Daun katuk dan bayam dipercaya sebagai makanan pelancar ASI
Bayam dianggap sebagai salah satu makanan pelancar ASI

Produksi air susu ibu (ASI) yang sedikit kerap menjadi alasan ibu untuk menghentikan kewajiban mereka menyusui bayinya. Padahal, terdapat berbagai cara untuk menghindari sedikitnya produksi ASI, salah satunya lewat konsumsi makanan pelancar ASI.

Produksi ASI merupakan proses kompleks yang mencakup faktor fisik dan emosional. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan faktor utama dalam produksi ASI adalah pengosongan payudara. Makin sering payudara dikosongkan, maka tubuh makin terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Meskipun demikian, untuk memproduksi ASI yang banyak dan berkualitas, tubuh membutuhkan asupan kalori lewat makanan dan minuman. Untuk itu, IDAI juga menyebut beberapa bahan makanan untuk ibu menyusui yang dipercaya dapat memperlancar produksi ASI.

Makanan pelancar ASI yang aman dan minim efek samping

Di Indonesia, banyak bahan makanan yang diklaim memiliki fungsi sebagai makanan pelancar ASI, seperti daun bayam dan daun katuk. Meski manfaat dan cara kerja para pelancar ASI itu belum terbukti secara ilmiah, bahan-bahan itu sudah digunakan sejak lama untuk meningkatkan produksi ASI.

Makanan yang mendapat label sebagai makanan pelancar ASI, di antaranya:

  • Daun katuk

Makanan pelancar ASI ini sudah banyak digunakan secara tradisional di Indonesia. Berdasarkan penelitian, ibu menyusui yang mengonsumsi daun katuk ini memang terbukti mengalami peningkatan produksi ASI hingga 50,7% lebih banyak dibanding ibu menyusui yang tidak pernah mengonsumsinya.

Pemberian ekstrak daun katuk juga dapat menurunkan jumlah ibu menyusui yang mengeluhkan kurang ASI sebanyak 12,5%. Dosis yang diberikan adalah 3x300 mg per hari selama 15 hari berturut-turut.

Selain meningkatkan kuantitas ASI, konsumsi daun katuk juga tetap menjaga kualitas kualitas ASI. Hal ini terlihat dari tidak adanya perbedaan kadar protein dan kadar lemak dalam ASI pada sebelum dan setelah ibu menyusui mengonsumsi daun katuk.

  • Fenugreek

Sebagian ibu menyusui mungkin masih kurang familiar dengan fenugreek. Namun, tanaman herbal yang merupakan anggota keluarga kacang-kacangan ini ternyata merupakan makanan pelancar ASI yang paling banyak direkomendasikan oleh dokter anak.

Cara kerja fenugreek secara spesifik tidak diketahui, namun yang jelas tanaman herbal ini terbukti mampu meningkatkan produksi ASI dalam 24-72 jam setelah ibu menyusui mengonsumsinya. Fenugreek juga hadir dalam bentuk suplemen yang bisa dikonsumsi 2-3 kapsul tiga kali per hari.

Meski demikian, fenugreek memiliki efek samping berupa diare, memperberat gejala asma, serta urine dan keringat Anda akan mengeluarkan bau seperti maple. Untuk itu, sebelum mengonsumsi pelancar ASI ini, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  • Bayam dan sayuran hijau

Bayam dan sayuran hijau pada umumnya kaya akan zat besi, yang sangat memengaruhi produksi ASI. Ketika tubuh Anda kekurangan zat besi, maka produksi ASI akan berkurang.

  • Oatmeal

Oatmeal juga mengandung zat besi, begitu pula nutrisi lain yang diperlukan ibu menyusui seperti serat, magnesium, dan zinc.

  • Adas

Beberapa penelitian menyatakan mengonsumsi adas ketika menyusui dapat meningkatkan volume lemak di dalam ASI. Hal ini berimbas pada kenaikan berat badan bayi yang lebih banyak dan tetap sehat.

  • Segala jenis protein

Protein adalah jenis nutrisi baik yang bisa berpindah dari ibu ke bayi melalui ASI. Oleh karenanya, ibu menyusui disarankan mengonsumsi tambahan 25 gram protein per hari.

Protein yang baik untuk ibu menyusui, yaitu daging tanpa lemak, telur, hingga protein nabati seperti kacang-kacangan, buncis, tahu, dan tempe. Sebaliknya, Anda harus menghindari beberapa jenis protein yang rawan mengandung merkuri, misalnya ikan hiu, ikan todak, ikan raja makarel, dan sebagainya.

Selain enam daftar di atas, terdapat makanan lain yang dipercaya sebagai pelancar ASI, misalnya daun bangun-bangun (terutama di daerah Batak) dan jantung pisang (di Sulawesi Utara). Bir juga dipercaya bisa melancarkan ASI di beberapa daerah, tapi pada faktanya alkohol justru dapat menurunkan produksi ASI.

Panduan makanan untuk ibu menyusui

Selain mengonsumsi berbagai makanan pelancar ASI, jangan lupa bahwa ibu menyusui juga harus mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Makanan tersebut sebaiknya tetap terdiri atas karbohidrat sebagai sumber tenaga, protein dan lemak (dari ikan, daging, atau produk susu), serta sayur dan buah yang mengandung zat besi plus kalsium yang cukup.

Ingat, menyusui adalah pengalaman unik bagi setiap ibu. Makanan pelancar ASI yang dibutuhkan ibu menyusui yang satu mungkin akan berbeda dengan ibu menyusui lainnya. Jika Anda memiliki masalah dalam produksi ASI, ada baiknya langsung menemui dokter atau konselor laktasi untuk menemukan solusi yang tepat.

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya
Diakses pada 22 September 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/cairan-hidup-asi-bagaimana-mengoptimalkan-produksinya
Diakses pada 22 September 2019

Parents. https://www.parents.com/baby/breastfeeding/tips/5-foods-that-could-help-increase-your-breastmilk-supply/
Diakses pada 22 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324290.php
Diakses pada 22 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed