Babbling: Ocehan Bayi yang Punya Banyak Makna, Plus Ketahui Juga Cara Menstimulasinya


Babbling adalah ocehan bayi yang biasa mulai terdengar sejak usia 4 bulan. Meski Anda mungkin tak mengerti maksudnya, ocehan bayi menandakan perkembangan berbahasa si Kecil sudah mulai terasah.

(0)
Babbling adalah ocehan bayi yang muncul sejak usia 4 bulanBabbling adalah ocehan bayi yang merupakan salah satu tanda perkembangan bahasa
Babbling adalah bunyi ocehan bayi yang tersusun dari suara dari huruf vokal dan konsonan, misalnya seperti “ba-ba” “ma-ma”.Pada awalnya, suara ocehan bayi itu seperti tak bermakna.Namun, lama kelamaan, si Kecil dapat menggabungkan lebih banyak suku kata untuk membentuk kata dasar yang berarti.Oleh karena itu, babbling menjadi salah satu tahapan tumbuh kembang bayi yang patut Anda nantikan dan perhatikan.

Kapan bayi mulai mengoceh?

Babbling adalah ocehan bayi yang dimulai saat ia berusia 4 hingga 6 bulan
Babbling adalah ocehan bayi yang dimulai saat ia berusia 4 hingga 6 bulan
Babbling adalah permulaan bagi bayi untuk mempelajari suara-suara yang biasa digunakan dalam dialog sehari-hari.Menurut penelitian terbitan Encyclopedia of Child Behavior and Development, babbling adalah perilaku verbal bayi selama tahun pertama kehidupannya yang disebut sebagai masa prelinguistik.Disebut masa prelinguistik karena ocehan atau babbling adalah pengulangan suara yang tidak mengandung arti dari kata yang sebenarnya.Bila Anda mendengar ocehannya seperti percakapan, ini bisa disebut sebagai baby jargon.Umumnya, bayi mulai mengoceh umur 4 hingga 6 bulan. Kemudian seiring tumbuh kembangnya, bayi akan dapat terus mengembangkan kombinasi huruf vokal dan konsonan yang lebih rumit sebagai caranya berkomunikasi dengan orang sekitar.Ini adalah tahapan perkembangan bayi berbicara dan berbahasa:
  • Usia 6 minggu-3 bulan: Suara vokal seluruhnya masih dengan dengungan.
  • Usia 4-5 bulan: Perpaduan huruf vokal dan konsonan (a-ga, a-ba, a-da)
  • Usia 6 bulan: Mengulang-ulang kombinasi vokal dan konsonan (ba-ba-ba-ba)
  • Usia 8 bulan: Menyebut dua jenis kombinasi vokal dan konsonan tanpa arti (da-da, ma-ma, ha-ha)
  • Usia 8-18 bulan: Kata singkat atau suara dengan arti (seperti "ma" untuk memanggil "Mama").
Sebagian besar bayi sudah mampu mengucapkan kata pertamanya yang bermakna pada saat usia 1 tahun.

Cara menstimulasi ocehan bayi

Berdasarkan penjelasan di atas, babbling adalah suatu patokan perkembangan bayi yang penting untuk kemampuan komunikasinya saat dewasa.Maka itu, Anda sebaiknya menstimulasi bayi untuk mulai mengoceh.Apa saja yang bisa Anda lakukan?Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar orang tua melakukan 8 tips berikut untuk mengajak bayi mengoceh:

1. Rajin ajak anak ngobrol

Sering-seringlah ajak bayi mengobrol bahkan sejak ia masih sangat kecil dan belum mengerti sama sekali. Apa pun yang sedang terjadi atau apa yang sedang Anda lakukan, sampaikanlah kepada Si Kecil selayaknya sedang mengobrol dengan teman sendiri.Meski si Kecil belum paham dan belum bisa membalas pembicaraan Anda, kata-kata yang ia dengar akan terserap dan disimpan dalam otak sebagai dasar dari “bank” kosakatanya nanti.Selama mengobrol dengan bayi Anda, buatlah kontak mata dengannya.Dengan bertatap muka dan memeluknya, ia bisa lebih baik mendengar dan memahami suara Anda karena juga melihat melihat mimik wajah Anda.

2. Bacakan cerita

Membacakan cerita mampu menstimulasi babbling pada bayi
Membacakan cerita mampu menstimulasi babbling pada bayi
Ingatlah bahwa babbling adalah tahapan bagi bayi belajar suara-suara yang biasa digunakan saat berbicara.Maka membacakan cerita, meski bayi Anda belum mengerti, juga baik untuk menstimulasi babbling pada waktunya nanti.Dengan bercerita, bayi akan ikut menambah simpanan kosakatanya. Ketika Anda membaca, Anda juga bisa menunjuk gambar atau benda tertentu yang memiliki arti yang sama dengan kata yang Anda ucapkan.Ketika bercerita, sesekali tataplah si Kecil agar ia bisa lebih mengerti maksud dari suatu kata tertentu dengan melihat ekspresi Anda.

3. Ikut mengoceh

Memang, hal ini terkesan konyol, tetapi patut untuk dicoba. Anda bisa membuat serangkaian suara yang tidak bermakna saat berinteraksi dengan Si Kecil.Bila terasa sulit, Anda bisa lakukan saat beraktivitas seperti biasa. Anda juga bisa mengulangi kata sederhana untuk mengoceh seperti Si Kecil.Semisal, bila ia minum susu, Anda bisa mengatakan "mumumumu".Cara lainnya, tiru suara ocehan bayi. Saat Si Kecil mengoceh, Anda bisa membalasnya dengan ocehan lagi.Tunggu responnya setelah itu. Jangan khawatir bila ia tidak bisa segera meniru Anda atau membalasnya.Sebab, hal yang terpenting adalah ia menyimak apa yang Anda sampaikan melalui suara Anda.

4. Buat suara lainnya

Ikut menirukan ocehan Si Kecil juga disarankan agar ia tetap babbling
Ikut menirukan ocehan Si Kecil juga disarankan agar ia tetap babbling
Anda bisa "membuat suara" ketika Anda menguap palsu, batuk, bersin, dan mendengkur.Selain itu, Anda bisa juga mengatakan "Muah" saat ingin menciumnya. Tidak perlu segera ditiru, yang penting buah hati Anda tertarik mendengarkannya.

5. Libatkan gerakan tubuh

Saat Anda mengajaknya mengoceh, ajak Si Kecil untuk meniru gerakan Anda, seperti tepuk tangan, injak kaki, dan melambaikan tangan. Hal ini juga mampu mengasah perkembangan motorik bayi.

6. Gunakan nada suara yang ekspresif

Mengajak bayi ngobrol mampu merangsang ia untuk babbling
Mengajak bayi ngobrol mampu merangsang ia untuk babbling
Suara dengan nada tinggi dan terkesan "berlebihan" sebenarnya memiliki tujuan tertentu.Bayi dan anak-anak menanggapi perubahan nada yang drastis. Hal ini berguna agar ia lebih memerhatikan dengan baik.

Perkembangan babbling pada bayi dengan gangguan pendengaran

Babbling adalah perkembangan bayi yang tidak bisa lepas dari peran suara. Bila bayi sudah mulai mempelajari suara, bagaimana dengan bayi yang mengalami gangguan pendengaran?Sebenarnya, bayi dengan kondisi ini juga mulai mengoceh seperti bayi lainnya, hanya saja sedikit terhambat.Sayangnya, kemajuan tersebut terhenti pada tahap celoteh yang sudah mulai terdengar mirip dengan kata-kata yang bermakna.Hal ini dikarenakan bayi dengan gangguan pendengaran tidak mampu mendengar kata-kata orang dewasa di sekitarnya yang bisa ditiru.

Catatan dari SehatQ

Babbling adalah salah satu tahapan perkembangan agar bayi bisa bicara. Tentu, kemampuan berbicara dan berbahasa yang sesuai dengan usianya merupakan indikator bayi sehat.Perlu diingat jika Anda ingin memaksimalkan kemampuan babbling Si Kecil, sebisa mungkin kurangi penggunaan gadget elektronik sampai ia berusia 2 tahun.Paparan media digital, seperti televisi, ponsel, maupun tablet, mampu mengurangi kemampuan anak kecil untuk fokus serta menghambat kemampuan berbahasanya.Terlebih semakin banyak waktu yang dipakai untuk melihat layar, semakin sedikit waktu untuk berinteraksi dengan orang lain. Padahal, hal ini penting untuk perkembangan bahasa.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait perkembangan bayi secara umum, Anda bisa tanyakan langsung dengan dokter anak terdekat Anda.Anda juga bisa chat dokter gratis melalui  aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuiibu dan anaktumbuh kembang bayikesehatan anaktumbuh kembang anakperkembangan anakperkembangan bayi
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/babbling/ Diakses pada 1 April 2021Live Science. https://www.livescience.com/65110-why-do-babies-babble.html Diakses pada 1 April 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/when-do-babies-start-talking-5091993 Diakses pada 1 April 2021Encyclopedia of Child Behavior and Development. https://link.springer.com/referenceworkentry/10.1007%2F978-0-387-79061-9_271 Diakses pada 1 April 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/language-milestones-0-to-12-months Diakses pada 1 April 2021Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara Diakses pada 1 April 2021Speech Blog UK. https://speechbloguk.com/top-tips-for-encouraging-children-to-babble/ Diakses pada 1 April 2021Nicklaus Children's Hospital. https://www.nicklauschildrens.org/patient-resources/blog/2018/from-babbling-to-words-how-to-stimulate-your-child Diakses pada 1 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait