Asam Lambung Naik saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Asam lambung naik saat hamil tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi ibu dan janin. Oleh karena itu, penting untuk tahu cara mengatasinya melalui langkah-langkah berikut.

(0)
15 Jul 2020|Adhenda Madarina
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada beberapa cara mengatasi asam lambung naik saat hamilAsam lambung naik saat hamil dapat dipengaruhi beberapa faktor
Asam lambung naik saat hamil adalah keluhan umum yang normal dialami selama masa kehamilan. Asam lambung adalah gejala penyakit maag yang diakibatkan adanya peradangan atau luka pada lambung.Naiknya asam lambung sering kali terjadi karena pola makan yang tidak teratur sehingga dapat menyebabkan luka pada bagian lambung.Selain itu, naiknya asam lambung dapat diperparah oleh meningkatnya tekanan dalam perut, salah satunya adalah kehamilan.Seiring dengan rahim yang membesar, lambung bisa tertekan dan fungsinya jadi terganggu. Hal inilah yang memicu kenaikan asam lambung pada ibu hamil.

Penyebab asam lambung naik saat hamil

Kenapa saat hamil asam lambung meningkat? Masalah asam lambung naik saat hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Perubahan hormon

Asam lambung naik saat hamil biasanya terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan. Sebagai contoh, peningkatan hormon progesteron dapat mengendurkan otot polos di tubuh.Akibatnya, pencernaan makanan akan menjadi lebih lambat dan makanan bisa mengalir ke atas sehingga menyebabkan asam lambung naik.Baca juga: Refluks Asam Lambung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

2. Adanya tekanan pada rahim

Tekanan yang disebabkan oleh rahim yang membesar pada lambung dan bagian-bagian lain dari saluran pencernaan dapat menyebabkan asam lambung mengalir ke arah yang berlawanan sehingga menyebabkan asam lambung naik.

3. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat anti muntah yang dapat meredakan rasa mual selama kehamilan ternyata juga bisa menyebabkan asam lambung saat hamil.Penting bagi Anda untuk memperhatikan obat apa yang Anda konsumsi selama masa kehamilan. Jika tidak yakin, tanyakan pada dokter Anda.

4. Memiliki penyakit GERD

Jika Anda menderita gastroesophageal reflux disease (GERD) sebelum kehamilan, asam lambung naik mungkin bukanlah hal yang baru. Untuk membantu mengobatinya saat hamil, bicarakan dengan dokter tentang obat apakah yang bisa digunakan.

Cara mengatasi asam lambung saat hamil

Untuk membantu meredakan dan mencegah asam lambung naik saat hamil, pastikan Anda menerapkan beberapa cara mengatasi asam lambung pada ibu hamil seperti berikut:

1. Hindari makan dalam porsi yang terlalu banyak

Jika Anda menderita morning sickness, hanya makan sedikit mungkin tidak menjadi masalah bagi Anda. Tetapi jika nafsu makan Anda sedang meningkat, pastikan untuk tidak makan terlalu banyak.Sama seperti saat Anda tidak hamil, perut yang terlalu penuh dan berat badan berlebih dapat menyebabkan asam lambung naik. Alih-alih makan tiga kali sehari, cobalah lima atau enam kali sehari dengan porsi yang lebih sedikit namun sering.

2. Makan dengan perlahan

Saat makan, cobalah untuk bersantai dan menikmati makanan yang sedang Anda kunyah. Cara ini berguna untuk membantu Anda menghindari makan berlebihan dan mencegah asam lambung naik saat hamil.Baca juga: Panduan Makan yang Aman untuk Penderita Asam Lambung dan GERD

3. Jangan berbaring setelah makan

Setelah makan, cobalah untuk melakukan aktivitas-aktivitas ringan, seperti jalan santai, melakukan sedikit pekerjaan rumah, duduk, atau membaca buku.Pastikan jangan berbaring dan melakukan apa pun yang mengharuskan Anda membungkuk. Kedua aktivitas tersebut dapat membuat asam lambung naik dan makanan kembali ke kerongkongan Anda.

4. Beri jeda waktu makan dan sebelum tidur

Janganlah makan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Anda juga harus menghindari terlalu banyak minum saat mendekati waktu tidur.Selain itu, terapkan posisi tidur yang nyaman, seperti kepala lebih tinggi dari posisi lambung. Posisi kepala lebih tinggi bisa mencegah asam lambung naik ke kerongkongan dan membantu kerja sistem pencernaan ibu hamil.

5. Hindari konsumsi makanan penyebab asam lambung naik

Ibu hamil perlu menghindari makanan tinggi lemak, kafein, coklat, dan jeruk yang disinyalir sebagai pemicu asam lambung naik saat hamil. Namun, penyebab asam lambung naik antara wanita hamil yang satu dengan lainnya bisa saja berbeda.  Oleh karena itu, penting untuk memahami tentang makanan apa saja yang menyebabkan asam lambung naik saat hamil supaya Anda dapat menghindari masalah ini.

6. Gunakan pakaian yang longgar

Mengenakan pakaian ketat hanya akan memberi tekanan lebih pada perut dan dapat meningkatkan begah dan rasa panas serta memperburuk kondisi asam lambung Anda. Oleh karena itu, gunakan pakaian yang longgar saat hamil agar Anda terhindar dari berbagai masalah di atas.Baca juga: 5 Cara Menurunkan Asam Lambung: Tanpa Obat, Hanya Perlu Niat!

Adakah obat asam lambung untuk ibu hamil yang aman?

Minum obat asam lambung untuk ibu hamil memang tidak disarankan. Seperti dikutip dari American Pregnancy Association (APA), dokter biasanya akan lebih dahulu merekomendasikan perawatan asam lambung tanpa obat.Pasalnya, pemberian obat untuk ibu hamil dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan calon janin, lantaran memiliki efek samping.Namun, obat-obatan mungkin saja diberikan ketika gejala yang terjadi tidak kunjung membaik. Sejumlah obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter untuk mengatasi asam lambung pada ibu hamil adalah antasida, sucralfate, omeprazole, ranitidin, rabeprazole hingga pantoprazole.Untuk mengurangi efek samping dari penggunaan obat, pastikan Anda mengkonsumsi obat-obatan tersebut atas resep dokter.

Makanan untuk mengurangi asam lambung saat hamil

Cara alami mengatasi maag pada bumil adalah dengan mengonsumsi makanan untuk mengurangi asam lambung saat hamil, seperti:

1. Buah-buahan yang tidak asam

Jika buah-buahan seperti jeruk dan buah lainnya yang memiliki rasa asam sebaiknya dihindari, untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi buah seperti melon, pisang, apel, pir hingga semangka untuk mengatasi asam lambung.Selagi buah yang dikonsumsi tidak asam, maka buah tersebut aman untuk asam lambung.

2. Sayuran

Sayur menjadi salah satu makanan yang baik untuk mengatasi asam lambung naik saat hamil. Anda bisa mengonsumsi sayuran apapun seperti brokoli, asam lambung, kembang kol, asparagus hingga ketimun.

3. Jahe

Jahe adalah rempah alami terbaik untuk mengatasi mual ketika asam lambung naik. Untuk menghilangkan rasa mual dan nyeri asam lambung pada ulu hati, Anda bisa mengonsumsi jahe dengan menambahkannya pada masakan atau mengolahnya menjadi minuman.Baca juga: Adakah Manfaat Lidah Buaya untuk Asam Lambung? Ketahui Faktanya

4. Makanan dengan lemak jenuh

Saat asam lambung naik, ibu hamil perlu menghindari makanan berlemak tinggi. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti alpukat, minyak wijen, minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari.

5. Oatmeal dan sereal

Oatmeal adalah sumber serat yang mampu menyerap asam lambung di untuk mengurangi gejala refluks. Selain oatmeal, sereal gandum utuh atau nasi merah juga bisa menjadi pilihan. Gangguan asam lambung naik saat hamil tidak boleh dibiarkan karena dapat berbahaya bagi ibu maupun janinnya. Jangan lupa untuk menerapkan tips di atas untuk mencegah Anda mengalami masalah asam lambung ini.Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter, Anda dapat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
asam lambungmasalah kehamilan
Health. https://www.health.com/condition/heartburn/12-ways-to-soothe-heartburn-in-pregnancy
Diakses pada 1 Juli 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/heartburn-during-pregnancy#causes
Diakses pada 1 Juli 2020
Whattoexpect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/heartburn-during-pregnancy.aspx
Diakses pada 1 Juli 2020
APA. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/heartburn-during-pregnancy-982/ diakses pada 1 maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait