Penyakit lupa ingatan adalah penyakit yang dapat dipicu oleh faktor usia dan jenis kelamin
Penyakit lupa ingatan biasanya lebih sering terjadi pada pria

Faktor risiko yang memicu terjadinya penyakit lupa ingatan seperti Alzheimer adalah usia dan jenis kelamin. Banyak penelitian yang menyebut bahwa Alzheimer lebih banyak menyerang wanita dibandingkan dengan pria.

Meski demikian, penyakit lupa ingatan lebih sering dialami oleh pria. Bisa ditarik kesimpulan bahwa Alzheimer berpengaruh terhadap pria dan wanita dengan cara yang berbeda.

Cara mencegah penyakit lupa ingatan

Dengan estimasi penderita Alzheimer mencapai 131,5 juta orang dalam 31 tahun ke depan, bukan berarti hal ini tidak bisa dicegah. Penyakit lupa ingatan bisa diantisipasi dimulai dari diri sendiri.

Beberapa cara untuk mencegah penyakit lupa ingatan adalah:

  • Olahraga selama 30 menit selama 3-4 kali per minggunya dapat mencegah Alzheimer
  • Tidur cukup dengan durasi 7-8 jam tiap malam
  • Lakukan hal dengan sederhana, satu hal di satu waktu
  • Memiliki agenda rutinitas setiap harinya sehingga tahu apa yang akan dilakukan
  • Belajar hal baru yang menstimulus kemampuan berpikir dan mengingat
  • Merasa yakin ada orang lain yang selalu siap membantu
  • Ketika merasa marah, tarik napas panjang dan hitung sampai 10
  • Distraksi dengan hal yang menyenangkan seperti bernyanyi, menari, atau mendengarkan musik

Menjalani gaya hidup sehat dengan tidak mengonsumsi alkohol juga bisa menjadi cara untuk mencegah penyakit lupa ingatan. Sebisa mungkin, pilih gaya hidup sehat untuk menjaga Anda dari risiko penyakit Alzheimer.

Korelasi penyakit lupa ingatan dan jenis kelamin

Gen yang terkait erat sebagai faktor risiko Alzheimer adalah Apolipoprotein E atau APOE. Ada 3 tipe APOE yang berbeda dan memberi dampak yang berlainan pada penderita Alzheimer.

Dari segi usia, pria yang berusia 65 tahun memiliki 6,3 persen risiko mengalami Alzheimer. Sementara bagi wanita, risikonya mencapai 12 persen.

Rupanya, hormon turut berperan di sini. Testosteron dan estrogen bersifat neuroprotektif atau melindungi saraf. Dengan adanya penurunan hormon, risiko Alzheimer pun meningkat.

Hormon pria yaitu testosteron dapat melindungi sel otak yang sehat. Selain itu, pria di usia lanjut tidak mengalami penurunan hormon estrogen seperti halnya wanita saat menopause sehingga risiko mengalami Alzheimer juga berkurang.

Gaya hidup dan risiko Alzheimer pada pria

Hal lain yang juga berpengaruh terhadap risiko terjadinya Alzheimer pada pria adalah gaya hidup.

Gaya hidup seperti merokok dan minum alkohol lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan wanita sehingga risiko mengalami penyakit lupa ingatan seperti Alzheimer lebih tinggi.

Selain itu, faktor akses terhadap pendidikan juga turut berperan. Pria yang tidak mendapatkan pendidikan secara penuh berisiko mengalami demensia lebih tinggi. Menariknya, hal ini mengalami pergeseran dibandingkan dengan sebelumnya.

Dulu, wanita lebih rentan mengalami lupa ingatan karena keterbatasan akses pendidikan. Namun sekarang, pendidikan semakin setara dan mematahkan teori bahwa wanita lebih rentan mengalami Alzheimer dibandingkan dengan pria.

Diagnosis ‘terlambat’ pada pria

Memang wanita yang berusia di atas 60 tahun berisiko 2 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami penyakit lupa ingatan. Di seluruh dunia, 50 juta orang mengalami demensia.

Sayangnya, angka ini tidak berjalan di tempat. Secara global, para pakar mengestimasikan bahwa 75 juta orang bisa mengalami demensia pada tahun 2030. Jumlah pendritanya bisa mencapai 131,5 juta orang pada tahun 2050.

Di sisi lain, tingginya kemungkinan wanita mengalami penyakit lupa ingatan membuat diagnosis cepat dilakukan.

Sementara pada pria, kerap kali diagnosis penyakit lupa ingatan baru diketahui saat sudah parah. Hal ini yang membuat proses pengobatan menjadi lebih sulit.

Artikel Terkait

Banner Telemed