Asthenozoospermia adalah Saat Sperma Tak Lincah Berenang, Bagaimana Mengatasinya?


Asthenozoospermia disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti adanya penyakit varikokel, cedera testis, hingga kanker testis. Kondisi ini dapat diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat.

(0)
25 Nov 2019|Azelia Trifiana
asthenozoospermiaAsthenozoospermia adalah kondisi saat sperma tidak bisa bergerak dengan lincah
Sperma seorang pria dikatakan sehat apabila memenuhi beberapa kriteria, mulai dari volume, bentuk, hingga kemampuan bergerak (motilitas) mencapai sel telur. Asthenozoospermia adalah kondisi saat sperma tidak bisa bergerak dengan lincah.Padahal untuk bisa membuahi sel telur, sperma harus “menempuh” perjalanan cukup panjang sejak dikeluarkan dari penis. Mulai dari liang vagina, serviks, tuba falopi, dan banyak lagi.Artinya, sangat mungkin salah satu kelainan pada sperma ini menyebabkan pria kesulitan menghasilkan keturunan.[[artikel-terkait]]

Motilitas sperma yang ideal

Idealnya, sperma yang sehat dapat berenang lurus sejauh 25 mikrometer per detik. Asthenozoospermia adalah kondisi ketika sperma tidak bisa mencapai angka tersebut.Lebih jauh lagi, masalah asthenozoospermia menyebabkan ketidaksuburan, karena:
  • Sperma tidak dapat berenang dengan cepat
  • Sperma tidak berenang lurus
  • Sperma non-progresif atau gerakan kurang dari 5 mikrometer per detik
  • Sperma tidak bergerak sama sekali (no mobility)
Mitos menyebutkan bahwa sperma dengan kromosom Y (untuk menentukan jenis kelamin laki-laki) dapat berenang lebih cepat ketimbang sperma dengan kromosom X. Namun hal ini belum terbukti secara ilmiah karena tidak ada perbedaan di antara keduanya. 

Penyebab asthenozoospermia

Pemicu asthenozoospermia adalah hal yang beragam. Mulai dari faktor genetik, kelelahan, atau kondisi medis yang bahkan masih menjadi tanda tanya. Beberapa hal yang menjadi penyebab asthenozoospermia adalah:
  • Gaya hidup tidak sehat (merokok)
  • Pekerjaan yang rentan trauma di area panggul (sopir, pelukis, atlet)
  • Varikokel (pembuluh darah di skrotum membengkak)
  • Gangguan pengeluaran pada kelenjar seksual
  • Infeksi
  • Kanker testis
  • Operasi di bagian testis
  • Cedera
  • Kadar hormon testosteron rendah
Biasanya, asthenozoospermia dapat diketahui setelah menjalani analisis sperma secara berkala. Untuk menganalisis, diperlukan sampel sperma yang disimpan dalam suhu ruangan.Orang yang menjalani tes analisis sperma biasanya diminta untuk tidak melakukan ejakulasi sejak seminggu sebelumnya. Tujuannya agar volume air mani bisa meningkat.Jika dilakukan sendiri di rumah, interval antara proses analisis di laboratorium dan ejakulasi tak boleh lebih dari 60 menit. Selama proses ini, dokter merekomendasikan untuk memegang sampel dekat dengan tubuh agar suhunya tidak berubah drastis.Apabila jumlah sperma yang tidak bisa berenang kurang dari 32%, artinya orang tersebut mengalami asthenozoospermia. Sementara jika persentasenya lebih dari itu, sperma masih masuk dalam kategori normal (normozoospermia). Selain itu, ada juga kondisi ketika air mani tidak mengandung sperma sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai azoospermia.Sekalipun sperma tidak dapat berenang dengan gesit, bukan berarti seorang pria mandul. Hal ini masih dapat diatasi dan tetap punya kemungkinan untuk memiliki keturunan.

Cara mengatasi asthenozoospermia

Cara mengatasi asthenozoospermia adalah dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Beberapa contohnya adalah:

1. Jalani gaya hidup sehat

Menjalani gaya hidup sehat dapat membantu pergerakan sperma menjadi lincah kembali. Kurangi atau tinggalkan sama sekali konsumsi nikotin berlebih dari rokok. Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol juga bisa mengurangi kualitas sperma. Jadi, bagi yang ingin memperbaiki kualitas sperma, sebaiknya meninggalkan gaya hidup tak sehat tersebut.

2. Makan makanan bergizi

Mengonsumsi makanan penyubur sperma menjadi cara ampuh untuk mengatasi masalah gerak sperma, salah satunya makanan yang mengandung asam lemak omega-3.Menurut penelitian tahun 2018 dalam Journal of Dietary Supplements, asam lemak omega-3 terbukti dapat meningkatkan gerak sperma. Ada banyak makanan yang mengandung omega-3, antara lain:
  • Ikan salmon
  • Ikan kembung
  • Ikan sarden 
  • Kerang

3. Menjaga berat badan ideal

Indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25 bisa menandakan Anda mengalami berat badan berlebih. Berat badan berlebih (obesitas) dapat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sperma. Untuk itu, upayakan mencapai atau menjaga berat badan ideal.

4. Aktif bergerak

Cara lainnya untuk mengatasi asthenozoopermia adalah bergerak dengan aktif di sela rutinitas atau memilih olahraga apa yang bisa dijalani teratur juga bisa jadi pilihan untuk meningkatkan pergerakan  sperma. Selain menjadi salah satu gaya hidup sehat, aktif bergerak dan berolahraga juga membantu Anda menjaga berat badan tetap ideal.

5. Kelola stres

Stres menjadi pangkal dari banyak keluhan medis, termasuk berkurangnya motilitas sperma. Untuk itu, cari tahu cara relaksasi dan mengelola stres sesuai dengan diri sendiri. Hal ini juga penting untuk memastikan kualitas tidur tidak menurun.

6. Tidak pakai celana dalam saat tidur

Ternyata, tidak pakai celana dalam saat tidur juga dapat meningkatkan produksi sekaligus kualitas sperma. Kondisi ini membantu suhu sekitar testis tetap berada di angka 34,4 derajat Celsius, lebih rendah ketimbang suhu tubuh.

7. Minum Suplemen

Beberapa jenis suplemen tertentu disebut dapat membantu meningkatkan motilitas sperma. Namun sebelum mengonsumsinya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari efek samping.

8. Operasi

Apabila pemicu asthenozoospermia adalah masalah hormonal, dokter bisa merekomendasikan obat penambah hormon seperti follicle-stimulating hormone atau human chorionic gonadotropin. Selain itu, pada beberapa kasus dokter juga bisa menyarankan operasi.

Catatan dari SehatQ

Perlu diingat bahwa asthenozoospermia adalah hal yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan seorang pria memiliki keturunan. Jika Anda dan pasangan sedang dalam program hamil, jangan tunda mencari tahu lebih detail pemicunya dan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasinya. Konsultasikan saja dengan dokter terbaik di aplikasi SehatQ, lebih mudah dan cepat! Download sekarang di App Store dan Google Play.
perawatan kesuburanmeningkatkan kesuburanspermamasalah reproduksikesehatan priareproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/boost-male-fertility-sperm-count
Diakses 21 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/fertility/sperm-motility#treatment
Diakses 21 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320160.php#outlook
Diakses 21 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait