logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Badai Sitokin, Kondisi Kritis Pasien Covid-19 yang Berisiko Kematian

open-summary

Badai sitokin adalah reaksi abnormal sistem imun. Sitokin berperan sebagai alarm untuk memerintahkan sistem imun melawan penyakit. Namun, jumlah sitokin yang terlalu banyak membuat sistem imun terus bekerja dan menyebabkan peradangan ekstrem.


close-summary

7 Mei 2021

| Rhandy Verizarie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

badai sitokin

Badai sitokin bisa berakibat fatal bagi penderita Covid-19 (Sumber gambar: Stefano Guidi/Shutterstock)

Table of Content

  • Apa itu badai sitokin?
  • Badai sitokin dan COVID-19
  • Ciri-ciri badai sitokin
  • Cara mengatasi badai sitokin
  • Catatan dari SehatQ

Sitokin merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Protein ini bertugas untuk menyerang virus dan menghentikan infeksi. Akan tetapi, jumlahnya yang berlebihan bisa menyebabkan badai sitokin.

Advertisement

Istilah ini kemudian kian populer saat pandemi Covid-19 terjadi. Badai sitokin atau cytokine storm merupakan sebuah kindisi gawat darurat yang meningkatkan risiko meninggal dunia. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu badai sitokin?

Badai sitokin (cytokine storm) adalah reaksi berlebihan (abnormal) sistem imun tubuh akibat terlalu banyak memproduksi protein kekebalan, yang bernama sitokin. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan hebat pada tubuh dan menyebabkan kegagalan fungsi organ.

Menurut National Cancer Institute, sitokin sebenarnya adalah komponen penting dalam sistem imun yang bertugas memberikan sinyal dan reaksi untuk melakukan mekanisme pertahanan terhadap serangan penyakit.

Meski demikian, kadar sitokin yang berlebihan justru dapat membahayakan tubuh. Pasalnya, pelepasan sitokin dalam jumlah banyak akan membuat sel-sel kekebalan terus mengirimkan sinyal bahaya secara berlebihan. Sel ini bahkan dapat terus bekerja sekalipun infeksi utamanya sebenarnya telah sembuh.

Akibatnya, sinyal yang berlebihan mengganggu fungsi normal tubuh dan terjadi peradangan hebat pada area tubuh yang terdampak. Kondisi ini bisa berakibat fatal dan meningkatkan risiko kematian apabila tidak segera ditangani. Parahnya, badai sitokin bisa lebih berbahaya dari penyakit utama yang terjadi.

Baca Juga

  • Cara Social Distancing yang Efektif Cegah Penyebaran Corona
  • INFOGRAFIK: Yang Harus Dipersiapkan Saat Memasuki Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi
  • Tes Covid-19 dengan Air Liur Dapat Izin Kemenkes, Sensitivitasnya 94%

Badai sitokin dan COVID-19

Lantas, apa kaitan antara cytokine storm dan COVID-19? Seperti yang sudah dijelaskan, gangguan kesehatan ini terjadi akibat abnormalitas respons sistem kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.

Saat SARS-CoV-2 menyerang paru-paru, sitokin akan menuju organ pernapasan dan mengikatkan diri pada reseptor sel. Nantinya, sel-sel kekebalan tubuh akan menyusul ke paru-paru untuk mulai melakukan perlawanan terhadap virus.

Normalnya, sitokin akan berhenti bekerja saat sel imun tiba di paru-paru yang terinfeksi. Namun, dalam kasus badai sitokin, protein ini akan terus mengirimkan sinyal yang menyebabkan sel-sel kekebalan datang terus-menerus padahal infeksi sudah mereda.     

Dalam kondisi normal, peradangan yang terjadi sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit. Akan tetapi, sel kekebalan yang datang secara berlebihan membuat peradangan ekstrem pada paru-paru.

Peradangan tersebut bahkan dapat tetap terjadi kendati infeksi virus sudah berhasil diatasi. 

Menurut ahli virologi dan imunologi dari Georgia State University, Mukesh Kumar, PhD, kondisi ini  dapat menyebabkan kematian sel dan jaringan pada paru-paru.

Itu sebabnya, badai sitokin ini sangat berbahaya bagi penderita COVID-19 sehingga memerlukan penanganan khusus.

Penyebab badai sitokin sendiri hingga saat ini belum diketahui. Para ahli berpendapat bahwa kondisi ini berkaitan dengan penyakit autoimun, seperti juvenile arthritis. 

Selain itu, adanya infeksi serius pada tubuh dan terapi pengobatan penyakit kanker juga disebut-sebut menjadi pemicu terjadinya kondisi ini

Ciri-ciri badai sitokin

Badai sitokin umumnya ditandai oleh ciri-ciri, seperti:

  • Demam tinggi
  • Pembengkakan pada tubuh
  • Kulit memerah
  • Kelelahan ekstrem
  • Mual 

Pada kasus yang parah, cytokine storm dapat memicu terjadinya kerusakan bahkan kegagalan organ. 

Cara mengatasi badai sitokin

Pengobatan badai sitokin tergantung dari organ yang terdampak. Pada kasus COVID-19, pasien akan membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasannya, sebab paru-paru menjadi organ yang terdampak. 

Setelah itu dokter akan memberikan obat melalui infus, seperti Actemra. Obat ini sejatinya digunakan pada penyakit rheumatoid arthritis. Actemra bekerja dengan cara menghambat reseptor sitokin IL-6.

Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, Actemra terbukti dapat meredakan cytokine storm yang terjadi. Akan tetapi, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. 

Catatan dari SehatQ

Setiap orang berisiko terserang Covid-19, terlepas dari kondisi kesehatannya. Ini karena amat banyak faktor yang memengaruhi. Meski demikian, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama.

Pola hidup sehat dan taat protokol kesehatan dapat sangat membantu dalam proses penyembuhan hingga tingkat keparahan gejala yang muncul.

Para ahli hingga saat ini masih terus melakukan penelitian terhadap sejumlah obat-obatan lainnya untuk mencari tahu potensi obat-obatan tersebut dalam menangani badai sitokin yang terjadi pada penderita COVID-19. 

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar gejala Covid-19 atau perihal badai sitokin, konsultasilah dengan dokter Anda. Anda juga bisa menggunakan layanan chat dokter langsung di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play untuk konsultasi medis yang mudah dan cepat. Gratis!

Advertisement

autoimunpenyakit autoimuncovid-19

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved