Badan Panas Dingin Gejala Sakit Apa? Ini Penjelasannya


Badan panas dingin gejala sakit apa? Bisa banyak kemungkinannya, mulai dari common cold hingga Covid-19. Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut?

(0)
30 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Badan panas dingin bisa menjadi gejala infeksi virusAnda disarankan beristirahat dengan cukup ketika badan panas dingin
Saat sistem imun sedang tidak fit, Anda mungkin akan merasa badan tidak enak bahkan kadang terasa demam, kadang menggigil atau meriang. Sebetulnya, badan panas dingin gejala sakit apa?Panas-dingin, atau dikenal juga dengan istilah meriang, adalah kondisi tubuh yang seperti menggigil yang kadang kala disertai kontraksi otot di sekujur tubuh atau gemetaran. Meriang bisa disebabkan oleh banyak hal, baik itu faktor fisik (penyakit tertentu), psikologis (sugesti), maupun keduanya.Sebelum panik, perlu diketahui bahwa demam panas dingin sebetulnya merupakan reaksi normal tubuh ketika memerangi infeksi tertentu. Meski demikian, Anda tetap dapat melakukan beberapa hal untuk membuat tubuh terasa nyaman dan tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

Badan panas dingin gejala sakit apa?

Covid-19 dapat memicu badan panas dingin
Ada banyak penyakit yang memiliki gejala badan panas dingin, beberapa di antaranya adalah:

1. Common cold

Common cold alias meriang adalah bentuk infeksi virus terhadap sistem imun. Hal ini membuat tubuh mengeluarkan respon alias gejala-gejala spesifik, seperti demam, tenggorokan sakit, bersin, batuk, pilek, dan sakit kepala.Ketika sistem imun Anda sedang baik, gejala tersebut mungkin tidak terlalu parah. Sebaliknya, jika sistem imun memburuk, tanda-tanda yang muncul bisa semakin parah, seperti nyeri otot, menggigil, mata merah, lesu, tidak nafsu makan, dan cepat lelah.

2. Infeksi virus atau bakteri

Selain common cold, panas dingin juga bisa mengindikasikan adanya infeksi virus atau bakteri di dalam tubuh. Penyakit infeksi pemicu masalah ini adalah influenza dan infeksi saluran kemih (ISK) yang harus mendapat penanganan dokter.

3. Kadar gula rendah

Panas dingin juga mungkin mengindikasikan tubuh yang sedang memiliki kadar gula rendah. Menurut Asosiasi Diabetes Amerika (ADA), kondisi ini dapat menimbulkan gejala ringan seperti panas dingin hingga tubuh yang gemetar.Pada beberapa kasus, rendahnya kadar gula dalam darah juga bisa mengganggu penglihatan hingga kejang. Kadar gula rendah juga berbahaya bagi penderita diabetes dan harus dihindari dengan diet seimbang serta mengonsumsi obat sesuai rekomendasi dokter.

4. Kondisi emosional

Selain faktor fisik, terdapat juga faktor psikologis yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami panas dingin. Faktor psikologis yang dimaksud misalnya gugup, terlalu sedih, atau bahkan senang secara berlebihan. Namun, kondisi ini biasanya mereda ketika kondisi emosional sudah kembali stabil.

5. Covid-19

Di masa pandemi ini, jawaban untuk pertanyaan “Badan panas dingin, gejala sakit apa?” bisa mengarah pada Covid-19. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala infeksi virus corona ini memang mirip dengan common cold atau influenza, seperti adanya demam, batuk kering, dan lesu.Meski demikian, banyak kasus melaporkan gejala khas Covid-19 adalah hilangnya kemampuan indra penciuman dan pengecap yang artinya Anda tidak bisa mencium bau atau mengecap rasa di lidah. Gejala lain yang biasanya terjadi pada pasien Covid-19 adalah nyeri sendi, diare, dan radang tenggorokan.Untuk memastikan diagnosis Covid-19, Anda harus menjalani tes usap (swab) di pusat kesehatan. Selama hasilnya belum keluar, Anda dianjurkan untuk tetap berada di rumah dan menjalankan protokol kesehatan.

Apa yang bisa Anda lakukan saat badan panas dingin?

Beristirahatlah saat badan panas dingin
Penanganan gejala panas dingin akan sangat tergantung dari penyebabnya. Namun pada prinsipnya, jika demam masih tergolong moderat (kurang dari 38,6 derajat Celcius) dan tidak disertai gejala gawat darurat, seperti sesak napas, kejang, maupun kehilangan kesadaran, Anda masih bisa menjalani perawatan di rumah, seperti:
  • Beristirahat dengan cukup
  • Banyak minum untuk mencegah dehidrasi
  • Memakai baju dan selimut yang tipis. Hindari membalut tubuh dengan jaket atau selimut tebal agar uap yang keluar dari badan tidak terperangkap yang justru meningkatkan suhu
  • Mandi dengan air hangat. Jangan mandi dengan air terlalu dingin, yang hanya akan membuat Anda menggigil
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri atau penurun panas, seperti paracetamol (acetaminophen), ibuprofen, maupun aspirin
Obat-obatan di atas bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter, tapi pastikan Anda mengikuti aturan pakainya untuk mencegah efek samping. Selain itu, obat-obatan pereda nyeri hanya berfungsi membuat tubuh nyaman hingga sistem imun berhasil memerangi virus, bukan membunuh virus itu sendiri.Baca Juga: Obat Meriang di Apotik dan dari Bahan Alami yang Ampuh

Catatan dari SehatQ

Jangan sembarangan meminum antibiotik, kecuali dengan resep dokter. Antibiotik hanya mampu membunuh bakteri, bukan virus, serta bisa menimbulkan resistensi jika dikonsumsi sembarangan.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mengatasi badan panas dingin, Anda juga bisa berkonsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pilekfluinfluenzacoronavirusvaksin corona
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/chills
Diakses pada 15 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/166606
Diakses pada 15 Desember 2020
WHO. https://www.who.int/health-topics/coronavirus
Diakses pada 15 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/chills
Diakses pada 15 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait