Mengenal Apa Itu Astringent? Apa Bedanya dengan Toner Wajah?


Astringent adalah produk perawatan kulit yang mirip dengan toner. Padahal, keduanya merupakan produk yang berbeda. Perbedaan astringent dan toner adalah bisa dilihat dari kandungan, manfaatnya, dan jenis kulit yang cocok menggunakannya.

(0)
01 Apr 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Astringent adalah produk pembersih wajah yang mirip dengan tonerUsapkan kapas yang sudah dibasahi astringent pada area kulit wajah yang berminyak
Astringent adalah produk perawatan kulit atau skincare berbahan dasar air yang digunakan setelah cuci muka untuk mengangkat sisa kotoran dan make up yang masih menempel pada wajah. Melihat dari definisinya, sepintas astringent memiliki fungsi yang sama dengan toner wajah. Padahal, kedua produk ini ada perbedaannya. Lantas, apa itu astringent? Apa perbedaan astringent dan toner? Simak jawaban selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Apa itu astringent?

Astringent adalah produk skincare mirip toner wajah
Astringent cocok untuk kulit berminyak
Astringent adalah produk perawatan kulit atau skincare yang digunakan untuk menyingkirkan sisa-sisa kotoran, minyak, dan make up yang mungkin masih menempel pada kulit setelah cuci muka. Astringent adalah produk skincare berbahan dasar air yang mengandung isopropil (alkohol) yang kuat. Meski demikian, tak semua produk astringent mengandung alkohol. Penggunaan astringent tidak direkomendasikan bagi pemilik kulit kering karena bisa menyebabkan kulit semakin kering, bahkan iritasi. Maka dari itu, jenis kulit yang paling cocok untuk menggunakan astringent adalah kulit berminyak, kulit berminyak dan berjerawat, serta kulit kombinasi. Sebab, fungsi astringent adalah membantu membersihkan wajah, mengencangkan pori-pori kulit, dan mengangkat produksi minyak berlebih di wajah. 

Astringent adalah produk skincare mirip toner, apa manfaat astringent untuk kulit? 

Astringent memiliki beberapa potensi manfaat bagi kulit. Adapun manfaat astringent adalah sebagai berikut. 
  • Mengecilkan tampilan pori-pori kulit.
  • Mengencangkan kulit.
  • Menyingkirkan zat iritan penyebab iritasi kulit.
  • Mengurangi peradangan.
  • Memerangi jerawat.
  • Bersifat antibakteri.

Apa perbedaan astringent dan toner? 

Sekilas astringent dan toner memang tampak serupa. Teksturnya yang sama-sama cair dan digunakan setelah mencuci muka membuat banyak orang tidak dapat mengidentifikasi perbedaan astringent dan toner dengan benar. Padahal, berbeda nama maka berbeda pula kandungan dan fungsinya. Perbedaan astringent dan toner dapat dilihat dari kandungan, manfaatnya, dan jenis kulit yang cocok menggunakannya. Simak perbedaan astringent dan toner wajah selengkapnya agar mengetahui mana jenis produk perawatan kulit yang cocok sesuai jenis dan masalah kulit Anda. 

1. Kandungan astringent dan toner

Astringent adalah produk skincare yang digunakan dengan cara dioleskan ke kulit menggunakan kapas
Perbedaan astringent dan toner bisa dilihat dari kandungannya
Salah satu perbedaan astringent dan toner dapat dilihat dari kandungan di dalamnya. Kandungan astringent adalah alkohol yang sering kali diformulasikan dengan isopropil, etanol, atau etil alkohol. Beberapa jenis astringent juga ada yang mengandung asam salisilat untuk melawan jerawat dan komedo, serta asam sitrat. Astringent juga ada yang mengandung bahan alami, seperti witch hazel dan cuka apel. Sedangkan, sebagian besar toner wajah mengandung bahan aktif, seperti gliserin, hyaluronic acid, glycolic acid, lactic acid, atau jenis humektan lainnya. Toner juga ada yang mengandung ekstrak herbal dan air mawar, antioksidan, dan kandungan antipenuaan, seperti niacinamide

2. Fungsi astringent dan toner

Perbedaan astringent dan toner juga dapat dilihat dari fungsinya. Meski astringent dan toner sama-sama dapat mengangkat sisa-sisa kotoran, minyak, dan make up yang masih menempel di wajah setelah cuci muka, tetap ada perbedaan astringent dan toner secara spesifik. Berdasarkan kandungannya, fungsi astringent adalah mengangkat minyak berlebih atau sebum pada kulit, mengecilkan tampilan pori-pori kulit, serta membasmi jerawat. Sedangkan, fungsi toner wajah adalah mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, memperbaiki tekstur kulit, hingga melembutkan dan menghidrasi kulit. 

3. Jenis kulit yang cocok menggunakannya

Astringent adalah produk yang cocok digunakan oleh kulit berminyak
Astringent cocok digunakan oleh kulit berminyak dan rentan berjerawat
Perbedaan astringent dan toner berikutnya dapat dilihat dari jenis kulit yang cocok untuk menggunakannya. Astringent cocok digunakan oleh pemilik kulit berminyak, kulit berminyak dan berjerawat, kulit kombinasi, serta kulit normal cenderung tidak sensitif. Sedangkan, toner wajah cocok dipakai oleh semua jenis kulit, terutama pemilik kulit kering dan kulit sensitif lantaran efek melembapkannya. Nah, kini Anda sudah mengetahui perbedaan astringent dan toner yang benar. Dengan demikian, Anda bisa memilih mana produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis dan masalah kulit yang sedang dialami. Jika masih merasa bingung atau sulit menentukan astringent atau toner wajah untuk digunakan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit.Dokter dapat merekomendasikan astringent atau toner wajah yang cocok untuk Anda serta kandungan produknya yang aman untuk kulit.

Bagaimana cara memilih astringent dan toner yang tepat? 

Apabila Anda cocok menggunakan astringent ketimbang toner wajah, berikut adalah cara memilih astringent yang tepat. 

1. Kulit berminyak

Jika Anda memiliki kulit berminyak, pilihlah astringent berbahan dasar alkohol. Kandungan witch hazel dan teh hijau juga dapat menjadi pilihan. Seluruh kandungan tersebut baik untuk menghilangkan minyak berlebih atau sebum pada kulit. Meski cocok untuk jenis kulit berminyak, semua produk astringent dapat menyebabkan kulit kering bila digunakan secara berlebihan atau bila kulit Anda tidak terlalu sangat berminyak. Oleh sebab itu, gunakan astringent secara bertahap sebagai rutinitas perawatan kulit sehari-hari sampai kulit Anda sudah dapat beradaptasi dengan baik. 

2. Kulit rentan berjerawat

Pemilik kulit rentan berjerawat dapat menggunakan astringent yang mengandung bahan aktif, seperti asam salisilat, glycolic acid, atau lactic acid untuk melawan jerawat. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan astringent tidak serta merta dapat mengobati jerawat yang Anda alami. Astringent bekerja dengan mengangkat penumpukan minyak berlebih dan kotoran yang jadi penyebab jerawat muncul. Apabila kulit Anda tidak terlalu berminyak, atau Anda sudah menggunakan obat jerawat, sebaiknya lewati penggunaan astringent. Sebagai solusinya, gunakan toner wajah yang kandungannya cenderung lebih lembut.Sementara itu, jika kulit Anda kering dan berjerawat, penggunaan astringent bisa memicu jerawat yang lebih parah. Efek tersebut dapat menimbulkan pengelupasan dan kemerahan pada kulit. Maka, sebaiknya hindari penggunaan astringent pada tipe kulit ini. 

3. Kulit kombinasi dan kulit normal

Untuk kulit kombinasi dan kulit normal, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan astringent hanya pada area kulit yang berminyak. Misalnya, area T wajah, seperti dahi, hidung, dan dagu. Hindari penggunaan astringent pada area kulit wajah yang kering. 

4. Kulit kering

Astringent bisa memicu kulit semakin kering pada pemilik kulit kering. Alih-alih menggunakan astringent, pemilik kulit kering dapat memakai toner wajah yang mengandung humektan, hyaluronic acid, gliserin, sodium laktat, propylene glycol, butylene glycol, air mawar, aloe vera, atau kamomil. 

5. Kulit sensitif

Bagi pemilik kulit sensitif, hindari penggunaan astringent. Anda bisa menggunakan toner wajah yang tidak mengandung zat wewangian, pewarna buatan, alkohol, sodium lauryl sulphate, atau mentol. Jika kulit Anda sensitif dan terdapat sisi kulit wajah yang berminyak, gunakan astringent bebas alkohol. 

6. Eksim atau rosacea

Bagi Anda yang menderita eksim atau rosacea, hindari penggunaan astringent berbahan alkohol. Anda bisa menggantikan astringent dengan toner bebas minyak, yang mampu menghidrasi atau melembabkan kulit. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan untuk mengetahui produk perawatan kulit untuk penderita eksim dan rosacea. 

Bagaimana cara memakai astringent? 

Astringent adalah produk perawatan kulit yang cara pakainya sama seperti toner wajah
Pakai astringent menggunakan kapas, lalu oleskan ke area kulit yang berminyak
Pada dasarnya, cara memakai astringent adalah sama saja dengan cara pakai toner wajahAstringent adalah produk perawatan kulit yang dapat digunakan sesaat setelah cuci muka atau tepatnya sebelum menggunakan pelembap. Penggunaan astringent dapat membuat kulit kering. Jadi Anda bisa menggunakannya 1 kali sehari, baik pada pagi atau malam hari. Bila kulit Anda sangat berminyak, gunakan astringent pada pagi dan malam hari setelah beberapa hari penggunaan 1 kali sehari. Adapun cara memakai astringent adalah sebagai berikut. 

1. Bersihkan wajah terlebih dahulu

Cara memakai astringent adalah membersihkan wajah terlebih dahulu menggunakan sabun cuci muka sesuai jenis kulit Anda.Jika menggunakan make up, sebaiknya bersihkan dulu sisa-sisa make up di wajah Anda menggunakan make up remover.Lalu, lanjutkan dengan mencuci muka untuk mengangkat sisa make up, kotoran, dan minyak menggunakan sabun pembersih wajah.Pastikan wajah Anda sudah benar-benar bersih. Kemudian, keringkan wajah menggunakan handuk bersih dengan cara menepuk-nepuknya perlahan.

2. Gunakan kapas

Cara memakai astringent adalah menuangkan secukupnya pada kapas. Pastikan produk yang ada di kapas cukup untuk seluruh wajah Anda, tetapi sebisa mungkin jangan sampai terlalu basah.Kemudian, mulai usapkan kapas yang telah dibasahi astringent hanya pada area wajah yang berminyak. Pastikan Anda menghindari area bibir dan mata.Beberapa astringent mungkin ada yang didesain dalam bentuk semprotan sehingga Anda bisa menggunakannya dengan cara menyemprotkan ke seluruh wajah secara merata.Sesaat menggunakan astringent, kulit Anda mungkin merasakan sensasi perih atau kulit terasa kencang. Reaksi ini tergolong normal terjadi setelah penggunaan astringent sehingga tak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, bila kulit jadi memerah, terasa panas, atau iritasi, sebaiknya segera hentikan penggunaannya. 

3. Tidak perlu bilas wajah

Sama seperti cara memakai toner wajah, astringent adalah produk skincare yang tidak perlu diikuti dengan membilas wajah.Cukup diamkan astringent pada kulit dan biarkan kering serta menyerap ke dalam kulit sepenuhnya. 

4. Oleskan pelembap

Anda dapat mengoleskan pelembap atau moisturizer dengan segera walaupun kulit masih terasa basah akibat penggunaan astringent. Pelembap berfungsi untuk melembapkan kulit wajah serta menghaluskannya.Cara menggunakannya, ambil pelembap dengan ukuran sedikit lebih besar dari ukuran kacang polong ke telapak tangan. Oleskan pelembap pada area pipi terlebih dahulu, lalu oleskan ke atas menuju dahi dengan gerakan memijat. 

5. Jangan langsung pakai produk skincare lainnya

Produk perawatan kulit atau skincare lainnya, seperti obat jerawat atau krim retinoid topikal, sunscreen atau tabir surya, krim mata, dan atau krim antipenuaan boleh digunakan setelah kulit kering sepenuhnya dari penggunaan astringent. 

Bolehkah menggunakan astringent dan toner bersamaan? 

Pada dasarnya, penggunaan astringent dan toner secara bersamaan tidak direkomendasikan untuk semua jenis kulit. Namun, beberapa kondisi tertentu memungkinkan Anda bisa menggunakan kedua produk perawatan kulit ini secara bersamaan. Misalnya, pada kulit wajah sangat berminyak.Anda bisa menggunakan astringent pada pagi hari guna mendapatkan tampilan make up yang matte. Kemudian, toner wajah pada malam hari untuk menghapus make up dan melembapkan kulit. Atau Anda dapat menggunakan astringent terlebih dahulu, diamkan kering selama 30 detik sampai 1 menit, lalu pakai toner wajah setelahnya. Anda pun dapat menggunakan astringent dan toner secara bergantian sesuai iklim atau cuaca yang sedang berlangsung. Ketika cuaca sedang panas dan udaranya lembap sehingga kulit jadi berminyak dan tampak berkeringat, gunakan astringent. Sebaliknya, gunakan toner wajah pada udara yang kering dan cuaca dingin. Meski belum ada hasil studi yang merekomendasikan kedua produk ini digunakan secara bersamaan, jika Anda merasa penggunaan keduanya tidak menimbulkan reaksi kulit tertentu dan tidak membahayakan, sah-sah saja dilakukan. Akan tetapi, dengan catatan, kondisi tersebut berlaku hanya pada kulit yang benar-benar berminyak. 

Catatan dari SehatQ

Astringent adalah produk yang sering dibandingkan dengan toner karena sama-sama digunakan setelah mencuci muka dan sebelum memakai pelembap.Perbedaan astringent dan toner adalah astringent cocok digunakan untuk kulit berminyak dan berjerawat. Sedangkan, toner wajah bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Agar lebih sesuai dengan kulit dan manfaatnya optimal, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakannya. Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar apa itu astringent. Caranya, pastikan Anda sudah mengunduhnya melalui App Store dan Google Play.
kulit dan kecantikanproduk kecantikanperawatan wajahkulit berminyak
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/astringent
Diakses pada 1 April 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/astringent-vs-toner-4151988
Diakses pada 1 April 2020
Derm Collective. https://dermcollective.com/face-toners-and-astringents/
Diakses pada 20 Desember 2020
Skin Kraft. https://skinkraft.com/blogs/articles/toner-vs-astringent
Diakses apda 20 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait