BAB Normal Bayi Baru Lahir, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?


BAB normal bayi usia 0-6 bulan bisa diperhatikan dari tampilan, bau, dan seberapa sering Si Kecil BAB. BAB bayi baru lahir sebaiknya Anda amati untuk memantau kondisi kesehatannya.

0,0
BAB normal bayi usia 0-6 bulan bisa dilihat dari tampilan hingga baunyaBAB normal bayi usia 0-6 bulan bisa diamati dari tampilan hingga baunya
BAB normal bayi baru lahir harusnya seperti apa? Belum banyak orang tua yang memahami pentingnya mengenali pola pup bayi yang normal di usia 0-6 bulan.Padahal, pola BAB merupakan salah satu indikator kesehatan si Kecil yang mudah untuk diperhatikan.Perlu Anda ketahui, pup bayi yang normal bisa dilihat dari empat aspek, yaitu: 
  • Seberapa sering bayi BAB (frekuensi)
  • Tekstur
  • Warna
  • Bau
Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Frekuensi BAB bayi baru lahir

BAB bayi baru lahir yang minum ASI normalnya sebanyak 3-12 kali
BAB bayi baru lahir yang minum ASI normalnya sebanyak 3-12 kali
BAB adalah bagian dari proses pencernaan manusia yang normal. Buang air besar merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan kuman, sisa makanan, dan sisa metabolisme dari saluran pencernaan.Mengetahui berapa kali BAB bayi yang normal dapat membantu Anda memastikan apakah si Kecil sudah mendapatkan cukup ASI atau tidak. Oleh karena itu, frekuensi pup bayi juga bisa menjadi pertanda apakah ia kekurangan cairan atau sembelit.Lantas, bayi pup normalnya berapa kali sehari? Pada 6 minggu pertama kehidupannya, bayi bisa pup 3-12 kali terutama pada bayi yang diberikan ASI.Lebih lanjut, seberapa seringnya bayi usia 0-6 bulan pup juga dipengaruhi oleh sumber makanannya.Berbeda dengan anak yang minum susu formula. Pada enam minggu pertama hidupnya, bayi baru lahir yang diberikan susu formula cenderung lebih jarang pup yakni hanya 1-4 kali dalam sehari.Setelah berusia sebulan, bayi sufor cenderung buang air besar 2 kali sehari saja hingga ia berusia 6 bulan setelah mengonsumsi MPASI.Nah ketika bayi sudah mencapai usia 6 bulan dan mulai mengonsumsi MPASI, frekuensi BAB si Kecil normalnya akan lebih banyak daripada sebelumnya.

Tekstur BAB bayi baru lahir

Sumber makanan juga memengaruhi tekstur BAB normal bayi usia 0-6 bulan. Sebab, sumber makanan bayi mulai beragam ketika sudah diperkenalkan dengan MPASI.Oleh karena itu, Anda mungkin mendapati tekstur pup bayi di usia 1 bulan lebih cair ketimbang bayi yang berusia 6 bulan.

1. Tekstur BAB bayi baru lahir

BAB bayi baru lahir disebut juga mekonium. Sebenarnya, mekonium adalah kotoran yang dibawa di usus bayi sejak dalam kandungan. Mekonium bisa disebut sebagai pup pertama yang keluar pada bayi baru lahir.Tekstur mekonium yang normal adalah kental, lengket, dan terlihat berlendir. Mekonium terdiri dari sisa cairan ketuban, lendir, rambut halus pada tubuh bayi selama di dalam rahim, empedu, dan sisa sel-sel kulit..Dikutip dari National Center for Biotechnology Information, biasanya mekonium akan keluar pada 24-48 jam setelah bayi dilahirkan. Pada bayi prematur, keluarnya mekoniumnya cenderung tertunda

2. Tekstur BAB bayi baru lahir ASI eksklusif

Tekstur BAB bayi baru lahir yang normal selama menyusu ASI eksklusif adalah lembut, berukuran 2,5 cm atau lebih besar. Terkadang tampak cair dan berair. Bahkan, kotorannya terkadang terlihat seperti saus mustard yang terdapat biji-biji putih mengambang di permukaannya. Jika pup bayi berair, Anda tidak perlu khawatir. Anda cukup memastikan bayi tetap mau menyusu dengan baik dan tidak muncul tanda-tanda penyakit lainnya.Di lain waktu, BAB normal bayi usia 0-6 bulan yang menyusu eksklusif juga terkadang berlendir. Pup bayi berlendir masih wajar, sebab ia mengonsumsi foremilk atau ASI yang baru keluar yang kaya laktosa, rendah lemak dan kalori.Namun, setelah memasuki usia 6 bulan dan menerima makanan padat, fesesnya berubah menjadi lebih padat.

3. Tekstur BAB bayi baru lahir yang minum susu formula

ASI umumnya menjadi sumber makanan bayi yang paling direkomendasikan. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat Si Kecil mendapatkan susu formula. Ternyata, hal ini memengaruhi tekstur pupnya.Tekstur pup bayi yang minum susu formula normalnya lebih padat dan tidak encer, mirip selai kacang.Konsistensinya pun semakin padat bila ia sudah mulai mengonsumsi MPASI di usai 6 bulan.

Warna BAB normal bayi baru lahir

Feses bayi baru lahir yang normal adalah kuning kecokelatan
Feses bayi baru lahir yang normal adalah kuning kecokelatan
BAB bayi baru lahir yang berupa mekonium biasanya berwarna hitam kehijauan. Lalu, warna pup bayi pun akan berubah menjadi kuning-kecokelatan begitu memasuki usia empat hari hingga seterusnya. Pada bayi usia 6 minggu yang minum susu formula, warna BAB yang normal adalah cokelat muda atau hijau muda yang samar.Warna BAB bayi bisa terlihat cokelat gelap hingga kehitaman jika ia mengonsumsi susu formula atau suplemen zat besi.Namun, warna kehitaman ini tidak normal pada usia bayi 1 minggu ke atas. Warna pup bayi baru lahir yang hitam bisa menandakan adanya pendarahan pada saluran pencernaannya.Selain pup hitam, ada pula warna pup bayi yang tidak normal dan harus Anda waspadai, yaitu:

1. Warna pup bayi hijau encer

Pup bayi kehijauan bukanlah tanda BAB bayi normal jika tekstur berair, encer, dan muncul beberapa kali dalam sehari. Ini kemungkinan menandakan bayi diare atau alergi karena Anda mengganti pola makan tertentu saat menyusui.Bila Si Kecil mengonsumsi susu formula, bisa jadi ia memiliki alergi atau intoleransi tertentu. Bahkan, bisa jadi ia mengalami kasus yang serius, seperti infeksi bakteri atau virus.Bila berwarna kuning muda atau kehijauan dengan lendir, bisa jadi ini pertanda infeksi virus, seperti pilek atau sakit perut.

2. Pink atau kemerahan

BAB yang berwarna pink atau memiliki garis-garis kemerahan bisa menandakan adanya darah pada pup bayi baru lahir. Sebaiknya, Anda segera hubungi dokter anak karena bisa jadi ini enandakan alergi susu, robekan pada area anus akibat sembelit, atau bahkan infeksi bakteri.Ada kemungkinan pula Si Kecil menelan ASI yang berdarah atau puting Anda berdarah dan pecah-pecah saat menyusui Si Kecil.

3. Putih dan terlihat berkapur

Memang, warna pup bayi baru lahir ini jarang terjadi. Namun, hal ini bisa menandakan adanya masalah pada organ livernya.Sebab, liver Si Kecil tidak memproduksi empedu agar mencerna asupan nutrisi dengan benar. Jadi, segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bau BAB bayi baru lahir yang normal

Setelah bayi lahir selama beberapa hari, bau BAB normal bayi usia 0-1 bulan tercium sangat samar.Lama-kelamaan, bakteri di ususnya pun semakin bertambah dan membuat tinja menjadi bau.Bau BAB bayi yang baru lahir dan diberi ASI eksklusif tidak terlalu menyengat. Lain halnya dengan bayi yang diberi susu formula, bau fesesnya pun terasa cukup intens.Inilah bau BAB bayi baru lahir  yang perlu Anda khawatirkan:
  • Bau sangat asam: Bisa jadi bayi alergi atau intoleransi nutrisi tertentu.
  • Bau sangat busuk: Menandakan adanya masalah penyerapan nutrisi pada saluran pencernaan. Kondisi ini biasanya terjadi saat bayi mengalami infeksi atau kondisi kesehatan tertentu yang menghambat penyerapan zat gizi. Bila kondisi ini disertai dengan pup berlendir dan berminyak, berat badannya rendah, dan pertumbuhannya terhambat, maka dikhawatirkan ia mengidap fibrosis kistik.
Akan tetapi, pada bau yang sangat busuk, bila bayi masih terlihat tumbuh dengan baik, warna tinjanya normal, dan teksturnya wajar, maka hal ini tidak perlu Anda khawatirkan.

Catatan dari SehatQ

BAB bayi baru lahir bisa menjadi pertanda bahwa Si Kecil dalam keadaan sehat. Ada beberapa perubahan samar yang bisa Anda lihat dari fesesnya adalah hal yang wajar. Namun, jika terjadi secara signifikan, segera bawa ke dokter anak terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait tanda-tanda bayi sehat lainnya, Anda bisa chat dokter gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuidiare pada bayifeses bayimerawat bayifeses
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539732/
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-often-should-a-newborn-poop
Diakses pada 15 Juli 2021
KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/grow13m.html
Diakses pada 15 Juli 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health-and-safety/newborn-infant-baby-poop/
Diakses pada 15 Juli 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/9616.htm
Diakses pada 15 Juli 2021
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542240/
Diakses pada 15 Juli 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/breastfed-baby-poop
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/breastfed-poop
Diakses pada 15 Juli 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325896
Diakses pada 15 Juli 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/foremilk-431991
Diakses pada 15 Juli 2021
Baby Center. https://www.babycenter.com/baby/diapering/what-are-normal-bowel-movements-for-formula-fed-babies_1334497
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline.  https://www.healthline.com/health/parenting/how-often-should-a-newborn-poop
Diakses pada 15 Juli 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health-and-safety/baby-poop-colors-textures/
Diakses pada 15 Juli 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327218
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-poop-color
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/newborn-poop
Diakses pada 15 Juli 2021
Parents. https://www.parents.com/baby/diapers/dirty/the-scoop-on-poop-whats-normal-whats-not/
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/stools-foul-smelling
Diakses pada 15 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/mucus-in-baby-poop
Diakses pada 15 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait