Ini Cara Bedong Bayi yang Aman dan Benar Beserta Manfaatnya


Cara bedong bayi tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa menyebabkan hipertermia. Meski berisiko, membedong bayi juga memiliki manfaat seperti membuat bayi lebih rileks.

(0)
Cara bedong bayi harus dilakukan dengan benar karena memiliki berisikoCara bedong bayi yang aman adalah memposisikan bayi dalam kondisi terlentang di atas kain bedong
Membedong bayi merupakan salah satu hal yang umum dilakukan pada bayi baru lahir. Tak heran bila orangtua biasanya sudah menyiapkan kain dalam berbagai macam warna dan gambar untuk membedong bayi. Namun, Anda perlu tahu cara bedong bayi yang benar dan aman agar Si Kecil terhindar dari risiko cedera.

Bagaimana cara bedong bayi yang benar dan aman?

Meski dapat memberikan manfaat, cara bedong bayi tentu tidak boleh sembarangan. Jadi, pastikan Anda mengetahui cara membedong bayi baru lahir yang aman dan benar dengan langkah-langkah berikut ini:
cara bedong baik yang aman dan benar agar tidak membahayakan bayi
Sumber gambar: Shutterstock

1. Lipat kain jadi bentuk segitiga

Cara bedong bayi yang pertama adalah menempatkan kain atau selimut untuk membedong bayi (panjangnya sekitar 15-20 cm) di permukaan yang rata (seperti kasur) dengan sudut kain atau selimut berada di atas sehingga menyerupai bentuk segitiga. Lalu, lipat sedikit sudut atas kain atau selimut tersebut. Setelah dilipat, langkah selanjutnya adalah menempatkan bayi di atasnya.

2. Tempatkan bayi di posisi yang tepat

Gendong bayi dan tempatkan perlahan di atas kain bedong. Pastikan bahu bayi berada tepat di atas batas lipatan kain atau selimut. 

3. Perhatikan posisi lipatan kain

Luruskan tangan kiri bawah bayi agar rapat dengan tubuh. Kemudian, tarik ujung kain di sisi kiri bayi hingga menutupi lengan kiri dan area dadanya. Selipkan ujung kain ini di bagian bawah ketiak lengan kanannya lalu ke punggung. Lipat kain bedong bayi bagian bawah ke arah pundak bayi. Ingat, jangan melipat kain terlalu ketat di area pinggul dan kaki bayi agar ia dapat bebas bergerak. 

4. Perhatikan posisi kain saat menutupi seluruh tubuh

Sambil memegang bayi dengan lembut agar tidak berpindah posisi, ambil ujung kain bedong sebelah sisi kanan bayi lalu tarik hingga menutupi seluruh tubuhnya. Lipat sisa kain bedong ke bagian punggung bayi. 

5. Pastikan bayi tetap bisa begerak

Saat membedong si Kecil, pastikan tangan dan kakinya masih bisa dapat bergerak bebas. Posisikan kakinya agak menekuk ke atas dan berikan sedikit kelonggaran pada ikatan bedong. Jangan biyarkan ikatan bedong terlalu kencang untuk menghindari cedera tangan dan kaki bayi.

Apa risiko jika cara bedong bayi tidak dilakukan dengan benar?

Cara membedong bayi perlu dilakukan dengan benar dan harus diperhatikan para orangtua. Pasalnya, jika cara membedong bayi baru lahir tidak dilakukan dengan benar, maka akan menimbulkan risiko cedera, penyakit, bahkan hingga kematian.Dikutip dari National Library of Medicine NIH, penelitian yang dilakukan McDonnel dan Moon (2014) menunjukkan fakta-fakta atau kejadian yang berhubungan dengan risiko penggunaan kantong atau bedong bayi yang menimbulkan cedera hingga kematian. Dari 36 kejadian, ditemukan kasus sebagai berikut:
  • 5 kasus bedong bayi ditemukan berhubungan dengan 1 kasus kematian, 2 cedera dan 2 potensi cedera
  • 18 kasus bedong bayi instan ditemukan berhubungan dengan 8 kematian, 10 potensi cedera
  • 1 kasus kematian yang tidak boleh disebutkan produk bedong yang dipakai
  • 12 kasus kematian berhubungan dengan bedong yang menggunakan kain/selimut biasa
Meski penelitian ini memiliki ketebatasan, namun para orangtua sebaiknya menjadikan ini sebagai pengingat bahwa menerapkan cara bedong yang benar sangatlah dibutuhkan. Anda bisa menghindari cedera atau kematian dengan memperhatikan hal-hal penting saat membedong bayi seperti berikut. 

Apa yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan buah hati?

Cara membedong yang salah dapat berisiko membahayakan buah hati Anda. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut saat membedong bayi agar terhindar dari risiko negatif yang ditimbulkan:
yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan
Jangan menempatkan kain bedong bayi lebih tinggi dari dadanya
  • Saat cuaca sedang panas, sebaiknya cukup kenakan bayi Anda kaos dalam dan popok. Sedangkan saat cuaca dingin, bayi Anda bisa menggunakan jumpsuit berbahan ringan. Dengan ini, bayi akan merasa nyaman serta tidak kepanasan ataupun kedinginan. 
  • Pastikan bayi tidak kepanasan saat dibedong. Semakin banyak lapisan bedong bayi, maka semakin berisiko terkena hipertermia. Perhatikan suhu tubuh bayi dengan mencermati kulit. Jika bayi berkeringat atau terasa basah, artinya suhu terlalu panas.
  • Pilih kain atau selimut bedong bayi dari kain yang nyaman agar bayi tidak merasa kepanasan. Penting pula untuk selalu mengecek suhu tubuhnya setiap beberapa jam. 
  • Salah satu cara bedong bayi yang aman dan benar adalah memposisikan bayi dalam kondisi terlentang di atas kain bedong. Jangan menidurkan bayi dalam posisi tengkurap. Pasalnya, memposisikan bayi tengkurap di atas kain bedong dapat menyebabkan risiko SIDS atau bayi mati mendadak (sudden infant death syndrome). 
  • Jangan membedong bayi terlalu ketat, terutama pada bagian kaki. Area pinggul dan kaki bayi yang tidak dapat bergerak bebas dapat meningkatkan risiko bayi terkena hip dysplasia, yakni gangguan pembentukan sendi pinggul di mana bagian atas tulang paha tidak berada tepat di rongga pinggul. 
  • Jangan membedong bayi hingga membungkus area kepala, dahi, atau telinganya. Menempatkan kain bedong bayi lebih tinggi dari dadanya dapat menyebabkan bayi sulit bernapas dan Si Kecil akan merasa kepanasan. 
  • Jika bayi harus tidur di ranjang yang sama dengan Anda dan pasangan, sebaiknya bayi tidak perlu dibedong karena ia akan merasa kepanasan. Selain itu, risiko bayi mati mendadak pun akan meningkat. Bayi aman dibedong apabila ia ditempatkan pada tempat tidurnya sendiri (boks bayi). 
  • Ketika bayi sudah bisa berguling untuk berganti posisi, biasanya pada bayi usia 3 bulan sampai 6 bulan, sebaiknya jangan lagi membedongnya saat tidur. 
  • Jangan lupa untuk memberi tahu anggota keluarga terdekat atau penjaga bayi Anda, seperti nenek atau babysitter, mengenai cara bedong bayi yang aman dan benar. 

Apa manfaat membedong bayi?

Kain atau selimut untuk membedong bayi umumnya masih digunakan oleh para ibu yang melahirkan. Membedong bayi adalah suatu cara melilitkan kain atau selimut kecil pada tubuh bayi yang bertujuan untuk memberi efek aman dan nyaman. Manfaat bedong bayi adalah menjaga bayi agar tidak terganggu dengan gerak refleksnya sendiri dan membantu menenangkan bayi yang rewel.Jika cara bedong si Kecil dilakukan dengan baik dan benar, balutan kain di sekeliling tubuh bayi seolah-olah menyerupai rahim ibu sehingga dapat menenangkan dan membuat bayi dapat tidur lebih pulasAmerican Academy of Pediatrics (AAP) juga membenarkan bahwa membedong bayi yang benar bisa bermanfaat untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak, lebih lama, nyaman dan menanangkan. Membedong bayi merupakan salah satu cara untuk menenangkan bayi baru lahir dan membuatnya merasa aman dan nyaman. Namun, pastikan Anda melakukan cara bedong bayi yang aman dan benar guna meminimalkan risiko negatif yang ditimbulkan. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui apakah buah hati Anda perlu dibedong atau tidak. 
bayi & menyusuibayimengatasi bayi rewelbayi baru lahir
Baby Center. https://www.babycenter.com/how-to-swaddle-your-baby-gallery
Diakses pada 8 Mei 2020
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x7660/what-are-the-dos-and-donts-of-swaddling
Diakses pada 8 Mei 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/newborns/sleep/settling-routines/wrapping-in-pictures
Diakses pada 8 Mei 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx
Diakses pada 8 Mei 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3992172/ Diakses pada 20 Oktober 2020AAP. https://patiented.solutions.aap.org/handout.aspx?gbosid=156543 Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait