Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah? Ini 7 Tips Penanganannya!

Pencernaan bayi yang belum bekembang dengan sempurna membuat bayi sering mengalami muntah, namun hal tersebut adalah suatu hal yang wajar.
Wajar jika bayi sering muntah karena sistem pencernaannya masih belum berkembang sempurna

Bayi muntah sebenarnya merupakan hal yang wajar. Sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna. Namun, yang menjadi kekhawatiran orangtua adalah ketika bayi sering muntah.

Kondisi ini tentu saja menandakan ada adanya sesuatu yang tidak normal. Diperlukan penanganan yang tepat agar bayi Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

[[artikel-terkait]]

Membedakan muntah dengan gumoh

Terkadang bayi mengeluarkan kembali susu sekitar 1-2 sendok makan ketika atau beberapa saat setelah menyusu, baik ASI atau susu formula. Kejadian ini disebut dengan gumoh. Kondisi ini terjadi karena lambung bayi masih kecil dan katup lambung masih lemah.

Di Indonesia, 50% bayi mengalami gumoh 1-4 kali per hari sampai usia tiga bulan. Gumoh merupakan kejadian normal pada bayi hingga usia satu tahun dan biasanya menghilang saat memasuki usia 1.5-2 tahun.

Gumoh berbeda dengan muntah. Saat muntah, bayi tampak mengalami usaha untuk mengeluarkan susu. Bayi yang muntah tampak mengedan, tidak nyaman atau rewel.

Sebagian besar muntah bayi merupakan hal yang abnormal dan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi.

Penyebab bayi sering muntah

Beberapa kondisi yang menyebabkan bayi sering muntah pada umumnya adalah sebagai berikut:

1. Tertelan benda asing 

Menelan benda asing misalnya menyumbat kerongkongan bayi dan gejala paling umum yang terjadi adalah muntah. Selain muntah, sesak napas juga dapat terjadi apabila masuk dalam saluran napas.

2. GERD (gastroesphageal reflux disease)

Katup antara kerongkongan dan lambung lemah sehingga dapat membuat isi lambung kembali ke atas dan membuat bayi muntah.

Biasanya bayi yang menderita GERD berat badannya cenderung naik. Hanya saja muntah dapat terjadi lebih dari 10 kali dalam satu hari.

3. Stenosis pilorus

Otot pada katup antara lambung dan usus menebal sehingga isi lambung kesulitan menemukan jalan keluar dari lambung dan akhirnya kembali dimuntahkan bayi. Stenosis pilorus ditandai dengan bayi yang terus lapar dan berat badan yang tidak naik.

4. Sumbatan Usus

Sumbatan usus dapat terjadi ketika bayi yang masih berumur di bawah 6 bulan sudah diberikan makanan selain ASI.

Makanan akan sulit dicerna dan tersumbat dalam usus sehingga setiap kali makanan baru masuk, respons yang dihasilkan adalah muntah. Kondisi ini biasanya disertai dengan perut yang membesar.

Penanganan yang dapat dilakukan

Hal yang paling penting dari bayi sering muntah yaitu penanganannya. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

1. Cegah dehidrasi dengan tetap memberi minum oralit pada bayi atau air putih jika tidak ada.

2. Istirahatkan bayi di tempat tidur atau digendong jika lebih nyaman demikian

3. Hentikan obat yang merangsang muntah jika ada

4. Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, hindari pemberian makanan padat pada 6 jam pertama

5. Berikan minuman manis seperti sirup dan madu secara bertahap 1-2 sendok makan setiap 15-20 menit.

6. Tidak beraktivitas terlebih dahulu setelah makan

7. Konsultasi ke dokter jika Anda menemukan beberapa kondisi seperti:

  • Muntah tetap berlangsung selama 12 jam
  • Disertai diare, gangguan saraf, atau gangguan pernapasan
  • Lemas atau ada tanda dehidrasi
  • Sakit perut
  • Isi muntah berwarna kehijauan

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-%E2%80%98gumoh%E2%80%99-dan-muntah-pada-bayi
http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apa-yang-perlu-dilakukan-bila-anak-muntah
Diakses 4 Mei 2019

Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/711641_3
Diakses 4 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pyloric-stenosis/symptoms-causes/syc-20351416
Diakses 4 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed