Bagaimana Pernafasan Normal Bayi? Ini yang Harus Orangtua Ketahui

(0)
13 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Orangtua perlu memerhatikan pernafasan normal bayiPernafasan normal bayi memiliki suatu siklus
Apakah Anda melihat si Kecil bernapas dengan begitu cepat? Hal ini mungkin bisa membuat Anda khawatir jika si Kecil mengalami masalah pernapasan. Umumnya, pola pernapasan bayi memang membingungkan terutama bagi para orangtua baru.Agar tidak keliru, berikut mengenai pernafasan normal bayi yang dapat Anda perhatikan. Artikel ini dapat membantu Anda memahami pola pernapasan bayi dan tanda-tanda masalah yang mungkin terjadi.

Bagaimana pernafasan normal bayi?

Pernafasan normal bayi memiliki siklus di mana si Kecil bernapas semakin cepat dan dalam, kemudian menjadi lebih lambat dan dangkal. Ia juga dapat menghentikan napas selama lima detik atau lebih lama dan memulai kembali dengan napas yang lebih dalam. Ini merupakan hal yang normal dan akan berubah menjadi pola pernapasan yang lebih matang dengan sesekali desahan dalam beberapa bulan pertama kelahirannya. Biasanya, bayi baru lahir membutuhkan 30-60 kali napas per menit dan melambat hingga 20 kali per menit ketika tidur. Sementara, pada usia 6 bulan bayi bernapas sekitar 25-40 kali per menit. Berbeda dengan orang dewasa yang membutuhkan sekitar 12-20 kali napas per menit. Bayi dapat menarik napas dengan cepat dan berhenti hingga 10 detik setiap kali bernapas. Dalam beberapa bulan, pola pernapasan yang tak teratur ini akan sembuh sendiri. Namun, beberapa masalah pernapasan, seperti takipnea juga bisa menjadi penyebabnya. Sedangkan, setelah usia 6 bulan sebagian besar masalah pernapasan mungkin terjadi karena alergi atau flu biasa. Pernafasan bayi umumnya berbeda dengan orang dewasa karena si Kecil lebih banyak bernapas melalui hidung daripada mulut, jalur pernapasan jauh lebih kecil, dinding dada lebih lentur yang sebagian besar terbuat dari tulang rawan, pernapasan belum sepenuhnya berkembang, atau masih memiliki cairan ketuban dan mekonium di saluran udara.

Memeriksa pernapasan bayi

Ketidakteraturan pola pernapasan bayi yang dapat bernapas dengan cepat, mengambil jeda panjang di antara napas, dan mengeluarkan suara yang tak biasa tentu saja membuat orangtua merasa khawatir.Orangtua pun harus memerhatikan dengan cermat pola pernapasan si Kecil. Jika Anda ingin memeriksa pernafasan normal bayi, terdapat tiga cara yang bisa dilakukan yaitu:
  • Dengarkan: Letakkan telinga di sebelah mulut dan hidung bayi dan dengarkanlah suara napasnya. Anda akan mendengar suara napas yang halus dan tidak ada bunyi ‘grok; atau ‘ngik’.
  • Lihat: Posisikan diri Anda dalam keadaan berdiri atau duduk hingga mata Anda sejajar dengan dada bayi, lalu perhatikan gerakan naik-turun dari pernapasan dadanya. Pada kondisi normal, tidak ada tarikan dinding dada yang berlebihan.
  • Rasakan: Letakkan pipi Anda di sebelah mulut dan hidung si Kecil, kemudian rasakan napasnya pada kulit Anda. Pastikan tidak ada getaran saat bayi menghirup dan menghembuskan napas. Getaran tersebut dapat menjadi penanda adanya lendir pada saluran napas bayi. 
Anda dapat memeriksa bayi sesering mungkin yang membuat Anda merasa nyaman. Apabila bayi baru lahir, periksalah pernapasannya lebih sering pada malam hari. Sebab beberapa bayi dapat mengalami sindrom kematian mendadak saat tidur. Akan lebih baik jika si Kecil tidur pada kamar yang sama dengan Anda sehingga mudah untuk diperhatikan.

Tanda-tanda masalah pernapasan pada bayi

Tanda-tanda masalah pernapasan bayi yang berpotensi mengkhawatirkan pada bayi, yaitu meningkatnya laju pernapasan secara terus-menerus (lebih dari 60 napas per menit) dan bayi sangat berusaha untuk bernapas. Selain itu, tanda-tanda lain yang mungkin ditunjukkan oleh si Kecil di antaranya:
  • Mendengkur

Bayi mengeluarkan suara mendengkur di akhir pernapasan. Hal ini dapat terjadi karena ia mencoba membuka saluran udara yang tersumbat.
  • Cuping hidung mengembang

Cuping hidung bayi mengembang saat bernapas yang menunjukkan jika ia berusaha untuk bernapas. Pada kondisi ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan saluran napas seperti pneumonia, difteri, croup, maupun masuknya benda asing ke saluran napas..
  • Pergerakan dada tak seperti biasanya

Ketika bernapas, otot-otot di dada dan leher bayi terlihat masuk dan keluar jauh lebih dalam dari biasanya.
  • Sianosis (kulit kebiruan)

Sianosis adalah suatu kondisi di mana kulit bayi tampak kebiruan karena darah tak mendapat cukup oksigen dari paru-paru. Perhatikan mulut, tangan dan kaki bayi yang kebiruan sebagai penanda adanya gangguan pernapasan.
  • Tak nafsu makan

Masalah pernapasan pada bayi kerap disertai dengan penurunan nafsu makan sehingga mungkin saja si Kecil tidak mau menyusu dan rewel.
  • Lesu

Bayi yang memiliki masalah pernapasan yang signifikan juga bisa mengalami penurunan energi sehingga membuatnya tampak lesu.
  • Demam

Sebagian besar masalah pernapasan akibat infeksi paru-paru juga menyebabkan demam. Oleh sebab itu, selalu periksa suhu tubuh bayi ketika Anda khawatir.Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter apabila Anda khawatir mengenai pernapasan bayi Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang tepat untuk si Kecil.
bayi & menyusuibayisindrom kematian mendadak pada bayibayi baru lahir
Healthline. https://www.healthline.com/health/newborn-breathing#seeking-medical-help
Diakses pada 29 Juni 2020
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/qa/when-should-you-worry-about-your-babys-breathing
Diakses pada 29 Juni 2020
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a558559/your-babys-breathing-whats-normal
Diakses pada 29 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait