Untuk menghindari komplikasi kehamilan, Anda perlu menjaga pola makan yang sehat
Komplikasi kehamilan juga dapat menerpa Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat gangguan kesehatan.

Proses kehamilan umumnya dapat berjalan dengan lancar tanpa masalah kesehatan serius. Meski begitu, Ibu hamil juga perlu mewaspadai beberapa komplikasi kehamilan yang mungkin terjadi. Komplikasi ini dapat berpengaruh pada kesehatan Ibu, bayi, ataupun keduanya.

Selama kehamilan, dokter atau bidan akan terus memantau kondisi kesehatan Ibu hamil dengan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium serta USG. Sementara itu, Anda juga dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar terhindar dari komplikasi kehamilan seperti di bawah ini.

[[artikel-terkait]]

Komplikasi Kehamilan yang Dapat Terjadi

Tidak hanya pada Ibu hamil yang telah mengalami gangguan kesehatan, komplikasi kehamilan juga dapat terjadi pada Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat kesehatan tertentu. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali jenis komplikasi kehamilan di bawah ini agar dapat lebih waspada.

1. Perdarahan

Perdarahan hebat yang disertai dengan sakit perut dan kram menstruasi yang parah bisa menjadi pertanda kehamilan ektopik, yaitu pembuahan sel telur yang berada di luar rahim dan bisa berakibat komplikasi kehamilan yang serius.

Selain kehamilan ektopik, komplikasi kehamilan berupa perdarahan juga dapat menandakan keguguran, terutama jika terjadi pada trimester pertama dan kedua. Pada trimester ketiga, perdarahan dengan sakit perut bisa menandakan abruptio plasenta atau pelepasan plasenta dari dinding rahim.

Perdarahan merupakan komplikasi kehamilan yang harus Anda perhatikan. Segera periksakan kondisi ini ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Preeklampsia

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang serius. Ibu hamil yang terkena preeklampsia umumnya ditandai dengan kondisi tekanan darah tinggi, terdapat kandungan protein dalam urin, dan kelainan pada ginjal atau hati, dan pembengkakan pada tungkai, setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu.

Ibu hamil yang menderita preeklampsia akan merasakan gejala yang ringan saat mendekati hari persalinan. Apabila dapat dideteksi sejak dini serta dilakukan perawatan yang tepat, kesehatan Ibu dan bayi tetap dapat terjaga.

Meski begitu, kondisi ini dapat bertambah parah dengan cepat. Apabila sudah parah, preeklampsia dapat menyebabkan berbagai gangguan pada organ tubuh bahkan dapat membahayakan jiwa. Ibu hamil yang mendertia preeklampsia parah umumnya akan dianjurkan untuk melakukan persalinan lebih awal.

3. Plasenta Previa

Pada kondisi plasenta previa, posisi plasenta di rahim berada lebih di bawah dari seharusnya, sehingga sejajar atau bahkan menutupi leher rahim. Plasenta previa bukan suatu kondisi yang perlu dikhawatirkan apabila terjadi pada trimester awal kehamilan.

Namun, apabila plasenta tetap berada pada posisi tersebut seiring bertambahnya usia kehamilan, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan. Perdarahan pada kehamilan dapat menyebabkan komplikasi lain dan dapat menyebabkan Ibu hamil harus melalui proses persalinan lebih awal.

Ibu hamil yang menderita plasenta previa saat proses persalinan harus melalui proses melahirkan melalui operasi caesar.

4. Penurunan Aktivitas Janin

Ibu hamil akan disarankan untuk menghitung jumlah tendangan bayi dalam perut setiap harinya. Dengan catatan rutin, Anda bisa memperkirakan estimasi jumlah tendangan atau tingkat aktivitas bayi yang normal.

Jika Anda memperhatikan penurunan aktivitas janin - terutama pada jam aktif normal bayi - hingga kurang dari 10 tendangan dalam 2 jam, ini bisa menjadi tanda komplikasi kehamilan serius dan membutuhkan petunjuk medis selanjutnya dari dokter.

5. Kontraksi Awal di Trimester ketiga

Kontraksi dapat menjadi tanda persalinan prematur. Meski begitu, bukan berarti setiap kontraksi pasti menjadi tanda akan terjadinya persalinan. Kontraksi palsu, yang juga disebut dengan kontraksi Braxton-Hicks, kerap tidak dapat diprediksi, tidak teratur dan intensitasnya tidak terus meningkat seperti pada kontraksi asli.

Jika usia kehamilan telah memasuki trimester ketiga dan Anda merasakan kontraksi, segera hubungi dokter agar dapat diberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

6. Diabetes Gestasional

Komplikasi kehamilan lain yang dapat terjadi adalah diabetes gestasional. Kondisi ini merupakan diabetes yang terjadi pada Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat diabetes sebelum masa kehamilan. 

Pada Ibu hamil yang menderita diabetes gestasional, perubahan hormon yang terjadi menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi. Hal tersebut menyebabkan glukosa menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

7. Keguguran

Keguguran dapat terjadi karena adanya kelainan kromosom pada sel telur yang telah dibuahi sehingga menyebabkan perkembangan embrio (calon janin) menjadi terganggu. Kondisi ini terjadi pada 20 minggu pertama usia kehamilan.

Tanda terjadinya keguguran salah satunya adalah munculnya perdarahan. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami tanda tersebut agar dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Langkah untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan

Untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan, beberapa langkah di bawah ini dapat Anda lakukan:

  • Makan makanan yang baik untuk ibu hamil dan menjaga berat badan
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin, kecuali apabila dilarang oleh dokter
  • Hindari merokok, mengonsumsi alkohol, serta obat-obatan terlarang
  • Konsumsi asam folat 0,44 mg per hari sejak masa persiapan kehamilan dan berlanjut hingga saat hamil
  • Penuhi jadwal vaksin
  • Rutin kontrol ke dokter

Dengan mengetahui jenis komplikasi kehamilan, Anda diharapkan dapat lebih waspada terhadap kondisi yang mungkin terjadi sehingga lebih berhati-hati. Segera konsultasikan kepada dokter kandungan Anda apabila muncul keluhan-keluhan tertentu selama kehamilan.

 

WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/7-pregnancy-warning-signs#1
Diakses pada Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/baby/qa/how-can-you-prevent-pregnancy-complications
Diakses pada 13 Maret 2018

National Institute of Health. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/pregnancy/conditioninfo/complications
Diakses pada 13 Maret 2019

Baby Centre. https://www.babycenter.com/0_7-pregnancy-complications-to-watch-out-for_10316818.bc#articlesection1
Diakses pada 13 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed