logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Bakteri Mulut dan Dampak Negatif yang Ditimbulkannya

open-summary

Terdapat dua jenis bakteri mulut, yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri jahat di dalam mulut dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, bahkan berpotensi mengancam nyawa.


close-summary

16 Sep 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

bakteri mulut

Bakteri mulut dapat menimbulkan masalah kesehatan yang bahkan bisa membahayakan nyawa

Table of Content

  • Penyebab munculnya bakteri di mulut
  • Jenis-jenis bakteri mulut
  • Penyakit akibat bakteri mulut
  • Bagaimana mencegah perkembangan bakteri mulut?
  • Catatan dari SehatQ

Bakteri mulut dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan apabila Anda tidak melakukan langkah-langkah untuk mengendalikannya. Lantas, apa saja penyebab munculnya bakteri di dalam mulut? Bagaimana cara mencegah bakteri tersebut tumbuh dan berkembang? Simak ulasannya berikut ini!

Advertisement

Penyebab munculnya bakteri di mulut

Mulut manusia mengandung miliaran bakteri, entah itu yang baik maupun jahat. Bakteri jahat adalah penyebab berbagai masalah kesehatan gigi, seperti gigi berlubang, masalah gusi, penumpukan plak, hingga bau mulut.

Setiap hari, bakteri baik dan bakteri jahat di dalam mulut selalu “berperang”. Bakteri baik bekerja tanpa henti memproduksi protein bermanfaat untuk mencegah bakteri jahat berkembang biak terlalu banyak.

Idealnya, terdapat sekitar 20 miliar mikroorganisme di dalam mulut. Namun, jumlah ini akan bertambah banyak hingga mencapai 100 miliar saat terjadi infeksi. 

Sebenarnya bakteri di mulut adalah kondisi yang normal. Namun, jumlahnya yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan mulut.

Ada sejumlah faktor yang memicu pertumbuhan dan perkembangan bakteri ini, yaitu:

  • Tingkat keasaman (pH) di dalam mulut
  • Respons imun mengalami perubahan
  • Adanya kandungan zat penghambat antimikroba
  • Makanan dan minuman
  • Malas sikat gigi
  • Suhu di dalam mulut

Baca Juga

  • 6 Cara Mengusir Tikus di Rumah Agar Keluarga Terhindar dari Penyakit
  • Masalah Imun Hingga Kulit, Ini Penyakit dengan Gejala Rambut Rontok dan Pusing
  • 5 Cara Menghilangkan Memar di Mata Secara Alami

Jenis-jenis bakteri mulut

Seperti yang telah disebutkan di awal, pada mulut terdapat dua jenis bakteri, yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri mulut yang baik umumnya adalah Lactobacillus. 

Sementara itu, bakteri mulut yang jahat dan bisa menimbulkan masalah kesehatan, terdiri atas:

  • Antinobacillus/Aggregatibacter
  • Fusobacterium
  • Neisseria
  • Prevotella
  • Phorphyromonas
  • Treponema
  • Veillonella

Apabila Anda tidak rajin merawat kebersihan gigi dan mulut—malas menggosok gigi secara teratur, misalnya—maka bakteri-bakteri di atas akan dapat tumbuh dan berkembang secara cepat. 

Oleh sebab itu, rajin menggosok gigi adalah suatu keharusan untuk mencegah perkembangan bakteri-bakteri menjadi tidak terkendali. 

Penyakit akibat bakteri mulut

Adanya bakteri jahat di dalam mulut dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Bahkan, salah satu gangguan medis yang diakibatkannya bisa mengancam keselamatan nyawa! 

Berikut ini beberapa di antara penyakit akibat adanya bakteri mulut: 

1. Karies gigi

Karies gigi adalah kondisi ketika terjadi kerusakan struktur gigi akibat infeksi. Gangguan ini ditandai oleh gigi berlubang, nyeri pada gigi, hingga gigi tanggal.

Jika tidak segera ditangani, karies gigi dapat memicu infeksi yang lebih serius lagi dan bisa berkembang menjadi penyakit lainnya seperti radang paru-paru (pneumonia), osteoporosis, hingga Alzheimer. Meski demikian, kondisi ini umumnya jarang terjadi.

2. Periodontitis

Bakteri mulut juga dapat menyebabkan penyakit yang disebut sebagai periodontitis. Ini adalah kondisi ketika rongga mulut mengalami infeksi.

Bagi orang diabetes, gejala periodontitis bisa lebih berat. Infeksi yang terjadi bisa lebih lama untuk sembuh karena kadar gula yang tinggi menghambat proses penyembuhan.

Bahkan, infeksi seperti periodontitis justru dapat memicu kenaikan gula darah. Bakteri dalam mulut hidup dari gula. Saat infeksi,  bakteri akan “mengendalikan” tubuh untuk memproduksi gula darah lebih banyak sebagai sumber makanannya. Itu sebabnya, gula darah bisa meningkat dan sulit dikendalikan.

Oleh sebab itu, para diabetesi harus lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari infeksi ini.

Ini akan sangat berbahaya bagi para penderita diabetes. Pasalnya, infeksi dapat menghambat tubuh dalam mengendalikan kadar gula darah. 

3. Gingivitis

Gingivitis adalah infeksi bakteri yang terjadi pada gusi. Infeksi ini menyebabkan gusi mengalami peradangan hingga menimbulkan sejumlah gejala, seperti gusi bengkak dan berdarah. 

Gingivitis atau radang gusi harus segera ditangani karena jika tidak, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit mulut yang lebih serius dan berbahaya. 

4. Glositis

Bakteri dalam mulut juga bisa menginfeksi lidah. Hal ini lantas memunculkan penyakit yang dikenal dengan nama glositis

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi pada lidah ini bisa menyebar ke saluran pernapasan dan membuat Anda mengalami gangguan pernapasan.

Oleh karenanya, segera lakukan penanganan medis apabila Anda mengalami penyakit yang satu ini. 

5. Penyakit jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa infeksi bakteri dan peradangan yang terjadi pada mulut dapat memicu terjadinya penyakit jantung dan penyakit kardiovaskuler lainnya, yakni stroke.

Bagaimana mencegah perkembangan bakteri mulut?

Mengingat betapa bahayanya dampak yang ditimbulkan oleh bakteri mulut, maka sudah sepatutnya Anda menjaga kebersihannya.

Ada beragam cara yang dapat Anda terapkan untuk merawat gigi dan mulut agar tetap sehat, yakni sebagai berikut:

  • Minum air putih yang cukup. Setidaknya, konsumsi air sebanyak 1,5 liter untuk membantu mengisi kembali air liur atau saliva.
  • Hindari penggunaan obat kumur beralkohol
  • Menyikat gigi secara teratur setiap hari
  • Hindari pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate atau SLS.
  • Hindari minum minuman beralkohol
  • Rajin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter

Catatan dari SehatQ

Bakteri mulut terdiri dari dua, yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Pastikan agar jangan sampai jumlah bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik. 

Jagalah kebersihan gigi dan mulut dengan baik, seperti sikat gigi minimal 2 kali sehari, berkumur, hingga ke dokter gigi rutin minimal 6 bulan sekali.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara merawat kesehatan mulut dan gigi, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play sekarang juga. 

Advertisement

penyakitkesehatan gigikesehatan mulutinfeksi bakteri

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved