saluran pernapasan, sehingga mengurangi batuk.

Anda dapat melakukan pengobatan alami ini dengan menyeduh teh jahe, dan menambahkan 20-40 gram irisan jahe segar ke dalam secangkir air panas. Sebelum diminum, biarkan selama beberapa menit. Anda juga dapat menambahkan perasan lemon atau madu untuk meringankan batuk.

4. Minuman hangat

Jika sedang mengalami batuk, ada baiknya bila Anda tetap mendapatkan asupan cairan dengan cukup. Dengan mengonsumsi minuman hangat yang cukup, Anda bisa lebih mudah mengeluarkan lendir.

Air hangat, teh hitam, teh hijau tanpa kafeina, maupun teh herbal, bisa menjadi pilihan. Sebab, minuman hangat memang dapat meredakan batuk, sakit tenggorokan, maupun pilek.

5. Air garam

Berkumur dengan campuran garam dan air hangat, dapat menghilangkan dahak dan lendir. Selain itu, campuran tersebut dapat pula meredakan gejala batuk, tak terkecuali batuk berdarah.

Caranya, masukkan seperempat atau setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat. Lalu, aduk hingga garam larut. Berkumurlah dengan air garam tersebut, dan biarkan selama beberapa saat. Anda dapat mengulanginya beberapa kali sehari, agar batuk cepat reda.

6. Nanas

Ternyata nanas dapat meringankan batuk, karena kandungan bromelain di dalamnya. Enzim pada buah nanas ini, dapat meringankan batuk, sekaligus mengencerkan lendir di tenggorokan.

Tak hanya itu, bromelain juga dapat meringankan sinus, dan alergi yang menyebabkan batuk serta dahak. Anda direkomendasikan mengonsumsi sepotong nanas atau jus nanas segar sebanyak tiga kali sehari.

Anda bisa mencoba bahan-bahan alami tersebut untuk meredakan batuk. Namun, bahan alami hanya bisa meredakan batuk berdahak, dan bukan batuk berdarah. Sebab hingga saat ini, masih belum ditemukan cara mengobati batuk berdarah secara alami.

Belum ada cara mengobati batuk berdarah secara alami

"Jarang ada kasus batuk berdarah yang dapat diobati secara alami," kata dr. Anandika. Perawatan untuk batuk berdarah dilakukan untuk menghentikan perdarahan, sekaligus mengatasi penyebab kondisi tersebut. Berikut ini tiga jenis prosedur medis yang tersedia untuk penanganan batuk berdarah.

1. Embolisasi arteri bronkial

Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan kateter dari kaki menuju pembuluh arteri, yang mengirim darah ke paru-paru. Dokter kemudian menyuntikkan cairan berwarna kontras, dan memantau kondisi pembuluh arteri melalui layar video, untuk menemukan sumber perdarahan.

Selanjutnya, dokter akan menyumbat pembuluh darah arteri dengan menggunakan kumparan metal atau zat lain. Biasanya, perdarahan akan berhenti, dan pembuluh arteri lain pun tersumbat, sebagai konsekuensinya.

2. Bronkoskopi

Dokter bisa menggunakan peralatan endoskopi untuk mengangani beberapa penyebab batuk berdarah. Misalnya dengan menggelembungkan balon di dalam saluran udara atau jalan napas, untuk menghentikan perdarahan.

3. Operasi

Jika sudah dalam tahap mengancam nyawa, pasien batuk berdarah memerlukan operasi. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengangkat salah satu paru-paru. Tindakan medis ini dikenal sebagai pneumonektomi.

Perawatan untuk hemoptisis harus bisa mengatasi penyebab batuk berdarah yang terjadi. Oleh karena itu, selain ketiga tindakan medis di atas, beberapa perawatan berikut ini juga bisa diberikan pada penderita batuk berdarah.

  • Antibiotik, untuk batuk berdarah akibat pneumonia atau tuberkulosis
  • Kemoterapi dan/atau radiasi, untuk batuk berdarah akibat kanker paru-paru
  • Steroid, untuk batuk berdarah akibat peradangan

Bahkan, beberapa penderita batuk berdarah dengan darah yang sangat encer, akan memerlukan transfusi darah. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kehilangan darah lebih banyak.

Penyakit apa saja yang bisa menyebabkan batuk berdarah?

Berikut ini sejumlah penyakit maupun kondisi yang berisiko memicu hemoptisis atau batuk berdarah.

  • Bronkitis, baik dalam tingkat akut atau kronis
  • Bronkiektasis
  • Kanker paru-paru atau tumor jinak pada paru-paru
  • Penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Pneumonia
  • Emboli paru
  • Gagal jantung kongestif
  • Tuberkulosis
  • Peradangan maupun penyakit autoimun, termasuk penyakit lupus
  • Kelainan anatomi pembuluh darah pada paru-paru
  • Trauma, misalnya akibat kecelakaan

Selain kondisi di atas, perdarahan pada batuk berdarah pun bisa berasal selain dari paru-paru maupun saluran napas. Muntah darah atau mimisan parah pun bisa mengakibatkan perpindahan darah ke trakea. Selanjutnya, darah pun bisa keluar lewat batuk, dan terlihat sebagai batuk berdarah.

Bagaimana cara menemukan penyebab batuk berdarah?

Pemeriksaan medis pada penderita batuk berdarah, bertujuan untuk melihat tingkat keparahan perdarahan, serta risikonya terhadap pernapasan. Pemeriksaan ini pun bisa menemukan penyebab batuk berdarah.

Berikut ini beberapa tes kesehatan untuk penderita batuk berdarah.

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan: melalui pemeriksaan ini, dokter mengumpulkan informasi yang bisa membantu menemukan penyebab batuk berdarah.
  • X-ray dada: tes ini bisa menunjukkan benjolan di dada, cairan, maupun penyumbatan pada paru-paru. Namun pemeriksaan ini pun bisa saja menunjukkan hasil normal.
  • CT scan: pemeriksaan ini mampu menggambarkan struktur organ di dalam dada, dan menemukan sejumlah penyebab batuk berdarah.
  • Bronkoskopi: dokter akan memasukkan selang endoskopi yang dilengkapi kamera, melalui hidung atau mulut, menuju saluran udara dan jalur pernapasan. Melalui prosedur bronkoskopi ini, dokter bisa mengidentifikasi penyebab batuk berdarah.
  • Pemeriksaan darah lengkap: Pemeriksaan kadar sel darah putih dan sel darah merah, serta trombosit, diperlukan untuk mencari penyebab batuk berdarah.
  • Tes urine: tes urine yang menunjukkan hasil abnormal, bisa mengindikasikan beberapa penyebab batuk berdarah.
  • Pemeriksaan profil kimia darah: tes ini dilakukan untuk mengukur fungsi ginjal dan elektrolit. Pada penderita batuk berdarah, pemeriksaan ini bisa menunjukkan hasil abnormal.
  • Pemeriksaan pembekuan darah: penurunan kemampuan darah untuk membeku, bisa memicu perdarahan dan batuk berdarah.
  • Analisis gas darah: pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Penderita batuk berdarah biasanya memiliki oksigen dengan kadar rendah.
  • Tes saturasi oksigen: pemeriksaan dilakukan dengan menjepit ujung jari, untuk melihat kadar oksigen dalam darah.

Lakukan langkah-langkah ini jika mengalami batuk berdarah

"Batuk berdarah memang membutuhkan penanganan secara medis," kata dr. Anandika. Apabila diperlukan, dokter akan menyarankan penderita batuk berdarah untuk menjalani rawat inap.

Namun, rawat inap tidak selalu diperlukan penderita batuk berdarah. Saat mengalami batuk berdarah, lakukanlah langkah-langkah berikut ini.

  • Tutup mulut dengan tisu maupun masker sebelum batuk
  • Jika darah keluar dalam jumlah banyak, jangan panik. Jangan mendongakkan kepala. Biarkan darah keluar dengan sendirinya.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang bisa membuat batuk, misalnya makanan berminyak atau yang kering

Jangan menyepelekan batuk berdarah ini, jika jumlahnya semakin banyak. Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter, jika mengalami batuk berdarah. Sebab, tidak ada cara alami untuk menyembuhkan batuk berdarah.

WebMD. https://www.webmd.com/lung/coughing-up-blood#1
Diakses pada 23 Agustus 2019

Kementerian Kesehatan RI.
http://www.yankes.kemkes.go.id/read-hemoptisis-batuk-berdarah-4099.html
Diakses pada 23 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/best-natural-cough-remedies#bromelain
Diakses pada 19 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322394.php
Diakses pada 19 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321549.php
Diakses pada 19 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed