Bagaimana Mekanisme Kerja Antibiotik Agar Ampuh Lawan Bakteri?

Mekanisme kerja antibiotik adalah menghentikan bakteri berkembang biak sekaligus menghancurkannya
Mekanisme kerja antibiotik adalah dengan membunuh dinding bakteri

Ketika seseorang sakit dan pemicunya adalah bakteri, maka dokter bisa meresepkan antibiotik. Namun tidak untuk sakit yang hanya disebabkan oleh virus atau penyebab lainnya. Mekanisme kerja antibiotik adalah menghentikan bakteri berkembang biak sekaligus menghancurkannya.

Pada dasarnya, tubuh manusia bisa secara alami membunuh bakteri berbahaya lewat sel darah putih. Di sinilah pentingnya sistem kekebalan tubuh seseorang. Namun terkadang apabila jumlah bakteri terlalu banyak atau toksinnya yang dikeluarkan kuat, antibiotik diperlukan untuk membantu.

Bisakah antibiotik gagal membunuh bakteri?

Antibiotik bisa saja gagal membunuh bakteri apabila tubuh seseorang mengalami resistensi. Hal ini bisa terjadi apabila seseorang sembarangan mengonsumsi antibiotik.

Contohnya saat seseorang terlalu bergantung pada antibiotik meskipun sakit yang dideritanya disebabkan virus seperti batuk atau pilek. Konsumsi antibiotik yang tidak tepat sasaran dan sesuai dengan jangka waktu yang seharusnya justru menyebabkan mikroba dan bakteri dalam tubuh menjadi kebal.

Sayangnya, Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat mencatat bahwa penggunaan antibiotik berlebih ini cukup tinggi di Asia Tenggara. Mereka mencatat ada peningkatan konsumsi antibiotik secara signifikan pada tahun 2007 hingga 2010, terutama antibiotik golongan carbapenems.

Jadi, ada baiknya lebih detil mencari tahu apa obat yang diresepkan oleh dokter dan tanyakan apakah Anda benar-benar membutuhkannya. Apabila penyakit Anda disebabkan oleh virus, idealnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu campur tangan antibiotik.

Mengonsumsi antibiotik yang dibeli sendiri tanpa resep dokter juga tidak boleh dilakukan karena belum tentu sesuai untuk mengobati infeksi yang dialami.

Mekanisme kerja antibiotik

Bentuk antibiotik bisa bermacam-macam, mulai dari tablet, kapsul, sirup, krim, hingga obat oles. Dokter akan meresepkan jenis antibiotik sesuai dengan infeksi yang dialami seseorang.   

Mekanisme kerja antibiotik dalam membunuh bakteri terjadi lewat beberapa cara yaitu:

  • Menghancurkan dinding tubuh bakteri
  • Mengintervensi reproduksi bakteri
  • Menghentikan produksi protein dari bakteri

Mekanisme kerja antibiotik akan langsung dimulai sesaat setelah Anda mengonsumsinya. Namun kapan gejala atau rasa sakit bisa membaik sangat bergantung pada kondisi tubuh setiap orang dan karakteristik dari bakteri yang menyerangnya.

Biasanya, antibiotik diresepkan untuk diminum habis selama 7-14 hari. Dalam beberapa kasus, antibiotik juga bisa habis dalam waktu beberapa hari saja.

Ketika Anda merasa sudah lebih sehat, direkomendasikan untuk tetap menghabiskan seluruh antibiotik yang diresepkan agar bakteri benar-benar mati secara keseluruhan. Selain itu, menuntaskan konsumsi antibiotik bisa mencegah resistensi bakteri dari antibiotik ke depannya.

Jika ragu apakah harus melanjutkan atau menghentikan konsumsi antibiotik, konsultasikan kepada dokter yang tahu betul kondisi tubuh Anda.

Fungsi antibiotik

Dari penjelasan tentang mekanisme kerja antibiotik, jelas terlihat bahwa fungsinya adalah menyerang bakteri dalam tubuh. Namun lebih jauh lagi, ada beberapa infeksi bakteri yang kerap membutuhkan antibiotik seperti:

Meski demikian, mekanisme kerja antibiotik tidak akan efektif melawan infeksi akibat virus dan jamur. Pengobatannya harus berbeda serta tidak semua penyakit bisa dan perlu diatasi dengan antibiotik.

Sementara itu, perlu diperhatikan pula efek samping dari konsumsi antibiotik. Beberapa yang paling umum terjadi adalah:

Untuk menghindari efek samping, konsumsi antibiotik sesuai dengan dosis serta tanyakan kepada dokter cara terbaik untuk mengonsumsinya. Ada beberapa antibiotik yang perlu diminum dalam kondisi perut kosong dan ada pula yang perlu dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping.

Jadi mulai sekarang, pastikan Anda bijak mengonsumsi antibiotik. Apabila infeksi yang Anda alami terjadi karena virus atau jamur, maka antibiotik bukanlah jawabannya.

Apabila mendapatkan resep obat dalam bentuk racikan, tanyakan pula apa saja kandungan serta berapa dosis di dalamnya. Bijak memilih kapan harus minum antibiotik dan tidak, demi mencegah resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/hai/data/portal/patient-safety-atlas.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fhai%2Fsurveillance%2Far-patient-safety-atlas.html
Diakses 22 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-do-antibiotics-work#effectiveuse
Diakses 22 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/10278.php#how-to-use
Diakses 22 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-are-antibiotics#2
Diakses 22 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed