Menerima kekurangan pasangan penting dalam hubungan yang harmonis
Menerima kekurangan pasangan membuat hubungan lebih harmonis

Di dunia ini tidak ada pasangan yang benar-benar cocok satu sama lain, bahkan pada pasangan yang akur dan telah menikah dalam waktu yang lama pun masih ada ketidakcocokan satu sama lain karena adanya kekurangan pada pasangan.

Kekurangan pasangan ini seringkali bisa memicu pertengkaran yang bisa menyebabkan perpisahan. Namun sebenarnya hal ini bisa dihindari jika Anda mau menerima kekurangan pasangan dan mengomunikasikannya dengan baik. Menerima kekurangan pasangan dan menjaga komunikasi yang baik adalah cara menjaga hubungan rumah tangga.

Cara menerima kekurangan pasangan

Menerima kekurangan pasangan yang sering membuat Anda kesal, marah, kecewa, atau sedih bukanlah sesuatu yang mudah. Anda membutuhkan proses penerimaan yang harus dilakukan terus menerus. Meskipun demikian, bila Anda mencintai pasangan dengan tulus dan ingin hidup bersama dengannya, maka Anda dapat mencoba tips-tips di bawah ini untuk menerima kekurangan pasangan.

  • Sadari kekurangan Anda

Sebelum merasa kesal dengan kekurangan atau keburukan pasangan, ingatlah bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna, termasuk diri Anda. Cobalah untuk mengingat apa kekurangan-kekurangan diri Anda yang mungkin juga tidak disukai oleh pasangan.

Siapa tahu ternyata pasangan Andalah yang lebih pemaaf dan lebih mampu menerima segala kekurangan Anda.

  • Telaah kembali kekurangan pasangan

Terkadang kekurangan pasangan tidak sebesar yang dipikirkan, tetapi Anda bisa saja merasa kesal dan merasa bahwa keburukan pasangan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima. Padahal, sifat positif yang dimilikinya jauh lebih besar dibandingkan kekurangannya.

  • Ketahui pemicu ketidaksukaan Anda

Ada saatnya Anda merasakan perasaan tidak suka yang begitu besar karena pasangan menunjukkan kekurangannya. Tapi pernahkah Anda berpikir bahwa rasa kesal Anda itu adalah gejala saja dan sebenarnya ada masalah lain yang menyebabkan perasaan tersebut.

Bisa saja Anda memiliki rasa trauma atau ada pengalaman buruk dengan sifat kekurangan dari pasangan sehingga ketika ia menunjukkannya Anda langsung meresponnya dengan defensif.

  • Tanggulangi kekurangan pasangan

Menerima kekurangan pasangan, terutama saat pasangan tidak kunjung mengubah sikap buruknya adalah hal yang sulit. Namun, Anda dapat secara perlahan menerima kekurangan pasangan dengan mencari cara untuk mengatasinya.

Contohnya, jika pasangan Anda sering terlambat, maka Anda bisa mengatasinya dengan memberikan tambahan waktu 30 menit dari waktu atau jadwal yang seharusnya untuk menghindari keterlambatan dari pasangan.

Dalam hal ini, Anda tidak perlu terlarut dalam keburukan pasangan. Carilah jalan keluar atau solusi untuk meminimalisasi sikap buruk pasangan dan perlahan Anda mulai menyadari bahwa Anda dapat menerima kekurangan pasangan.

Tips-tips di atas dapat digunakan untuk dapat menerima kekurangan pasangan. Akan tetapi, ada baiknya jika Anda bisa mendiskusikan masalah ini dengan pasangan dan mencoba untuk mengekspresikan ketidaksukaan Anda terhadap suatu kekurangan tertentu. Anda juga bisa mencoba meminta pasangan untuk setidaknya mengubah perilaku buruknya.

Komunikasi yang jujur dan baik adalah salah satu resep dari hubungan yang awet.

Diskusi dapat mendorong keterbukaan dengan satu sama lainnya, Anda mungkin bisa mendengarkan komplain dari pasangan mengenai kekurangan Anda yang perlu untuk diubah.

Toleransi tidak sama dengan menerima kekurangan pasangan

Toleransi merujuk pada kesabaran atau keputusan untuk menghadapi keburukan atau kekurangan pasangan. Namun, menerima kekurangan pasangan berarti menerima pasangan apa adanya dan berkomitmen untuk tetap bersama pasangan sampai akhir hayat.

Jika Anda mengalami masalah dalam menerima kekurangan pasangan, jangan malu untuk mengunjungi psikolog atau konselor pernikahan.

 

Psychcentral. https://psychcentral.com/lib/acknowledging-and-accepting-your-mate/
Diakses pada 6 Desember 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-practice/201911/how-accept-your-partners-flaws
Diakses pada 6 Desember 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/he-saidshe-said/201212/acceptance-the-foundation-lasting-relationships
Diakses pada 6 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed