Hipertensi tak hanya memengaruhi pembuluh arteri di jantung, tetapi juga pembuluh arteri di otak
Hipertensi yang berkepanjangan dapat menyebabkan stroke.

Risiko hipertensi dan stroke meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Namun, kedua penyakit ini dapat dialami oleh segala usia.

Stroke adalah kondisi yang muncul karena persediaan oksigen ke otak yang terganggu atau kurang dan menyebabkan kematian pada sel otak. Lalu apa kaitannya dengan hipertensi?

Kaitan hipertensi dan stroke

Tekanan darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan perlahan-lahan merobek pembuluh darah. Selain itu, hipertensi juga membuat pembuluh darah mudah tertutupi oleh plak.

Hipertensi tak hanya memengaruhi pembuluh arteri di jantung, tetapi juga pembuluh arteri di otak. Pembuluh arteri di otak yang robek atau terhalang oleh plak-plak dapat menyebabkan putusnya atau berkurangnya asupan oksigen ke otak.

Berkurangnya atau putusnya asupan oksigen tersebutlah yang menyebabkan stroke. Secara umum, stroke yang dialami adalah karena terhalangnya pembuluh darah pada otak (ischemic stroke).

Sementara stroke karena robeknya pembuluh darah (hemorrhagic stroke) lebih jarang terjadi. Terkadang pembuluh darah pada otak dapat terhalang untuk sementara dan sering dikenal dengan istilah stroke ringan (mini stroke) atau transient ischemic attack.

tekanan darah

Sekilas mengenai hipertensi

Hipertensi merupakan kondisi yang mematikan dan terjadi secara perlahan-lahan. Penderita hipertensi mungkin tidak menyadari gejala dari hipertensi yang dialami. Akan tetapi, hipertensi yang dialami secara terus dapat menyebabkan kondisi medis yang serius.

Meskipun terkadang tidak terasa gejala yang jelas. Namun, beberapa penderita mungkin akan merasa sesak napas, sakit kepala, dan mimisan.

Anda akan didiagnosis mengalami hipertensi jika memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg.

Akibat stroke

Stroke tidak hanya mengakibatkan kesulitan untuk berbicara, menelan, dan bergerak, tetapi stroke dapat memberikan dampak buruk lainnya. Penderita stroke dapat mengalami kesulitan untuk berpikir, membuat keputusan, dan bahkan mungkin kehilangan memori.

Bagian tubuh yang terkena stroke biasanya akan terasa sakit atau kebas. Penderita juga mungkin menjadi lebih sensitif dengan perubahan suhu.

Penderita akan mengalami kesulitan untuk beraktivitas dan memerlukan bantuan dari orang lain. Beberapa penderita juga mungkin menarik diri dari lingkungannya.

Stroke tidak hanya memengaruhi kemampuan otak dan fisik penderita, tetapi juga emosi penderita. Penderita stroke dapat mengalami kesulitan untuk mengontrol emosinya dan rentan mengalami depresi.

Apa yang perlu dilakukan?

Selain melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui apakah Anda mengalami hipertensi, Anda juga perlu untuk mengetahui gejala-gejala awal dari stroke.

Salah satu gejala awal dari stroke adalah rasa kebas atau lemas pada wajah, paha, atau lengan yang mendadak. Biasanya rasa kebas atau lemas tersebut hanya dirasakan pada satu sisi tubuh saja.

Selain itu, gejala awal stroke lainnya yang dapat dialami adalah kesulitan untuk melihat yang terjadi pada salah satu atau bahkan kedua mata secara mendadak serta sakit kepala yang parah dan terjadi tiba-tiba.

Penderita juga dapat mengalami kesulitan untuk berjalan, pusing, dan kehilangan keseimbangan yang mendadak, serta mengalami kebingungan, kesulitan berbicara, atau kesulitan untuk memahami percakapan secara tiba-tiba.

gejala stroke tangan kaku

Apa saja gejala dari stroke?

Berbeda dengan hipertensi, gejala dari stroke dapat terlihat. Waspadai beberapa gejala stroke di bawah ini:

  • Kelumpuhan atau rasa kebas di lengan, paha, atau wajah, kelumpuhan atau rasa kebas biasanya terjadi di satu sisi tubuh. Gejala ini bisa terlihat kesulitan penderita untuk menaikkan lengan ataupun untuk tersenyum.
  • Sakit kepala, gejala stroke berupa sakit kepala dapat muncul bersamaan dengan rasa pusing, kesadaran yang terganggu, ataupun muntah.
  • Kesulitan untuk memahami percakapan dan berbicara, penderita akan mengalami kesulitan untuk berbicara dengan lancar atau bahkan kesusahan untuk memahami percakapan.
  • Kesulitan untuk berjalanstroke dapat membuat penderitanya sulit berjalan karena rasa pusing yang muncul secara mendadak, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, serta secara tiba-tiba tersandung tanpa sebab yang jelas.
  • Kesulitan untuk melihat, penderita stroke bisa mengalami kesulitan untuk melihat berupa pandangan yang mengabur atau menghitam pada satu atau kedua mata.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala awal stroke di atas. Penanganan dini yang tepat dapat membantu untuk mengurangi keparahan dari gejala yang dialami oleh penderita.

American Stroke Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/health-threats-from-high-blood-pressure/how-high-blood-pressure-can-lead-to-stroke
https://www.strokeassociation.org/en/about-stroke/stroke-symptoms/learn-more-stroke-warning-signs-and-symptoms
Diakses pada 23 April 2019

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410
Diakses pada 23 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113
Diakses pada 23 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/high-blood-pressure-hypertension/
Diakses pada 23 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed