Pijat oksitosin bisa menjadi andalan Anda ketika merasa suplai ASI sedang menurun
Pijat oksitosin diberikan di sepanjang tulang belakang atau punggung

Jika ada 100 ibu menyusui ditanyai tentang perjalanan menyusui mereka, hampir pasti selalu ada masa-masa yang penuh tantangan. Mulai dari mencari perlekatan mulut bayi ke areola payudara yang pas, memerah ASI demi mengejar stok ASI perah, dan fase saat ASI seret sehingga perlu pijat oksitosin.

Oksitosin adalah hormon yang diproduksi kelenjar pituitari di otak. Fungsinya sangat beragam dan berperan signifikan bagi tubuh manusia.

Hormon oksitosin membuat seseorang merasa rileks, tidak cemas berlebih, menurunkan tekanan darah, termasuk kontraksi otot. Oksitosin juga merupakan hormon yang identik dengan kasih sayang, rasa cinta, dan kepercayaan.

Hormon oksitosin dan perempuan

Bagi perempuan, hormon oksitosin berperan sangat penting. Saat persalinan contohnya, hormon oksitosin yang dapat merangsang uterus berkontraksi sehingga ada refleks mengejan mengeluarkan bayi.

Hal ini terus berlanjut pada saat menyusui. Hormon oksitosin membantu kontraksi otot-otot di sekitar kelenjar susu payudara mulai dari momen pertama inisasi menyusui dini (IMD) hingga masa menyusui berakhir.

Namun perlu dibedakan hormon yang mengatur banyak sedikitnya suplai ASI seorang ibu adalah hormon prolaktin.

Tidak hanya itu saja, hormon oksitosin juga yang berperan saat seorang perempuan mengalami orgasme. Rasa rileks dan nyaman yang dirasakan saat klimaks bercinta ini juga dipengaruhi oleh hormon oksitosin.

Hormon oksitosin dan menyusui

Tak hanya aktivitas untuk memberi nutrisi bagi bayi, menyusui juga memberi stimulus untuk memproduksi hormon oksitosin dari otak. Pernahkah Anda merasakan ikatan yang begitu erat bahkan saat bertatapan mata dengan si kecil ketika menyusu? Lagi-lagi, di situ hormon oksitosin berperan.

Terjalinnya hubungan emosional antara ibu dan buah hatinya erat kaitannya dengan hormon oksitosin. Saat menyusui, otak aktif memproduksi hormon oksitosin. Alhasil, sang ibu kerap merasa rileks dan mengantuk.

Saat mulut bayi menyentuh area areola payudara, oksitosin menyebabkan otot-otot di sekitar kelenjar susu berkontraksi. Dengan demikian, ASI akan terdorong keluar dari payudara dan masuk ke mulut bayi.

Kondisi ini disebut let-down-reflex (LDR) yaitu saat ASI benar-benar mengalir deras, bahkan bisa membuat bayi tersedak. Saat LDR terjadi, sang ibu biasanya merasa area puting sedikit mengeras dan muncul rasa geli.

Namun tak hanya itu saja pengaruh hormon oksitosin. Hormon kasih sayang ini juga yang membuat ibu menyusui bisa merasa haus, gerah, bahkan sakit kepala sekalipun ketika sedang menyusui.

Terlebih, apabila suplai ASI tengah menurun. Salah satu cara yang kerap direkomendasikan oleh konselor laktasi adalah memberikan pijat oksitosin.

Pijat oksitosin untuk ibu menyusui

Pijat oksitosin dapat dilakukan oleh siapapun. Konselor laktasi biasanya membekali ilmu tentang cara memberikan pijat oksitosin ini kepada orang terdekat seperti suami atau keluarga.

Pijat oksitosin diberikan di sepanjang tulang belakang atau punggung. Tujuannya tentu saja untuk merangsang otak agar menghasilkan hormon oksitosin lebih banyak. Dalam kaitannya dengan menyusui, pijat oksitosin membantu sang ibu merasa rileks sehingga ASI yang keluar lebih lancar.

Cara melakukan pijat oksitosin adalah:

  1. Ibu duduk dengan posisi sedikit membungkuk, bisa bersandar ke bangku atau memeluk bantal
  2. Suami atau keluarga memijat kedua sisi tulang belakang dengan kepalan tangan
  3. Posisi kepalan tangan adalah ibu jari mengarah ke depan
  4. Berikan pijatan yang cukup kuat dengan arah melingkar
  5. Pijatan diberikan mulai dari tulang belakang hingga separuh punggung (sebatas garis tempat tali bra berada)
  6. Berikan pula pijatan yang sama di area leher hingga tulang belikat
  7. Pijat oksitosin dilakukan selama 2-3 menit

Meskipun singkat, pijat oksitosin dapat membantu otot-otot di sekitar kelenjar payudara untuk berkontraksi dan mendorong keluarnya ASI. Bahkan tidak sedikit ibu menyusui yang merasakan ASI mereka keluar saat tengah diberi pijatan oksitosin, berkat fungsi let-down-reflex alami.

Beberapa ciri tubuh sedang mengeluarkan hormon oksitosin di antaranya:

  • Sensasi geli atau seperti ditusuk di sekitar payudara
  • Merasa kram di uterus saat menyusui
  • Jika menyusui langsung, bayi terlihat menelan ASI dalam jumlah cukup banyak
  • Jika tidak sedang menyusui, ASI bisa keluar dan merembes keluar
  • Merasa bahagia dan rileks setelah menyusui atau memerah ASI

Suplai ASI tidak lancar adalah hal yang sangat wajar. Bisa jadi karena merasa lelah, kurang tidur, urusan pekerjaan, stres, dan banyak lagi pemicu lainnya. Tak perlu merasa khawatir atau bahkan stres karena justru dapat berpengaruh terhadap produksi ASI.

Pijat oksitosin bisa menjadi andalan Anda ketika merasa suplai ASI sedang menurun. Sampaikan kepada orang terdekat untuk selalu bersedia memberikan pijat oksitosin ketika diperlukan.

Tak kalah penting, nikmati perjalanan sebagai ibu menyusui dengan mengasihi buah hati Anda. Bukan hanya sekadar memberikan nutrisi, tapi juga membangun ikatan kasih sayang antara ibu dan buah hati.

Daily Mail. https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2615106/Oxytocin-Cuddle-chemical-breastfeeding-helps-babies-develop-social-skills.html
Diakses 22 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148970/
Diakses 22 November 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/oxytocin-and-breastfeeding-3574977
Diakses 22 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed