logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Apakah Perlu Membedong Bayi? Begini Cara Bedong Bayi yang Aman dan Benar

open-summary

Cara bedong bayi tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa menyebabkan hipertermia. Meski berisiko, ada berbagai manfaat membedong bayi, seperti membuat bayi lebih rileks.


close-summary

9 Mei 2020

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara bedong bayi harus dilakukan dengan benar

Cara bedong bayi yang aman adalah memposisikan bayi dalam kondisi terlentang di atas kain bedong

Table of Content

  • Apakah bayi harus dibedong?
  • Manfaat membedong bayi
  • Bagaimana cara bedong bayi yang benar dan aman?
  • Risiko jika cara bedong bayi tidak dilakukan dengan benar
  • Apa yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan?

Cara bedong bayi adalah salah satu perawatan bayi baru lahir yang umum dilakukan dan juga perlu diketahui orangtua. Tak heran bila Anda biasanya sudah menyiapkan berbagai macam kain berwarna dan gambar untuk membedong bayi.

Advertisement

Namun, apakah bayi harus dibedong? Bagaimana cara membedong bayi yang benar dan aman agar si kecil terhindar dari risiko cedera? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Apakah bayi harus dibedong?

Membedong adalah cara tradisional membungkus bayi baru lahir dalam selimut tipis dan ringan untuk membantu si kecil merasa tenang dan bisa tidur.

Tujuan utamanya, membedong dapat membantu membuat bayi merasa nyaman dan aman seperti dalam rahim. Sebenarnya, pendapat medis pun terbagi mengenai apakah membedong bayi baik atau tidak.

Apabila Anda ingin melakukannya, selalu ikuti panduan bagiamana cara membedong yang aman agar si kecil tetap terlindungi.

Manfaat membedong bayi

Manfaat bedong bayi adalah menjaga bayi agar tidak terganggu dengan gerak refleksnya sendiri, agar tidak mencakar tubuhnya, membantu menghangatkan bayi, serta membantu menenangkan ketika ia rewel.

American Academy of Pediatrics (AAP) juga membenarkan bahwa cara membedong bayi yang benar dapat menenangkan dan membuat bayi dapat tidur lebih nyenyak dan pulas.

Di sisi lain, ada pula yang menganggap bahwa jika bayi tidak dibedong lututnya bakal bengkok. Anggapan yang menyatakan bahwa efek bayi tidak dibedong membuat lututnya bengkok hanyalah mitos.

Anda tak perlu khawatir jika lutut bayi yang baru lahir terlihat bengkok. Faktanya, semua bayi lahir ke dunia dengan lutut yang masih bengkok. Saat baru lahir, kedua tumit bayi saling mendekat dan lututnya saling menjauh, sehingga terlihat seperti huruf “O”. Hal ini normal karena saat di dalam rahim posisi bayi selalu meringkuk.

Membedong bayi juga tidak serta-merta akan membuat kakinya cepat lurus. Seiring dengan pertumbuhannya, lutut bayi akan lurus dengan sendirinya.

Baca Juga

  • 3 Cara Aman Menghangatkan ASI Agar Tidak Rusak
  • Cara Mengatasi Pilek pada Bayi yang Aman dan Efektif Tanpa Minum Obat
  • 5 Penyebab Bayi Menangis saat BAB yang Perlu Diketahui Orangtua

Bagaimana cara bedong bayi yang benar dan aman?

Meski dapat memberikan manfaat, membedong bayi tentu tidak boleh sembarangan. Jadi, pastikan Anda mengetahui cara membedong bayi baru lahir yang aman dan benar dengan langkah-langkah berikut ini:

cara bedong baik yang aman dan benar agar tidak membahayakan bayi
Sumber gambar: Shutterstock

1. Lipat kain jadi bentuk segitiga

Cara bedong bayi yang pertama adalah menempatkan kain atau selimut untuk membedong (panjangnya sekitar 15-20 cm) di permukaan yang rata (seperti kasur).

Pastikan sudut kain atau selimut berada di atas sehingga menyerupai bentuk segitiga. Lalu, lipat sedikit sudut atas kain atau selimut tersebut. Setelah dilipat, langkah selanjutnya adalah menempatkan bayi di atasnya.

2. Tempatkan bayi di posisi yang tepat

Gendong bayi dan tempatkan perlahan di atas kain bedong. Pastikan bahu bayi berada tepat di atas batas lipatan kain atau selimut. 

3. Perhatikan posisi lipatan kain

Luruskan tangan kiri bawah bayi agar rapat dengan tubuh. Kemudian, tarik ujung kain di sisi kiri bayi hingga menutupi lengan kiri dan area dadanya. Selipkan ujung kain ini di bagian bawah ketiak lengan kanannya lalu ke punggung. 

Lipat kain bedong bayi bagian bawah ke arah pundak bayi. Ingat, jangan melipat kain terlalu ketat di area pinggul dan kaki bayi agar ia dapat bebas bergerak. 

4. Perhatikan posisi kain saat menutupi seluruh tubuh

Sambil memegang bayi dengan lembut agar tidak berpindah posisi, ambil ujung kain bedong sebelah sisi kanan bayi lalu tarik hingga menutupi seluruh tubuhnya. Lipat sisa kain bedong dan selipkan ke bagian punggung bayi. 

5. Pastikan bayi tetap bisa begerak

Saat membedong bayi baru lahir, pastikan tangan dan kakinya masih bisa dapat bergerak bebas. Posisikan kakinya agak menekuk ke atas dan berikan sedikit kelonggaran pada ikatan bedong.

Jangan biarkan ikatan bedong terlalu kencang untuk menghindari cedera tangan dan kaki bayi.

Risiko jika cara bedong bayi tidak dilakukan dengan benar

Cara bedong bayi perlu dilakukan dengan benar dan harus diperhatikan para orangtua.

Pasalnya, jika cara membedong bayi baru lahir tidak dilakukan dengan benar, kemungkinan bisa menimbulkan risiko cedera, penyakit, bahkan hingga kematian.

Mengutip National Library of Medicine (NIH), penelitian yang dilakukan McDonnel dan Moon (2014) menunjukkan kejadian yang berhubungan dengan risiko penggunaan  bedong bayi yang menimbulkan cedera hingga kematian.

Dari 36 kejadian, ditemukan kasus sebagai berikut:

  • 5 kasus bedong bayi ditemukan berhubungan dengan 1 kasus kematian, 2 cedera dan 2 potensi cedera
  • 18 kasus bedong bayi instan ditemukan berhubungan dengan 8 kematian, 10 potensi cedera
  • 1 kasus kematian yang tidak boleh disebutkan produk bedong yang dipakai
  • 12 kasus kematian berhubungan dengan bedong yang menggunakan kain/selimut biasa

Meski penelitian ini memiliki ketebatasan, para orangtua sebaiknya menjadikan ini sebagai pengingat bahwa menerapkan cara bedong yang benar adalah wajib dilakukan.

Anda bisa mencegah cedera atau kematian dengan memperhatikan hal-hal penting saat membedong bayi.

Apa yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan?

yang perlu diperhatikan agar cara bedong bayi tidak membahayakan
Jangan menempatkan kain bedong bayi lebih tinggi dari dadanya

Cara membedong yang salah dapat berisiko membahayakan buah hati. Tak jauh berbeda dalam kondisi bayi mengenakan selimut. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut saat membedong bayi agar terhindar dari risiko negatif, seperti:

  • Saat cuaca panas, cukup kenakan bayi Anda kaos dalam dan popok. Sedangkan saat cuaca dingin, bayi bisa menggunakan jumpsuit berbahan ringan. Maka, ia akan merasa nyaman, tidak kepanasan, atau kedinginan. 
  • Pastikan bayi tidak kepanasan saat dibedong. Semakin banyak lapisan bedong, maka semakin berisiko terkena hipertermia. Perhatikan suhu tubuh bayi, jika bayi berkeringat atau terasa basah, artinya suhu terlalu panas.
  • Pilih kain atau selimut bedong bayi dari kain yang nyaman agar bayi tidak merasa kepanasan. 
  • Salah satu cara bedong bayi yang aman dan benar adalah memposisikan bayi dalam kondisi telentang di atas kain bedong. Jangan menidurkan bayi dalam posisi tengkurap.
  • Pasalnya, memposisikan bayi tengkurap di atas kain bedong dapat menyebabkan risiko SIDS atau bayi mati mendadak (sudden infant death syndrome). 
  • Jangan membedong bayi terlalu ketat, terutama pada bagian kaki. Area pinggul dan kaki bayi yang tidak dapat bergerak bebas dapat meningkatkan risiko bayi terkena hip dysplasia, yakni gangguan pembentukan sendi pinggul di mana bagian atas tulang paha tidak berada tepat di rongga pinggul. 
  • Jangan membedong bayi hingga membungkus area kepala, dahi, atau telinganya. Menempatkan kain bedong bayi lebih tinggi dari dadanya dapat menyebabkan bayi sulit bernapas dan kepanasan. 
  • Jika bayi harus tidur di ranjang yang sama dengan orangtua, sebaiknya bayi tidak perlu dibedong karena ia akan merasa kepanasan. Selain itu, risiko bayi mati mendadak pun akan meningkat.
  • Bayi aman dibedong apabila ia ditempatkan pada tempat tidurnya sendiri (boks bayi). 

Perlu orangtua ketahui pula bahwa bedong bayi hanya boleh dilakukan saat bayi baru lahir. Setelah ia menunjukkan tanda-tanda mulai belajar berguling, Anda tidak perlu membedongnya lagi.

Jadi, berapa lama bayi perlu dibedong? Kemungkinan bayi sudah bisa berguling atau tengkurap pada usia dua hingga empat bulan. Hentikan membedong bayi agar ia bebas bergerak serta mencegah terjadinya SIDS.

Jangan lupa untuk memberi tahu anggota keluarga terdekat atau penjaga bayi Anda, seperti nenek atau babysitter, mengenai cara bedong bayi yang aman dan benar. 

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai cara membedong bayi baru lahir yang benar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

bayi & menyusuibayimengatasi bayi rewelbayi baru lahirmerawat bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved