Kenali Penyebab Kencing Berdarah dan Cara Mengobatinya


Kencing berdarah bisa disebabkan oleh berbagaimacam faktor, mulai dari kondisi yang tidak serius hingga penyakit yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.

(0)
24 Oct 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kencing berdarah bisa disebabkan oleh banyak faktorSalah satu penyebab kencing berdarah yang paling umum terjadi adalah infeksi saluran kemih
Pernahkah Anda mengalami kencing berdarah? Munculnya darah dalam urine tentu saja membuat khawatir karena bisa jadi penyebab kencing darah bukan hanya infeksi saluran kemih tetapi penyakit lain yang membahayakan.Urine yang mengandung darah disebut hematuria gross. Biasanya hal ini menyebabkan warna urine berubah menjadi kecoklatan, merah muda atau merah. Ada juga hematuria mikroskopik yaitu ketika darah tidak terlihat dalam urine tetapi bisa terlihat ketika sampel urine diuji di laboratorium. Kencing berdarah bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis yang mengkhawatirkan. Maka dari itu, kenalilah beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebab kencing berdarah ini. 

Penyebab kencing berdarah

Darah bisa berada dalam urine karena ginjal atau organ lain dalam sistem berkemih mengalami suatu kondisi yang membuat sel darah merah merembes ke urine. Berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkan kencing berdarah:

1. Infeksi saluran kemih

Penyebab kencing berdarah yang pertama adalah infeksi saluran kemih. Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri yang masuk melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Gejala bisa berupa sakit dan sensasi terbakar saat berkemih, serta nyeri pada perut bagian bawah. Pada kondisi infeksi saluran kemih, Anda tidak dapat melihat darah secara kasat mata namun ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium akan tampak darah pada sampel urine Anda. 

2. Penyakit ginjal

Kondisi ini bisa terjadi ketika bakteri masuk ke ginjal melalui aliran darah atau melalui saluran kemih. Gejalanya serupa dengan infeksi saluran kemih dan biasanya disertai rasa sakit di pinggang.Hematuria mikroskopik menjadi gejala umum adanya peradangan di sistem penyaringan pada ginjal atau glomerulonefritisInfeksi tersebut bisa muncul akibat diabetes atau akibat infeksi virus dan bakteri dan masalah imunitas tubuh. Kondisi tersebut memengaruhi pembuluh kapiler yang menyaring darah di ginjal. 

3. Batu ginjal atau di batu di kandung kemih

 Mineral-mineral dalam urine bisa mengendap dan mengkristal menjadi batu di ginjal maupun kandung kemih. Keberadaan batu biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan gejala kecuali jika batunya menyumbat aliran kencing atau dikeluarkan bersama urine. Batu ginjal dan batu di kandung kemih bisa menyebabkan hematuria mikroskopik maupun hematuria gross.

4. Pembesaran kelenjar prostat

Kelenjar prostat umumnya mulai membesar saat pria mencapai usia paruh baya. Kondisi tersebut bisa menghimpit uretra dan menyebabkan aliran kemih tidak lancar. Gejalanya berupa kesulitan berkemih, tidak puas seusai berkemih, keluarnya urine sedikit-sedikit, dan kencing berdarah baik mikroskopik mau pun gross. Infeksi pada kelenjar prostat juga menimbulkan gejala-gejala yang serupa. 

5. Kanker

Kencing berdarah, terutama jenis hematuria gross bisa jadi merupakan tanda adanya kanker ginjal, kanker kandung kemih atau kanker prostat stadium lanjut. Gejala tersebut diikuti dengan penurunan berat badan secara drastis, tidak nafsu makan, dan mudah lelah.Sayangnya, kanker pada organ-organ tersebut memang tidak menimbulkan gejala pada stadium awal ketika kankernya masih lebih mudah diatasi. 

6. Penyakit keturunan

Beberapa penyakit keturunan seperti anemia sel sabit yang menyebabkan kelainan pada hemoglobin di sel darah merah bisa jadi penyebab kencing berdarah. Demikian juga dengan sindrom Alport yang memengaruhi membrane penyaring di dalam ginjal. 

7. Cedera pada ginjal

Benturan atau cedera lain pada ginjal akibat kecelakaan dan olahraga kontak fisik bisa menyebabkan kencing berdarah. 

8. Penggunaan obat-obatan

Obat-obat anti kanker dan antibiotik seperti penisilin bisa menjadi penyebab kencing berdarah. Jika menggunakan obat antikoagulan juga terkadang nampak ada darah di urine, demikian juga saat menggunakan obat pengencer darah

9. Olahraga terlalu berat

Kejadian kencing berdarah akibat olahraga terlalu keras memang jarang terjadi tetapi ada. Penyebabnya tidak diketahui pasti namun diduga berkaitan dengan trauma di kandung kemih misalnya berupa benturan saat berolahraga, dehidrasi atau penghancuran sel-sel darah merah yang terjadi karena aktivitas olahraga terlalu keras. 

Pengobatan kencing berdarah

Pengobatan dilakukan berdasarkan penyebab kencing berdarah. Oleh sebab itu, diperlukan tes urine untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut. Hematuria akibat infeksi bisa dobati dengan antibotik dan hematuria akibat obat-obatan akan berhenti saat penggunaan obat dihentikan. Untuk kondisi medis lainnya yang menyebabkan hematuria, pengobatannya mungkin lebih kompleks dan pemeriksaan medis perlu dilakukan, seperti:
  • CT scan

Jenis pemindaian sinar-X khusus dapat membantu menemukan batu, tumor, dan masalah lain di kandung kemih, ginjal, dan ureter Anda.
  • Ultrasonografi ginjal

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar ginjal Anda.
  • Sistoskopi

Dokter akan memasang tabung kecil dengan kamera ke dalam kandung kemih melalui uretra Anda. Mereka mungkin mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk memeriksa sel-sel yang tidak biasa atau kanker.
  • Biopsi ginjal

Prosesnya menggunakan pengecekan jaringan ginjal di bawah mikroskop untuk mengetahui tanda-tanda penyakit ginjal.Hampir semua orang yang mengalami kencing berdarah akibat obat-obatan, batu ginjal, infeksi saluran kemih dan peradangan prostat bisa sembuh dan pulih secara total. Kesembuhan penyakit ginjal tergantung jenis yang diderita dan tingkat keparahannya. Jika sudah sangat parah, bisa berujung pada gagal ginjalKencing berdarah bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang mendukung kesehatan ginjal terutama dengan selalu mencukupi kebutuhan cairan per hari. Minumlah setidaknya 8 gelas air putih atau 2 liter tiap hari bahkan lebih jika cuaca panas atau Anda beraktivitas fisik cukup berat.
batu ginjalinfeksi saluran kencinginfeksi saluran kemihprostatinfeksi ginjal
Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/symptoms-causes/syc-20353432
Diakses 23 Oktober 2019
Harvard Health: https://www.health.harvard.edu/a_to_z/hematuria-a-to-z
Diakses 23 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-urine-causes#2
Diakses 31 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait