logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Kesehatan Pria

Penyebab Asthenozoospermia, Kelainan Sperma yang Pengaruhi Kesuburan Pria

open-summary

Asthenozoospermia adalah kondisi saat sperma memiliki motilitas yang buruk sehingga dapat memengaruhi kesuburan pria dan menurunkan kemungkinan pasangannya untuk hamil dan memiliki anak. Gangguan kelainan sperma ini bisa disembuhkan dengan cara mengubah gaya hidup sehat dan operasi.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri

11 Apr 2023

Asthenozoospermia adalah kondisi saat sperma tidak bisa bergerak dengan lincah

Asthenozoospermia adalah kondisi saat sperma tidak bisa bergerak dengan lincah

Table of Content

  • Apa itu asthenozoospermia?
  • Penyebab asthenozoospermia
  • Apakah pengidap asthenozoospermia bisa tetap punya anak? 
  • Cara mengobati asthenozoospermia
  • Catatan dari SehatQ

Ada beberapa kelainan sperma yang dapat memengaruhi kemampuan pria dalam membuahi sel telur. Salah satunya adalah asthenozoospermia. 

Advertisement

Asthenozoospermia adalah kondisi ketika motilitas sperma tidak baik. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang sulit memiliki anak. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya karena asthenozoospermia bisa disembuhkan. 

Apa itu asthenozoospermia?

Asthenozoospermia adalah kondisi ketika sperma yang dihasilkan saat ejakulasi tidak memiliki motilitas yang baik atau mengalami kelainan.  

Motilitas sperma adalah kemampuan sperma untuk bergerak melalui saluran reproduksi wanita untuk mencapai dan membuahi sel telurnya. Motilitas sperma dikatakan sehat jika mampu bergerak setidaknya 25 mikrometer per detik. 

Seseorang yang memiliki asthenozoospermia memiliki kelainan sperma yang bergerak lambat atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Hal ini membuat sperma jadi kesulitan untuk masuk ke indung telur dan membuahi sel telur, sehingga lebih sulit terjadi kehamilan.

Selain pergerakan sperma lambat (kurang dari 25 mikrometer per detik), seorang pria disebut mengalami asthenozoospermia jika kurang dari 32% jumlah sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi punya motilitas yang rendah. 

Motilitas sperma yang buruk dapat menjadi penyebab infertilitas pada pria. Risiko gangguan kesuburan akan semakin besar jika konsentrasi sperma yang dihasilkan rendah dan ada kelainan bentuk sel sperma. 

Dilansir dari Fertility Science, asthenozoospermia dikaitkan dengan adanya kecacatan pada ekor sperma atau flagellum. Sperma normal memiliki ekor yang panjang, namun pada asthenozoospermia sperma biasanya tidak memiliki ekor, ekornya pendek, bersudut, atau tidak beraturan. 

Penyebab asthenozoospermia

Varikokel bisa jadi penyebab asthenozoospermia
Varikokel bisa jadi penyebab asthenozoospermia

Ada berbagai penyebab seseorang mengalami asthenozoospermia. Kerusakan pada testis, tempat produksi dan menyimpan sperma, juga dapat memengaruhi kualitas sperma, salah satunya motilitas rendah.

Di samping itu, faktor keturunan, penyakit tertentu, hingga gaya hidup bisa memperbesar risiko kamu untuk memiliki motilitas sperma yang rendah.

Jika dirangkum, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kamu mengalami asthenozoospermia, antara lain:

  • Varikokel (pembengkakan pembuluh darah vena di skrotum) 
  • Kanker testis
  • Infeksi
  • Operasi di bagian testis
  • Cedera testis
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok
  • Pekerjaan yang rentan trauma di area panggul (sopir, pelukis, atlet)
  • (pembuluh darah di skrotum membengkak)
  • Kelainan bawaan lahir (kongenital)

Selain faktor-faktor di atas, penggunaan steroid anabolik jangka panjang juga bisa menyebabkan jumlah sperma lebih sedikit daripada normal dan motilitasnya rendah. Sama halnya dengan obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi kualitas sperma.

BACA JUGA: Teratozoospermia, Saat Bentuk Sperma Tidak Normal

Apakah pengidap asthenozoospermia bisa tetap punya anak? 

Laki-laki dengan asthenozoospermia masih bisa punya anak, tapi kemungkinannya lebih kecil jika dibandingkan dengan pria yang punya sperma normal. Keberhasilan pembuahan juga tak hanya dipengaruhi oleh motilitas, tapi jumlah, kualitas DNA, kekuatan, hingga bentuk sperma.

Meski begitu, kelainan motilitas sperma ini bisa disembuhkan. Jadi, para perempuan yang ingin hamil meski suami didiagnosis memilikiasthenozoospermia tidak perlu putus asa. 

Jenis pengobatan yang paling efektif untuk memengaruhi kesuburan pria dengan asthenozoospermia adalah teknik injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI). Ini adalah prosedur medis yang memastikan sel telur akan dibuahi oleh sperma dimana satu sperma akan disuntikkan langsung ke sel telur untuk terjadinya pembuahan.

Selain itu, prosedur sepertifertilisasi in vitro (bayi tabung) dan inseminasi buatan juga bisa dipilih. Untuk meningkatkan keberhasilan program hamil, laki-laki dengan kelainan motilitas sperma juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan olahraga teratur dan mengonsumsi makanan bergizi.

BACA JUGA: Memahami Azoospermia, Kondisi Ketika Air Mani Tidak Mengandung Sperma

Cara mengobati asthenozoospermia

Berhenti merokok bisa mengobati asthenozoospermia
Berhenti merokok bisa mengobati asthenozoospermia

Motilitas sperma yang rendah masih bisa diperbaiki. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi asthenozoospermia atau motilitas sperma rendah:

1. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol

Kualitas sperma dapat menurun akibat pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok ataupun minum alkohol. Itu sebabnya, untuk membuat motilitas sperma kembali baik berhentilah merokok dan minum alkohol.

2. Makan makanan bergizi

Cara mengobati asthenozoospermia juga bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan tinggi asam amino dan antioksidan. Mengonsumsi makanan penyubur sperma ini menjadi cara ampuh untuk meningkatkan kualitas sperma, termasuk mengatasi masalah motilitas.

Kamu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 untuk membantu pergerakan sperma agar lincah kembali. Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian dalam Journal of Dietary Supplements, yang menyebutkan bahwa asam lemak omega-3 terbukti dapat meningkatkan gerak sperma. 

3. Menjaga berat badan ideal

Obesitas dapat membuat kualitas sperma menurun dan menyebabkan motilitas sperma rendah. Itu sebabnya, penting bagi kamu untuk menjaga berat badan ideal.

Perhatikan kalori yang masuk dan yang dikeluarkan. Tetaplah aktif bergerak dan perhatikan gizi seimbang.

4. Hindari stres

Stres menjadi pangkal dari banyak keluhan medis, termasuk berkurangnya motilitas sperma. Untuk itu, cari tahu cara relaksasi dan mengelola stres yang paling sesuai dengan diri kamu.

BACA JUGA: Sperma Anda Subur atau Tidak? Ini Cara Membedakannya

5. Olahraga rutin

Pada pria dengan asthenozoospermia, diketahui bahwa kadar hormon testosteronnya rendah. Jadi, salah satu cara untuk mengobati kondisi ini adalah dengan meningkatkan hormon testosteron, salah satunya dengan berolahraga secara teratur. Tak hanya membantu memperbaiki kualitas sperma, berolahraga juga dapat menjaga berat badan tetap ideal dan mengatasi stres. Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap harinya.

6. Gunakan pakaian dalam yang longgar

Pakaian dalam yang terlalu ketat dapat meningkatkan suhu testis. Padahal, suhu testis yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab kualitas sperma menurun, salah satunya motilitas rendah.

Itu sebabnya, untuk mengatasi asthenozoospermia, pakailah pakaian dalam yang longgar. Pakaian dalam yang longgar membantu testis berada pada suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh.

Suhu testis yang lebih rendah adalah salah satu kondisi ideal untuk produksi sperma yang berkualitas. Selain pakaian dalam atau celana yang longgar, Anda juga bisa mencoba tidur tanpa celana dalam.

7. Minum suplemen

Beberapa jenis suplemen dapat meningkatkan motilitas sperma, seperti kombinasi vitamin E dan selenium. Meski begitu, kamu tetap perlu berkonsultasi dulu ke dokter sebelum meminumnya.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih pasti terkait dosis dan durasi minum suplemen. 

8. Terapi hormon

Jika kadar testosteron rendah tidak bisa ditingkatkan secara alami, dokter mungkin akan menyarankan kamu melakukan terapi hormon testosteron. Selain itu, beberapa obat hormon, seperti follicle-stimulating hormone atau human chorionic gonadotropin juga dapat diberikan. 

9. Operasi

Varikokel menjadi salah satu penyebab seseorang memiliki motilitas sperma yang rendah. Untuk mengatasinya, kamu mungkin membutuhkan operasi. 

Baca Juga: Noozospermia, Golongan Sperma Subur untuk Mencapai Kehamilan 

Catatan dari SehatQ

Meski asthenozoospermia adalah kelainan sperma yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan, kondisi ini dapat ditangani. Konsultasikanlah ke dokter jika kamu dan pasangan sedang dalam program hamil atau mengalami kesulitan memiliki anak dengan cara alami.

Dokter akan membantu menemukan penyebabnya dan mencari cara yang paling tepat dan sesuai. Jika masih sungkan, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terbaik di aplikasi SehatQ terlebih dulu. Selain mudah dan cepat, cara ini juga membantu kamu meyakinkan diri sebelum periksa ke dokter secara langsung. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

perawatan kesuburanmeningkatkan kesuburanspermamasalah reproduksikesehatan priareproduksi pria

Ditulis oleh Rena Widyawinata

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved