Salicylic Acid Adalah Kandungan Bahan Aktif untuk Jerawat, Kenali Manfaat Lainnya


Salicylic acid adalah kandungan bahan aktif yang kerap ditemukan dalam sejumlah produk perawatan kulit berjerawat. Ada berbagai macam fungsi asam salisilat untuk jerawat adalah mengatasi komedo hingga mengangkat sel kulit mati.

(0)
04 Mar 2020|Azelia Trifiana
Salicylic acid adalah kandungan bahan aktif dalam sejumlah produk perawatan kulit berjerawatAsam salisilat terkandung dalam produk perawatan untuk kulit wajah berjerawat
Asam salisilat atau salicylic acid adalah salah satu kandungan bahan aktif yang kerap ditemukan dalam sejumlah produk perawatan kulit berjerawat. Jenis asam satu ini termasuk dalam golongan beta hydroxy acids (BHA), yakni bagian hidroksi dari molekul yang dipisahkan oleh dua atom karbon. Fungsi asam salisilat adalah untuk mengatasi jerawat hingga komedo.Struktur asam salisilat yang merupakan golongan BHA membuatnya dapat larut dalam minyak (oil-soluble). Dengan demikian, asam salisilat bisa masuk ke pori-pori kulit dengan mudah. Lantas, apa saja manfaat asam salisilat untuk jerawat? Simak jawaban selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa manfaat asam salisilat untuk wajah? 

Sifat asam salisilat yang bisa masuk ke dalam pori-pori kulit ini membuatnya sangat bermanfaat untuk kulit wajah. Adapun manfaat salicylic acid adalah sebagai berikut. 

1. Mengatasi komedo

Salah satu manfaat salicylic acid adalah mengatasi komedo. Asam salisilat berkhasiat dalam membantu mengangkat komedo, baik berupa blackheads maupun whiteheads.Ketika masuk ke dalam kulit, fungsi asam salisilat akan mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Selain itu, asam salisilat juga bertindak sebagai zat antiradang pada area kulit yang berjerawat.

2. Mengangkat sel kulit mati

Berikutnya, manfaat salicylic acid adalah mengangkat sel kulit mati atau proses eksfoliasi. Penggunaan skincare yang mengandung salicylic acid secara berkala dapat mengangkat lapisan kulit paling atas sehingga menjadi lebih halus dan teksturnya merata. Tak hanya itu, asam salisilat juga bekerja dengan memecah desmosom, yaitu ikatan antara sel di epidermis atau lapisan kulit paling luar. Dengan demikian, kulit bisa mengalami regenerasi sekaligus membuang sumbatan di pori-pori.

3. Menghilangkan jerawat batu

Fungsi asam salisilat untuk jerawat juga dapat membantu menghilangkan jerawat batu. Jerawat batu atau cystic acne bisa jadi sangat sulit diatasi. Kabar baiknya, asam salisilat bisa mengendalikan sel-sel kulit sekaligus mengangkat sumbatan keratin di kulit berkat kandungan antibakteri di dalamnya.Meski demikian, reaksi ini bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Sebab, pada beberapa kasus, penggunaan asam salisilat untuk jerawat batu belum tentu ampuh untuk mengatasinya. 

4. Mengurangi produksi minyak berlebih

Mengurangi produksi minyak berlebih juga menjadi fungsi asam salisilat. Hal ini karena sifat asam salisilat yang dapat masuk ke dalam lapisan kulit, termasuk bagi mereka dengan kulit berminyak sekali pun, sehingga kulit bisa dibersihkan lebih menyeluruh. Di samping itu, asam salisilat juga mengurangi sekresi minyak dan sebum sehingga kulit tidak rentan mengalami jerawat.

5. Menyamarkan luka

Jika ada bekas luka di wajah yang ingin disamarkan, fungsi asam salisilat bisa bekerja. Hal ini tak lepas dari kemampuannya dalam mengangkat sel kulit mati sekaligus menstimulasi produksi sel kulit baru.Dengan demikian, penggunaan skincare yang mengandung salicylic acid bisa membantu menyamarkan bintik hitam atau bekas jerawat dan luka yang membandel. Selain itu, fungsi asam salisilat juga bisa membantu mencegah munculnya bintik hitam berkat sifat anti peradangan di dalamnya.

Apa saja produk skincare yang mengandung salicylic acid

Ada sejumlah produk skincare yang mengandung salicylic acid, yaitu:

1. Sabun cuci muka

Salah satu produk skincare yang mengandung salicylic acid adalah sabun cuci muka. Pada dasarnya, sabun cuci muka bertujuan untuk mengangkat sisa make up, kotoran, dan minyak.Namun, sabun cuci muka yang mengandung salicylic acid biasanya menawarkan berbagai fungsi asam salisilat yang telah disebutkan di atas. Jika Anda ingin membasmi jerawat membandel di wajah, penggunaan sabun cuci muka mengandung asam salisilat diyakini ampuh untuk mengatasinya. 

2. Toner wajah

Toner wajah juga menjadi produk skincare yang mengandung salicylic acidToner wajah biasanya dipakai setelah wajah dibersihkan dengan sabun cuci muka, atau tepatnya sebelum memakai pelembap.Pada dasarnya, fungsi toner wajah adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up, kotoran, dan minyak yang mungkin masih menempel di wajah dan tidak terangkat sempurna saat mencuci muka.Toner wajah yang mengandung salicylic acid dapat membantu mengatasi jerawat, komedo, dan noda bekas jerawat.

3. Pelembap

Produk skincare yang mengandung salicylic acid berikutnya adalah pelembap. Pelembap yang umum digunakan oleh pemilik kulit berjerawat ini biasanya juga dilengkapi dengan sejumlah kandungan bahan aktif lainnya, seperti niacinamide dan gliserin, yang berfungsi untuk melembutkan dan menghidrasi kulit sekaligus mengatasi noda bekas jerawat. 

4. Salep jerawat

Salep jerawat topikal juga menjadi produk skincare yang mengandung salicylic acidAnda bisa menggunakan salep jerawat di apotek setelah cuci muka dan menggunakan toner wajah. Selain produk skincare yang mengandung salicylic acid di atas, asam salisilat untuk jerawat juga dapat ditemukan pada sampo yang bertujuan mengatasi ketombe. Khusus untuk ketombe, kandungan asam salisilat dalam sampo bisa membunuh bakteri penyebab ketombe di kulit kepala.

Apa efek samping asam salisilat untuk jerawat? 

Kandungan bahan aktif apa pun yang digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Begitu pula halnya dengan asam salisilat. Efek samping asam salisilat untuk jerawat yang paling utama adalah iritasi, terutama pada pemilik kulit sensitif atau kering. Bergantung pada konsentrasi dan frekuensi penggunaan, beberapa orang mungkin merasa mengalami kulit terasa kering, terkelupas, memerah, bahkan iritasi. Pastikan Anda tidak menggunakan asam salisilat untuk jerawat secara berlebihan karena berisiko merusak lapisan pelindung kulit. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan asam salisilat untuk jerawat secara berselang dengan produk skincare lainnya yang aman digunakan bersama salicylic acid, seperti lactic acidPenggunaan asam salisilat dengan kandungan bahan aktif untuk jerawat lainnya secara bersamaan dapat membuat kulit semakin kering. Hindari penggunaan asam salisilat untuk jerawat bersamaan dengan produk skincare mengandung retinol karena dapat menimbulkan efek samping tertentu. Penggunaan asam salisilat untuk jerawat yang terlalu banyak pada tubuh juga dapat menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, Anda disarankan mengoleskan hanya pada area kulit yang bermasalah, seperti jerawat atau komedo. Ibu hamil dan orang yang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya menghindari penggunaan asam salisilat untuk jerawat. Anda yang memiliki alergi terhadap aspirin, sebaiknya menghindari penggunaan skincare yang mengandung salicylic acidPenggunaan asam salisilat tidak disarankan pada kulit yang iritasi, seperti eksim. 

Salicylic acid adalah bahan aktif pada produk untuk kulit berjerawat, bagaimana cara menggunakan? 

Mengingat asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang, maka para dermatologis menyarankan penggunaan tidak terlalu berlebihan. Pada sejumlah produk skincare yang mengandung salicylic acid di pasaran, kandungan asam salisilat yang aman adalah sekitar 0,5-2%.Anda bisa menggunakan asam salisilat untuk jerawat dengan aman sesuai dengan kondisi kulit. Pada dasarnya, salicylic acid aman digunakan 1-2 kali sehari dengan cara dioleskan langsung pada area kulit yang terdapat jerawat.Jika Anda baru pertama kali menggunakannya, oleskan asam salisilat dalam dosis yang paling rendah seminggu sekali. Ingat, jika baru pertama kali berkenalan dengan produk skincare yang mengandung salicylic acid, lakukan dengan perlahan. Konsisten adalah kuncinya.Kemudian, tingkatkan dosisnya secara bertahap seiring pemakaiannya secara rutin. Namun, bila Anda mengalami kulit kemerahan atau iritasi, sebaiknya kurangi dosis penggunaannya atau hentikan segera. Anda juga bisa menggunakan asam salisilat 3 hari sekali sampai kulit mulai terbiasa. Untuk penggunaan awal, coba selama sekitar 14 hari. Orang yang memiliki kulit kering atau sensitif, sebaiknya menggunakan asam salisilat di bawah pengawasan dokter kulit.Perlu diingat pula bahwa khasiat dari asam salisilat tidak bisa terlihat secara instan. Perlu waktu 4-6 minggu untuk melihat hasilnya. Sama seperti produk perawatan kulit lainnya, perlu konsistensi untuk bisa mendapatkan hasil yang diharapkan.

Catatan dari SehatQ

Salicylic acid adalah salah satu kandungan bahan aktif yang kerap ditemukan dalam sejumlah produk perawatan kulit berjerawat. Anda bisa menemukan produk skincare yang mengandung salicylic acid secara bebas di pasaran dalam bentuk sabun cuci muka, toner wajah, hingga obat jerawat.Tak ada salahnya Anda berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan rekomendasi produk asam salisilat untuk jerawat yang tepat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk bertanya lebih lanjut seputar fungsi asam salisilat untuk jerawat. Caranya, unduh aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play.
pengobatan jerawatpori-pori besarkomedokomedo putihjerawatperawatan wajah
Allure. https://www.allure.com/story/what-does-salicylic-acid-do
Diakses 25 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-18-866/salicylic-acid-topical/salicylic-acid-keratolytic-topical/details
Diakses 25 Februari 2020
Good Housekeeping. https://www.goodhousekeeping.com/beauty/anti-aging/a30982749/what-is-salicylic-acid/
Diakses 25 Februari 2020
Cosmopolitan. https://www.cosmopolitan.com/style-beauty/beauty/a30432343/salicylic-acid-for-ski
Diakses 25 Februari 2020
Cosmopolitan. https://www.cosmopolitan.com/uk/beauty-hair/a31667188/salicylic-acid-expert-guide/
Diakses pada 8 Februari 2021
Elle. https://www.elle.com/uk/beauty/skin/a30561350/salicylic-acid/
Diakses pada 8 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait