Bagaimana Reaksi Janin saat Ibu Berhubungan Badan?


Reaksi janin saat ibu berhubungan badan merupakan hal yang tidak perlu Anda khawatirkan karena janin berada dalam posisi yang aman dan dilindungi oleh cairan ketuban, otot perut, dan otot rahim yang kuat.

(0)
08 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
TIdak ada reaksi janin saat ibu berhubungan badan yang dianggap berbahaya jika kehamilan tergolong sehatJanin umumnya tidak terpengaruh saat ibu berhubungan badan
Masing-masing ibu hamil memiliki pendapat berbeda mengenai berhubungan badan di masa kehamilan. Sebagian memiliki dorongan untuk berhubungan badan, sebagian lain mungkin malah merasa tidak nyaman. Selain itu, tidak sedikit yang enggan melakukannya karena merasa khawatir dengan reaksi janin saat ibu berhubungan badan.Anda mungkin termasuk salah satunya. Pada artikel ini, akan dijelaskan bagaimana reaksi janin saat ibu berhubungan badan dan hal-hal yang harus diperhatikan saat berhubungan badan di tengah kehamilan.

Reaksi janin saat ibu berhubungan badan

Pada dasarnya, reaksi janin saat ibu berhubungan badan tidak perlu dikhawatirkan. Posisi janin aman di dalam cairan ketuban dengan perlindungan ekstra dari otot perut dan otot rahim yang juga kuat. Sehingga, pergerakan dari aktivitas seksual tidak akan memengaruhi kondisi bayi.Meski demikian, kondisi ini berlaku bagi kehamilan yang normal dan sehat. Beda lagi kondisinya jika janin memiliki gangguan tertentu, seperti risiko kelahiran prematur atau memiliki masalah plasenta.Reaksi janin saat ibu berhubungan badan, tidak berkaitan dengan risiko keguguran. Kebanyakan masalah keguguran disebabkan karena adanya gangguan perkembangan bayi, bukan sebagai dampak berhubungan badan.Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan mengenai reaksi janin saat ibu berhubungan badan karena janin sepenuhnya berada dalam kondisi aman. Kecuali, jika terdapat risiko atau kondisi medis tertentu maka dokter mungkin akan melarang Anda untuk melakukan hubungan badan selama masa kehamilan.

Waktu yang dilarang untuk berhubungan badan saat hamil

Saat berhubungan badan, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kontraksi. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk tidak berhubungan badan pada kondisi tertentu. Berikut adalah sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda untuk tidak berhubungan badan saat hamil.
  • Terjadi pendarahan, keputihan, atau kram vagina tanpa penyebab yang bisa diketahui
  • Keluar cairan ketuban atau kantong ketuban pecah
  • Leher rahim terbuka terlalu dini (inkompetensi serviks dalam menanggung beban janin)
  • Plasenta previa, yakni saat sebagian atau keseluruhan plasenta menutupi bukaan leher rahim
  • Memiliki riwayat persalinan prematur
  • Berisiko mengalami keguguran atau memiliki riwayat keguguran
  • Hamil anak kembar.
Apabila dokter menilai Anda memiliki risiko tersebut, mereka akan memberikan larangan untuk berhubungan badan. Perlu diingat bahwa larangan tersebut bukan hanya untuk hubungan seksual saja, tapi semua bentuk aktivitas yang dapat merangsang secara seksual dan menyebabkan kontraksi.

Tips berhubungan badan saat hamil

Penggunaan kondom saat berhubungan seks ketika hamil
Sebaiknya gunakan kondom sewaktu berhubungan badan saat hamil 
Pada dasarnya, reaksi janin saat ibu berhubungan badan tidak perlu dikhawatirkan. Hubungan seksual merupakan hal yang aman selama kehamilan sehat dan normal. Berikut ini beberapa tips berhubungan badan saat hamil yang perlu Anda ketahui.

1. Perhatikan posisi saat berhubungan badan

Posisi berhubungan badan saat hamil perlu diperhatikan. Carilah posisi yang dapat dirasa nyaman untuk Anda dan pasangan.
  • Hindari posisi berbaring di bawah punggung Anda saat kehamilan memasuki usia lebih dari 4 bulan. Hal ini untuk menghindari janin yang sudah tumbuh besar menekan pembuluh darah.
  • Posisi menyamping, tegak, atau posisi duduk di atas bisa membuat Anda lebih nyaman.

2. Gunakan kondom

Sebaiknya gunakan kondom untuk memberikan perlindungan dari dari penyakit menular seksual yang dapat menginfeksi Anda dan janin. Jika pasangan telah positif terjangkit penyakit tersebut, hindari semua bentuk aktivitas seksual bersama mereka selama masa kehamilan.

3. Beri tahu pasangan saat Anda tidak ingin melakukannya

Komunikasikan dengan baik saat Anda ingin atau tidak ingin berhubungan badan dengan pasangan. Tidak jarang ibu hamil merasa enggan untuk berhubungan badan selama beberapa waktu. Anda dan pasangan dapat mencari solusi lain yang sama-sama nyaman bagi satu sama lain.

4. Berhati-hati di akhir masa kehamilan

Walaupun reaksi janin saat ibu berhubungan badan bukan masalah, sebagian dokter mungkin akan menyarankan untuk tidak berhubungan badan saat kehamilan memasuki minggu-minggu akhir.Kontraksi karena berhubungan badan dan saat melahirkan adalah dua hal yang berbeda. Namun, sperma mengandung hormon prostalglandin yang dapat merangsang terjadinya kontraksi. Maka larangan berhubungan badan mungkin disarankan untuk mewaspadai terjadinya hal ini.Lain halnya jika kehamilan telah melewati hari perkiraan lahir. Dokter mungkin menyarankan untuk berhubungan badan sebagai salah satu cara memancing kontraksi kelahiran. Walaupun hingga saat ini masih terdapat pro dan kontra mengenai benar atau tidaknya berhubungan badan dapat memancing kelahiran.Jika Anda punya pertanyaan berhubungan seks saat hamil, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
perkembangan janinhubungan seksual
Web MD. https://www.webmd.com/baby/guide/sex-and-pregnancy#1
Diakses 25 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318#
Diakses 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait