logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Kenali Cara Mengatasi Bayi Muntah yang Efektif dan Ampuh

open-summary

Cara mengatasi bayi muntah tidaklah sulit, yakni salah satunya hanya dengan segera mencukupi cairan pada bayi. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi dan melancarkan makanan padat yang sulit dicerna.


close-summary

3.65

(37)

11 Apr 2022

| dr. Rikho Melga Shalim

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara mengatasi bayi muntah yang efektif dan benar

Wajar jika bayi sering muntah karena sistem pencernaannya masih belum berkembang sempurna

Table of Content

  • Cara mengatasi muntah pada bayi
  • Cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI atau susu formula
  • Membedakan muntah pada bayi yang normal dan abnormal
  • Penyebab bayi sering muntah

Cara mengatasi bayi muntah perlu dibahami oleh para orangtua. Pasalnya, muntah pada bayi sebenarnya merupakan hal yang wajar. Alasannya, karena sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna.

Advertisement

Namun, orangtua mungkin khawatir ketika bayi terlalu sering muntah.

Kondisi ini tentu saja menandakan adanya sesuatu yang tidak normal. Diperlukan tindakan yang tepat agar setelah bayi muntah, ia dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Cara mengatasi muntah pada bayi

penanganan bayi muntah

Hal yang paling penting dari bayi sering muntah yaitu penanganannya. Berikut adalah pertolongan pertama sekaligus cara mengatasi bayi muntah terus, sesuai panduan IDAI yang bisa Anda terapkan:

1. Mencukupi asupan cairan

Tindakan setelah bayi muntah terus adalah dengan memberikan air putih yang cukup, untuk mencegah dehidrasi pada bayi. Jika Anda memilih menggunakan oralit, pastikan bayi Anda meminumnya sesuai dengan instruksi yang ada atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

2. Istirahatkan bayi

Cara mengatasi bayi muntah yang efektif lainnya adalah dengan tidak membiarkan bayi Anda banyak bergerak. Istirahatkan bayi di tempat tidur atau gendong dengan posisi yang nyaman untuk mencegah muntah kembali terjadi. 

3. Hentikan obat yang merangsang muntah

Hentikan pemberian obat yang kemungkinan dapat menyebabkan muntah bertambah. Segera temui dokter jika obat yang Anda berikan tidak juga menunjukkan adanya perubahan pada durasi muntah bayi.

4. Hindari pemberian makanan padat

Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, hindari pemberian makanan padat selama 6 jam pertama. Bubur dan puree bisa jadi salah satu pilihan Anda untuk mencukupi kebutuhan kalori dan nutrisi bayi selama masa muntah. 

5. Berikan minuman manis

Sebagai cara mengatasi bayi muntah, orangtua juga bisa memberikan makanan atau minuman manis.

Minuman manis seperti jus buah, sirup, atau madu (untuk anak di atas 1 tahun) bisa Anda berikan secara bertahap setiap 15-20 menit. Jumlah takaran yang bisa Anda berikan adalah sekitar 1-2 sendok makan setiap 15 menit, lalu dinaikkan secara bertahap.

6. Tidak beraktivitas

Setelah berhasil makan, pastikan bayi Anda mendapatkan posisi yang nyaman serta tidak bergerak atau beraktivitas yang terlalu aktif terlebih dahulu. Banyak bergerak akan memicu muntah datang kembali.

7. Konsultasi ke dokter

Cara mengatasi bayi muntah terakhir yang harus Anda lakukan jika si Kecil muntah terus adalah berkonsultasi dengan dokter jika Anda menemukan beberapa kondisi seperti:

  • Muntah tetap berlangsung selama 12 jam.
  • Disertai diare, gangguan saraf, atau gangguan pernapasan.
  • Lemas atau ada tanda dehidrasi.
  • Sakit perut.

Baca Juga

  • Penyebab Bayi Susah BAB dan Cara Mengatasinya
  • Ketika Muncul Biduran pada Bayi, Bagaimana Penanganan yang Tepat?
  • Cara Mengganti Popok Bayi dengan Benar agar Tidak Menimbulkan Ruam

Cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI atau susu formula

Bayi juga kerap mengalami gumoh atau muntah yang normal terjadi setelah minum ASI atau susu formula. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, terapkan cara mengatasi bayi muntah yang efektif ini sebagai pertolongan pertama:

  • Tempatkan tubuh bayi pada posisi tegak agar bisa lebih mudah bersendawa.
  • Buat bayi sendawa setiap kali habis menyusu dengan cara menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut dan jangan pakaikan pakaian atau popok bayi terlalu ketat.
  • Jika bayi sudah cukup besar, posisikan ia dalam posisi duduk sekitar 30 menit setelah menyusu.
  • Posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi saat tidur. Anda dapat menggunakan selimut atau handuk yang digulung di bawah bahu dan kepalanya serta hindari penggunaan bantal.

Membedakan muntah pada bayi yang normal dan abnormal

Dalam perkembangan bayi, muntah adalah salah satu kebiasaan yang akan selalu ia lakukan.

Terutama saat bayi gumoh, yaitu keluarnya cairan susu atau makanan yang baru dikonsumsi.

Normalnya, muntah pada bayi tidak mengganggu kondisi kesehatannya.

Jadi, selama bayi terlihat nyaman, menyusu atau makan dengan baik, serta berat badannya bertambah, orangtua tidak perlu khawatir.

Akan tetapi, apabila bayi sering muntah disertai gejala tertentu Anda perlu waspada. Berikut adalah beberapa tanda muntah bayi yang abnormal, seperti:

  • Muntah berbawarna hijau atau kuning, ini bisa menjadi tanda penyumbatan di usus.
  • Apabila terdapat darah, ini bisa menjadi hal yang biasa atau pun serius.
  • Muntah berlangsung lebih dari dua hari, bisa menjadi tanda infeksi.
  • Disertai dengan demam atau sakit perut.
  • Menolak untuk menyusu atau makan.
  • Berat badan tidak bertambah.
  • Mengalami kesulitan bernapas.

Sebagian besar penyebab bayi muntah adalah karena kondisi kesehatan si Kecil yang tidak baik.

Sejumlah kemungkinan yang bisa menyebabkan muntah tidak normal pada bayi di antaranya, seperti keracunan makanan, infeksi virus atau bakteri, infeksi saluran pernapasan dan telinga, pneumonia, hingga meningitis. 

Penyebab bayi sering muntah

Setelah mengetahui bagaimana cara mengatasi muntah pada bayi, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan bayi sering muntah, seperti:

1. Tertelan benda asing 

tertelan benda asing

Menelan benda asing dapat menyumbat kerongkongan bayi dan gejala paling umum yang terjadi adalah muntah.

Selain muntah, sesak napas juga dapat terjadi apabila benda asing ikut masuk dalam saluran napas.

2. GERD (gastroesphageal reflux disease)

Katup antara kerongkongan dan lambung yang lemah, bisa menyebabkan isi lambung kembali ke atas, sehingga membuat bayi muntah. Biasanya, bayi yang menderita GERD berat badannya cenderung naik. Hanya saja muntah dapat terjadi lebih dari 10 kali dalam satu hari.

3. Stenosis pilorus

stenosis pilorus

Ini adalah kondisi yang membuat otot pada katup antara lambung dan usus menebal, sehingga isi lambung kesulitan menemukan jalan keluar dari lambung dan akhirnya kembali dimuntahkan bayi.

Stenosis pilorus ditandai dengan bayi yang terus lapar dan berat badan yang tidak naik.

4. Sumbatan Usus

Sumbatan usus dapat terjadi ketika bayi yang masih berumur di bawah 6 bulan sudah diberikan makanan selain ASI.

Makanan akan sulit dicerna dan tersumbat dalam usus, sehingga setiap kali makanan baru masuk, respons yang dihasilkan adalah muntah. Kondisi ini biasanya disertai dengan perut yang membesar.

5. Masih belajar untuk makan

Bayi yang baru lahir harus mempelajari segala hal mulai dari nol, termasuk cara makan dan menelan air susu ibu (ASI) misalnya. Dalam menjalani proses ini, bayi bisa muntah setelah diberikan ASI. Biasanya, hal ini terjadi pada bayi yang masih berusia 1 bulan.

6. Pilek dan flu

Penyebab bayi muntah selanjutnya ialah penyakit pilek dan flu. Kedua penyakit ini sebenarnya dapat memunculkan gejala yang berbeda-beda pada bayi, salah satunya muntah.

Ditambah lagi, banyaknya lendir di hidung bayi dapat memancing ingus masuk ke dalam tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan bayi batuk dan terkadang muntah.

Segera hubungi dokter anak jika cara mengatasi bayi muntah yang telah disebutkan tidak kunjung membuat kondisi bayi membaik serta mengalami gejala lainnya.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai tindakan setelah bayi muntah? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

muntahanak muntahbayi & menyusuimerawat bayi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved