Kemunculan film Avengers : End Game mengambil satu tema utama yaitu balas dendam
Bagaimana cara membedakan antara membalas dendam dan menegakkan keadilan pada film Avengers Endgame?

Bulan April lalu dimeriahkan oleh kemunculan film ‘Avengers: End Game’ yang menutup seri Avengers dengan apik. Salah satu tema utama dari film Avengers tergambar dari judulnya, yaitu balas dendam.

Berdasarkan KBBI, balas dendam diartikan sebagai suatu tindakan untuk membalas perbuatan orang lain yang telah menyakiti hati Anda.  Namun, apakah Avengers adalah perwakilan manusia untuk membalas perbuatan Thanos atau mereka adalah penegak keadilan?

[[artikel-terkait]]

Keadilan dan balas dendam

Balas dendam sering dicampurkan dengan keadilan, padahal keduanya adalah istilah yang berbeda. Jika demikian apa pembeda dari kedua istilah ini?

  • Motivasi

Balas dendam merupakan ekspresi seseorang akan kemarahan dan kebencian yang dirasakan oleh orang tersebut serta didorong oleh motivasi untuk menyakiti orang yang telah melakukan kesalahan kepadanya.

Keadilan tidak didasarkan oleh emosi untuk menyakiti, tetapi bertujuan untuk menyeimbangkan dan memulihkan. Keadilan dimediasi oleh hukum dan bersifat objektif.

  • Masalah pribadi

Balas dendam bersifat subjektif dan karenanya di mata masyarakat, “hukuman” yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima.

Balas dendam hanya memicu rasa kepuasaan dari pihak yang membalaskan dendamnya. Rasa puas tersebutlah yang menimbulkan rasa “adil” dalam diri si pembalas dendam.

Orang yang membalas dendam tidak mempedulikan apakah balas dendam yang dilakukan bersifat adil atau tidak karena yang penting pihak yang telah menyakitinya telah berhasil ditaklukkan.  

  • Siklus tak berujung

Balas dendam hanya menimbulkan siklus yang berulang karena kedua pihak merasa tidak puas dan akan terus-menerus membalas dendam dengan satu sama lainnya.

Keadilan berguna untuk mengakhiri pertikaian atau permasalahan yang ada dan meliputi adanya resolusi dari kedua pihak. Hukuman atau konsekuensi yang diberikan kepada salah satu pihak disetujui oleh keduanya.  

  • Emosi dan hukum moral

Balas dendam ditandai dengan adanya emosi yang negatif, suatu keinginan untuk menghancurkan pihak yang telah menyakiti. Si pembalas dendam dapat merasakan suatu kesenangan karena telah menyakiti pihak lawan.

Keadilan tidak digerakkan oleh emosi yang membabi buta, tetapi untuk membenarkan apa yang salah. Keadilan didasarkan pada hukum moral dan sosial yang tidak berlandaskan emosi semata.

  • Nilai-nilai

Saat Anda membalas dendam, Anda tidak ada bedanya dengan pihak yang telah menyakiti Anda. Membalas dendam dengan menyakiti bukanlah hal yang patut dibanggakan dan hanya akan merendahkan diri Anda.

Berbeda dengan keadilan, keadilan didasarkan oleh nilai-nilai kebajikan dan kehormatan. Keinginan untuk menyakiti bukanlah hal yang diincar oleh keadilan. Keadilan bertujuan untuk memberikan konsekuensi yang sesuai kepada pihak lainnya. 

Mengapa sulit untuk tidak menyimpan dendam?

Keinginan balas dendam muncul karena perasaan-perasaan negatif, seperti kebencian, dan sebagainya mendominasi perasaan positif yang dimiliki. Perlahan-lahan perasaan tersebut akan semakin mengakar dan membuat Anda terjebak di dalamnya.

Perasan-perasaan negatif tersebut muncul ketika Anda terus-menerus memikirkan kejadian saat Anda disakiti. Perasaan sakit, sedih, marah, dan kebingungan bisa saja muncul saat Anda merasa tersakiti, terutama ketika dilukai oleh orang yang dipercaya dan disayangi. 

Perlukah balas dendam?

Balas dendam sesaat memberikan keuntungan kepada pihak yang ingin membalaskan dendamnya. Namun, hasil yang didapatkan pada penelitian di tahun 2008 membantah hal tersebut.

Penelitian tersebut menjelaskan, ketika orang-orang cenderung berpikiran bahwa mereka merasa lebih lega setelah memberikan hukuman sebagai bentuk balas dendam, pada akhirnya mereka merasa lebih buruk dari sebelumnya.

Perasaan yang makin memburuk dikarenakan si pembalas dendam akan terus memikirkan mengenai pihak yang telah menyakitinya secara terus-menerus dan akhirnya malah membuat emosi negatif yang dirasakan tetap bertahan.  

Apakah Avengers “si pembela kebenaran” atau “si pembalas dendam”?

Semuanya tergantung dari perspektif Anda. Dalam film ‘Avengers: End Game’, tidak dapat dimungkiri bahwa para Avengers mengalami emosi negatif akibat perbuatan Thanos dan emosi negatif tersebut menjadi salah satu pemicu untuk melakukan balas dendam.

Akan tetapi, apa yang dilakukan Avengers juga berdasarkan keinginan untuk mengembalikan semua orang dan memberikan rasa keadilan kepada orang-orang yang telah ditinggalkan.

Jadi, apakah Anda setuju bahwa Avengers adalah pahlawan penjujung keadilan atau mereka hanya sekedar pahlawan yang mengatasnamakan keadilan untuk pembalasan dendam pribadi?

KBBI. https://kbbi.web.id/balas%20dendam
Diakses pada 09 Mei 2019

Journal of Personality and Social Psychology. https://poseidon01.ssrn.com/delivery.php?ID=212089113126088117018120105002030076042017086048025010071119017087126099117115112102037061118123008002109088068117112016105086044069041033085109073125078123068077031010094021097000108012077119108104073011028094027089005007127073120078013072019080080&EXT=pdf
Diakses pada 09 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/forgiveness/art-20047692
Diakses pada 26 Juli 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/evolution-the-self/201402/don-t-confuse-revenge-justice-five-key-differences
Diakses pada 09 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed