Cara bedong bayi tentu tidak boleh sembarangan
Cara bedong bayi yang aman adalah memposisikan bayi dalam kondisi terlentang di atas kain bedong

Membedong bayi merupakan salah satu hal yang umum dilakukan pada bayi baru lahir. Tak heran bila orangtua biasanya sudah menyiapkan kain dalam berbagai macam warna dan gambar untuk membedong bayi. Namun, Anda perlu tahu cara bedong bayi yang aman dan benar agar Si Kecil terhindar dari risiko negatif.

Apa manfaat membedong bayi?

Kain atau selimut untuk membedong bayi umumnya masih digunakan oleh para ibu yang melahirkan. Membedong bayi adalah suatu cara melilitkan kain atau selimut kecil pada tubuh bayi yang bertujuan untuk memberi efek aman dan nyaman. 

Manfaat membedong bayi adalah menjaga bayi agar tidak terganggu dengan gerak refleksnya sendiri dan membantu menenangkan bayi yang rewel.

Jika cara bedong bayi dilakukan dengan baik dan benar, balutan kain di sekeliling tubuh bayi seolah-olah menyerupai rahim ibu sehingga dapat menenangkan dan membuat bayi dapat tidur lebih nyaman. 

Bagaimana cara bedong bayi yang aman dan benar?

Meski dapat memberikan manfaat, cara bedong bayi tentu tidak boleh sembarangan. Jadi, pastikan Anda mengetahui cara bedong bayi yang aman dan benar dengan langkah-langkah berikut ini:

cara bedong baik yang aman dan benar agar tidak membahayakan bayi
Sumber gambar: Shutterstock
  • Cara bedong bayi yang pertama adalah menempatkan kain atau selimut untuk membedong bayi (panjangnya sekitar 15-20 cm) di permukaan yang rata (seperti kasur) dengan sudut kain atau selimut berada di atas sehingga menyerupai bentuk segitiga. Lalu, lipat sedikit sudut atas kain atau selimut tersebut.
  • Gendong bayi dan tempatkan perlahan di atas kain bedong. Pastikan bahu bayi berada tepat di atas batas lipatan kain atau selimut. 
  • Luruskan tangan kiri bawah bayi agar rapat dengan tubuh. Kemudian, tarik ujung kain di sisi kiri bayi hingga menutupi lengan kiri dan area dadanya. Selipkan ujung kain ini di bagian bawah ketiak kanan bayi lalu ke punggung. 
  • Lipat kain bedong bayi bagian bawah ke arah pundak bayi. Ingat, jangan melipat kain terlalu ketat di area pinggul dan kaki bayi agar ia dapat bebas bergerak. 
  • Sambil memegang bayi dengan lembut agar tidak berpindah posisi, ambil ujung kain bedong sebelah kanan bayi lalu tarik hingga menutupi seluruh tubuhnya. Lipat sisa kain bedong ke bagian punggung bayi. 

Yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan buah hati

Cara bedong bayi yang salah dapat berisiko membahayakan buah hati Anda. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut saat membedong bayi agar terhindar dari risiko negatif yang ditimbulkan:

yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan
Jangan menempatkan kain bedong bayi lebih tinggi dari dadanya
  • Saat cuaca sedang panas, sebaiknya cukup kenakan bayi Anda kaos dalam dan popok. Sedangkan saat cuaca dingin, bayi Anda bisa menggunakan jumpsuit berbahan ringan. Dengan ini, bayi akan merasa nyaman serta tidak kepanasan ataupun kedinginan. 
  • Pilih kain atau selimut bedong bayi dari kain yang nyaman agar bayi tidak merasa kepanasan. Penting pula untuk selalu mengecek suhu tubuhnya setiap beberapa jam. 
  • Salah satu cara bedong bayi yang aman dan benar adalah memposisikan bayi dalam kondisi terlentang di atas kain bedong. Jangan menidurkan bayi dalam posisi tengkurap. Pasalnya, memposisikan bayi tengkurap di atas kain bedong dapat menyebabkan risiko bayi mati mendadak atau SIDS (sudden infant death syndrome). 
  • Jangan membedong bayi terlalu ketat, terutama pada bagian kaki. Area pinggul dan kaki bayi yang tidak dapat bergerak bebas dapat meningkatkan risiko bayi terkena hip dysplasia, yakni gangguan pembentukan sendi pinggul di mana bagian atas tulang paha tidak berada tepat di rongga pinggul. 
  • Jangan membedong bayi hingga membungkus area kepala, dahi, atau telinganya. Menempatkan kain bedong bayi lebih tinggi dari dadanya dapat menyebabkan bayi sulit bernapas dan Si Kecil akan merasa kepanasan. 
  • Jika bayi harus tidur di ranjang yang sama dengan Anda dan pasangan, sebaiknya bayi tidak perlu dibedong karena ia akan merasa kepanasan. Selain itu, risiko bayi mati mendadak pun akan meningkat. Bayi aman dibedong apabila ia ditempatkan pada tempat tidurnya sendiri (boks bayi). 
  • Ketika bayi sudah bisa berguling untuk berganti posisi, biasanya pada usia 4-6 bulan, sebaiknya jangan lagi membedongnya saat tidur. 
  • Jangan lupa untuk memberi tahu anggota keluarga terdekat atau penjaga bayi Anda, seperti nenek atau babysitter, mengenai cara bedong bayi yang aman dan benar. 

Membedong bayi merupakan salah satu cara untuk menenangkan bayi baru lahir dan membuatnya merasa aman dan nyaman.

Namun, pastikan Anda melakukan cara bedong bayi yang aman dan benar guna meminimalkan risiko negatif yang ditimbulkan. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui apakah buah hati Anda perlu dibedong atau tidak. 

Baby Center. https://www.babycenter.com/how-to-swaddle-your-baby-gallery
Diakses pada 8 Mei 2020

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x7660/what-are-the-dos-and-donts-of-swaddling
Diakses pada 8 Mei 2020

Raising Children. https://raisingchildren.net.au/newborns/sleep/settling-routines/wrapping-in-pictures
Diakses pada 8 Mei 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx
Diakses pada 8 Mei 2020

Artikel Terkait