Asidosis Laktat atau Penumpukan Asam Laktat, Ini Penyebab dan Gejalanya

(0)
24 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Asidosis laktat terjadi ketika adanya penumpukan asam laktat di dalam tubuhAsidosis laktat dapat bersifat sementara namun juga bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa
Asidosis adalah istilah umum yang merujuk pada tingginya kadar asam di dalam tubuh. Asidosis pun terdiri atas beberapa macam dengan penyebab yang spesifik. Salah satu yang jenis asidosis yang umum terjadi yaitu asidosis laktat. Ketahui penyebab dan gejala asidosis laktat.

Mengenal apa itu asidosis laktat dan mekanisme terjadinya

Asidosis laktat adalah bentuk asidosis yang ditandai dengan kadar asam laktat berlebih di dalam tubuh. Kadar asam laktat bisa berlebih apabila tubuh memproduksinya terlalu banyak atau menggunakannya terlalu sedikit. Individu yang mengalami asidosis laktat memiliki masalah pada fungsi hati untuk membuang asam laktat berlebih. Apabila kadar asam laktat yang menumpuk lebih banyak dibandingkan yang terbuang, level asam pada darah dan cairan tubuh lain pun akan melonjak. Penumpukan asam, termasuk asam laktat, dapat memengaruhi keseimbangan asam dan basa (pH) di dalam tubuh. Hal ini tentu berbahaya karena derajat pH tubuh harus sedikit lebih basa, bukan asam. Proses terjadinya asidosis laktat dapat berlangsung sangat cepat, yakni dalam hitungan menit atau dalam hitungan jam. Beberapa kasus asidosis asam ini juga bisa terjadi dengan perlahan, yakni dalam berapa hari. Asidosis laktat yang tidak ditangani dapat bersifat parah dan memicu komplikasi yang mengancam nyawa. 

Gejala asidosis laktat

Gejala asidosis laktat seringkali sulit dikenali karena banyaknya persamaan dengan gejala penyakit lain. Berikut ini gejala asidosis laktat yang penting untuk diperhatikan:

1. Gejala asidosis laktat pada kasus yang parah

Pada kasus gawat darurat, asidosis laktat dapat memicu gejala-gejala berikut ini:
  • Disorientasi atau kebingungan yang parah
  • Jaundice, yakni menguningnya kulit dan bagian putih mata
  • Gangguan pernapasan, seperti napas pendek dan cepat
  • Detak jantung menjadi cepat

2. Gejala asidosis laktat lainnya

Gejala asidosis laktat adalah kram otot
Salah satu gejala asidosis laktat adalah kram otot
Selain gejala yang mengindikasikan kasus gawat darurat di atas, asidosis laktat juga dapat memicu gejala berikut ini:
  • Nyeri dan kram otot 
  • Rasa tidak nyaman pada tubuh secara keseluruhan
  • Sakit perut dan rasa tak nyaman di perut 
  • Tubuh menjadi lemah
  • Tubuh lelah dan letargi
  • Rasa kantuk yang luar biasa
  • Nafsu makan berkurang
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
Gejala asidosis laktat di atas dapat mengindikasikan kondisi yang mengancam nyawa. Untuk itu, apabila Anda merasakan beberapa gejala di atas, mencari bantuan gawat darurat sangat disarankan.

Ragam penyebab asidosis laktat

Asidosis laktat dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang intens, penyakit tertentu, serta beberapa jenis obat.

1. Aktivitas fisik yang intens

Olahraga intens penyebab asidosis laktat
Asidosis laktat pada saat berolahraga biasanya terjadi sementara
Aktivitas fisik yang intens dan berat dapat memicu tubuh kekurangan oksigen untuk memecah glukosa menjadi energi. Namun tubuh juga dapat mengubah laktat menjadi energi tanpa menggunakan oksigen sehingga asam laktat akan menumpuk di aliran darah. Apabila penumpukan asam laktat terjadi terlalu cepat padahal tubuh belum banyak membakarnya, asidosis laktat pun berisiko terjadi. Asidosis laktat pada saat berolahraga biasanya terjadi sementara dan cenderung bukan menjadi kondisi gawat darurat. 

2. Penyakit tertentu

Beragam jenis penyakit dapat memicu asidosis laktat. Penyakit tersebut, termasuk:
  • Kanker
  • Kejang
  • Gagal hati
  • Defisiensi vitamin B
  • Sepsis, yakni peradangan di seluruh bagian tubuh akibat infeksi yang parah 
  • Gagal jantung
  • Trauma yang berat
  • Syok, seperti syok kardiogenik (jantung tidak dapat memompa darah) dan syok hipovolemik (penurunan kadar darah dan cairan dalam jumlah besar di dalam tubuh)
  • Gangguan ginjal
  • Diabetes mellitus

3. Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan dapat memicu asidosis laktat, seperti metformin untuk diabetes. Semua jenis obat ARV dalam kelompok nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI), yang diresepkan dokter untuk pasien dengan HIV, juga dapat memicu asidosis laktat.

Bagaimana dokter menangani asidosis laktat?

Karena asidosis laktat dapat disebabkan oleh beragam hal, maka penangannya pun juga akan disandarkan atas penyebabnya di atas. Sembari dokter mendiagnosis penyebab pasti dari asidosis laktat pada pasien atau penyebabnya belum diketahui, dokter akan menangani kondisi ini untuk memperlancar sirkulasi darah dan aliran oksigen di dalam tubuh.Untuk mencapai tujuan tersebut, dokter akan melakukannya dengan cara-cara berikut ini:
  • Pemberian cairan melalui infus untuk melancarkan sirkulasi oksigen
  • Peningkatan jumlah oksigen ke dalam jaringan tubuh pasien
  • Ventilasi tekanan positif untuk mengirimkan oksigen menuju paru-paru
  • Terapi vitamin
  • Hemodialisis dengan bikarbonat
Pada kasus asidosis laktat akibat aktivitas fisik, Anda harus menghentikan kegiatan dengan segera, beristirahat, dan mencukupkan kebutuhan cairan. 

Catatan dari SehatQ

Asidosis laktat terjadi ketika adanya penumpukan asam laktat di dalam tubuh. Asidosis laktat dapat bersifat sementara namun juga bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa. Untuk mendapatkan informasi lanjutan terkait penyakit, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa di-download di Appstore dan Playstore untuk memberikan informasi penyakit dan kesehatan terpercaya.
latihan fisikpenyakit hatiasidosis
Healthline. https://www.healthline.com/health/acidosis
Diakses pada 12 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/lactic-acidosis
Diakses pada 12 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320863
Diakses pada 12 Oktober 2020
Web MD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/guide/exercise-and-lactic-acidosis
Diakses pada 12 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait