Atresia Esofagus Bisa Sebabkan Kematian Pada Bayi, Begini Cara Mengatasinya

(0)
Atresia esofagus adalah kelainan genetik yang mengakibatkan kerongkongan bayi tidak tersambung ke bagian pencernaan dengan benarAtresia esofagus merupakan penyakit langka yang tidak dapat dicegah
Atresia esofagus adalah kondisi cacat lahir pada bayi yang terjadi saat kerongkongannya tidak tersambung ke bagian pencernaan dengan benar. Kondisi cacat lahir ini tergolong langka dan diperkirakan hanya terjadi 1 dari 3.500 kelahiran. Atresia esofagus dapat mengakibatkan gangguan pernapasan dan masalah pencernaan pada bayi.

Apa saja gejala yang dialami oleh penderita atresia esofagus?

Tanda dan gejala atresia esofagus biasanya sudah dapat terlihat sejak bayi Anda lahir. Gejala atresia esofagus pada bayi yang paling umum terjadi, di antaranya:
  • Bayi sering tersedak atau batuk ketika meminum ASI
  • Munculnya lendir berbusa pada mulut bayi
  • Mulut bayi sering mengeluarkan air liur (ngiler)
  • Kulit bayi berubah warna menjadi kebiruan ketika meminum ASI
  • Bayi kesulitan bernapas
Perlu diperhatikan, gejala yang dialami oleh masing-masing bayi mungkin saja berbeda. Jika menemukan adanya gejala-gejala di atas pada bayi Anda, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

Penyebab atresia esofagus pada bayi

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab atresia esofagus pada bayi. Namun, mutasi (perubahan) genetik diduga menjadi penyebab esofagus bayi berkembang secara tidak normal saat masih berada dalam kandungan.Pada bayi yang menderita atresia esofagus, kerongkongan tidak terhubung ke perut dengan benar. Kerongkongan tersebut mungkin terhubung ke trakea, atau berada pada dua bagian yang ujungnya tertutup.

Komplikasi yang bisa terjadi jika bayi mengalami atresia esofagus

Bayi yang mengalami atresia esofagus kesulitan menelan makanan
Bayi yang mengalami atresia esofagus mengalami kesulitan dalam mengonsumsi makanan
Kondisi kerongkongan bayi dengan atresia esofagus yang tidak terhubung dengan benar ke perut dapat memicu terjadinya komplikasi. Contoh komplikasi yang menghantui bayi dengan atresia esofagus meliputi:
  • Kesulitan mengonsumsi makanan
  • Makanan yang telah berada di perut kembali naik ke kerongkongan (refluks)
  • Penyempitan kerongkongan karena jaringan parut yang muncul pasca-operasi
Risiko kematian juga bisa terjadi jika air liur atau cairan lain yang ditelan bayi masuk ke dalam paru-paru (pneumonia aspirasi). Selain itu, bayi dengan atresia esofagus juga berpotensi untuk mengalami kelainan (cacat) pada bagian tubuh lainnya.

Cara mendiagnosis atresia esofagus

Atresia esofagus biasanya baru dapat terdeteksi setelah bayi lahir. Dokter biasanya mencurigai adanya kondisi ini saat bayi batuk, tersedak, dan kulitnya tiba-tiba berubah menjadi biru setelah menyusu. Hal ini terjadi karena ASI bisa saja masuk ke saluran pernapasan yang menyebabkan sesak napas.Sebagai pemeriksaan lanjutan, dokter akan memasukkan selang makanan kecil melalui mulut atau hidung bayi hingga ke dalam perut. Apabila selang tersebut tidak bisa masuk ke dalam perut, maka bayi Anda kemungkinan besar mengalami atresia esofagus.Untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas, rontgen atau pemeriksaan x-ray akan dilakukan untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh bayi Anda. Bayi didiagnosis mengalami atresia esofagus jika rontgen menunjukkan hasil seperti:
  • Munculnya kantung berisi udara di dalam kerongkongan
  • Banyak udara masuk ke dalam perut dan usus
  • Selang makanan tampak melingkar pada kerongkongan

Pengobatan untuk bayi dengan atresia esofagus

Untuk mengatasi kondisi tersebut, operasi pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin usai bayi lahir. Langkah tersebut dilakukan guna memperbaiki kerongkongan bayi, sehingga paru-parunya tidak rusak dan buah hati Anda bisa segera mendapatkan asupan makanan.Sebelum operasi, bayi tidak boleh menyusu secara langsung dan akan mendapatkan asupan nutrisi melalui intravena (IV). Langkah ini juga dilakukan untuk mencegah masuknya terlalu banyaknya lendir ke dalam paru-paru bayi Anda.

Bisakah atresia esofagus dicegah?

Tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bayi Anda mengalami atresia esofagus. Namun, risiko tersebut dapat Anda turunkan dengan merawat diri sebaik mungkin pada masa kehamilan. Berikut tips menjaga supaya bayi tetap sehat selama berada dalam kandungan:
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Berolahraga yang cukup
  • Banyak istirahat
  • Rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter

Catatan dari SehatQ

Atresia esofagus adalah kelainan genetik yang mengakibatkan kerongkongan bayi tidak tersambung ke bagian pencernaan dengan benar. Tidak dapat dicegah, Anda disarankan menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko bayi Anda mengalami atresia esofagus.Apabila mendapati gejala atresia esofagus, segera konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar atresia esofagus pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh kembang bayibayiperkembangan bayicacat lahir
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/esophageal-atresia-and-tracheoesophageal-fistula/
Diakses pada 18 September 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000961.htm
Diakses pada 18 September 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21178-esophageal-atresia
Diakses pada 18 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait