Kenali Cara Mengatasi Bayi Muntah yang Efektif dan Ampuh


Cara mengatasi bayi muntah tidaklah sulit, yakni salah satunya hanya dengan segera mencukupi cairan pada bayi guna mencegah dehidrasi dan menghindari pemberian makanan padat yang sulit dicerna.

(0)
Cara mengatasi bayi muntah yang efektif dan benarWajar jika bayi sering muntah karena sistem pencernaannya masih belum berkembang sempurna
Cara mengatasi bayi muntah perlu dibahami oleh para orangtua. Pasalnya, muntah pada bayi sebenarnya merupakan hal yang wajar. Sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna. Namun, yang menjadi kekhawatiran orangtua adalah ketika bayi sering muntah.Kondisi ini tentu saja menandakan adanya sesuatu yang tidak normal. Diperlukan penanganan yang tepat agar bayi Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa.[[artikel-terkait]]

Cara mengatasi muntah pada bayi

penanganan bayi muntah
Hal yang paling penting dari bayi sering muntah yaitu penanganannya. Berikut adalah pertolongan pertama anak muntah terus menurut IDAI yang bisa Anda terapkan:

1. Cukupi cairan bayi

Cegah dehidrasi dengan meminumkan air putih yang cukup pada bayi Anda. Jika Anda memilih menggunakan oralit, pastikan bayi Anda meminumnya sesuai dengan instruksi yang ada atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

2. Istirahatkan bayi

Cara mengatasi bayi muntah yang efektif lainnya adalah dengan tidak membiarkan bayi Anda banyak bergerak. Istirahatkan bayi di tempat tidur atau gendong dengan posisi yang nyaman untuk mencegah muntah kembali terjadi. 

3. Hentikan obat yang merangsang muntah

Hentikan pemberian obat yang diduga dapat menyebabkan muntah bertambah. Segera temui dokter jika obat yang Anda berikan tidak juga menunjukkan adanya perubahan pada durasi muntah bayi.

4. Hindari pemberian makanan padat

Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, hindari pemberian makanan padat selama 6 jam pertama. Bubur dan puree bisa jadi salah satu pilihan Anda untuk mencukupi kebutuhan kalori dan nutrisi bayi selama masa muntah. 

5. Berikan minuman manis

Minuman manis seperti jus buah, sirup, atau madu (untuk anak di atas 1 tahun) bisa Anda berikan secara bertahap setiap 15-20 menit. Minuman manis bisa Anda berikan dengan jumlah 1-2 sendok makan setiap 15 menit, dan dinaikkan secara bertahap.

6. Tidak beraktivitas

Setelah berhasil makan, pastikan bayi Anda mendapatkan posisi yang nyaman dan tidak bergerak atau beraktivitas yang terlalu aktif terlebih dahulu. Banyak bergerak akan memicu muntah datang kembali.

7. Konsultasi ke dokter

Cara mengatasi bayi muntah terakhir yang harus Anda lakukan jika si Kecil muntah terus adalah berkonsultasi dengan dokter jika Anda menemukan beberapa kondisi seperti:
  • Muntah tetap berlangsung selama 12 jam
  • Disertai diare, gangguan saraf, atau gangguan pernapasan
  • Lemas atau ada tanda dehidrasi
  • Sakit perut
  • Isi muntah berwarna kehijauan

Cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI atau susu formula

Bayi juga kerap mengalami gumoh atau muntah yang normal terjadi setelah minum ASI atau susu formula. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, terapkan cara mengatasi bayi muntah yang efektif ini sebagai pertolongan pertama:
  • Tempatkan tubuh bayi pada posisi tegak agar bisa lebih mudah bersendawa
  • Buat bayi sendawa setiap kali habis menyusu dengan cara menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut dan jangan pakaikan pakaian atau popok bayi terlalu ketat
  • Jika bayi sudah cukup besar, posisikan ia dalam posisi duduk sekitar 30 menit setelah menyusu
  • Posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi saat tidur. Anda dapat menggunakan selimut atau handuk yang digulung di bawah bahu dan kepalanya serta hindari penggunaan bantal

Membedakan muntah dengan gumoh

Setelah mengetahui cara mengatasi bayi muntah yang normal terjadi atau gumoh dan muntah yang abnormal, mungkin Anda kini bertanya-tanya apa beda antara gumoh dan muntah pada bayi.Terkadang bayi mengeluarkan kembali susu sekitar 1-2 sendok makan ketika atau beberapa saat setelah menyusu, baik ASI atau susu formula. Kejadian ini disebut dengan gumoh atau muntah yang normal terjadi pada bayi. Kondisi ini terjadi karena lambung bayi masih kecil dan katup lambung masih lemah.Di Indonesia, 50% bayi mengalami gumoh 1-4 kali per hari sampai usia tiga bulan. Gumoh merupakan kejadian normal pada bayi hingga usia satu tahun dan biasanya menghilang saat memasuki usia 1.5-2 tahun.Gumoh berbeda dengan muntah. Saat muntah, bayi tampak mengalami usaha untuk mengeluarkan susu. Bayi yang muntah tampak mengedan, tidak nyaman atau rewel.Sebagian besar bayi muntah merupakan hal yang abnormal dan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan si Kecil yang tidak baik. Sejumlah kemungkinan yang bisa menyebabkan muntah tidak normal pada bayi di antaranya seperti keracunan makanan, infeksi virus atau bakteri, infeksi saluran pernapasan dan telinga, pneumonia, hingga meningitis. 

Penyebab bayi sering muntah

Beberapa kondisi yang menyebabkan bayi sering muntah pada umumnya adalah sebagai berikut:

1. Tertelan benda asing 

tertelan benda asing
Menelan benda asing misalnya menyumbat kerongkongan bayi dan gejala paling umum yang terjadi adalah muntah. Selain muntah, sesak napas juga dapat terjadi apabila masuk dalam saluran napas.

2. GERD (gastroesphageal reflux disease)

Katup antara kerongkongan dan lambung lemah sehingga dapat membuat isi lambung kembali ke atas dan membuat bayi muntah.Biasanya bayi yang menderita GERD berat badannya cenderung naik. Hanya saja muntah dapat terjadi lebih dari 10 kali dalam satu hari.

3. Stenosis pilorus

stenosis pilorus
Otot pada katup antara lambung dan usus menebal sehingga isi lambung kesulitan menemukan jalan keluar dari lambung dan akhirnya kembali dimuntahkan bayi. Stenosis pilorus ditandai dengan bayi yang terus lapar dan berat badan yang tidak naik.

4. Sumbatan Usus

Sumbatan usus dapat terjadi ketika bayi yang masih berumur di bawah 6 bulan sudah diberikan makanan selain ASI.Makanan akan sulit dicerna dan tersumbat dalam usus sehingga setiap kali makanan baru masuk, respons yang dihasilkan adalah muntah. Kondisi ini biasanya disertai dengan perut yang membesar.

5. Masih belajar untuk makan

Bayi yang baru lahir harus mempelajari segala hal mulai dari nol, termasuk cara makan dan menelan air susu ibu (ASI) misalnya.Saat proses belajar ini terjadi, bayi bisa muntah setelah diberikan ASI. Biasanya, hal ini terjadi pada bayi yang masih berusia 1 bulan.

6. Pilek dan flu

Penyebab bayi muntah selanjutnya ialah penyakit pilek dan flu. Kedua penyakit ini sebenarnya dapat memunculkan gejala yang berbeda-beda pada bayi, salah satunya muntah.Ditambah lagi, banyaknya lendir di hidung bayi dapat memancing ingus masuk ke dalam tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan bayi batuk dan terkadang muntah.Segera hubungi dokter anak jika cara mengatasi bayi muntah yang telah disebutkan tidak kunjung membuat kondisi bayi membaik, bayi sering muntah dan berlangsung hingga dua hari, mengalami gejala dehidrasi dan muntah berwarna hijau atau disertai darah. 
muntahanak muntahstenosis pilorus
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-%E2%80%98gumoh%E2%80%99-dan-muntah-pada-bayi
Diakses 4 Mei 2019
Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/711641_3
Diakses 4 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pyloric-stenosis/symptoms-causes/syc-20351416
Diakses 4 Mei 2019
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apa-yang-perlu-dilakukan-bila-anak-muntah
Diakses pada 2 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-vomiting-no-fever#possible-causes
Diakses pada 21 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait