Asam kafeat terkandung dalam berbagai makanan nabati, termasuk dalam buah stroberi
Buah beri, seperti stroberi, mengandung asam kafeat yang bermanfaat

Ada banyak molekul antioksidan dalam makanan yang berasal dari tumbuhan. Salah satu yang mungkin belum terlalu awam dikenal yaitu asam kafeat. Sekilas, nama asam kafeat mirip dengan kafein. Adakah kaitannya? Apa manfaat asam kafeat untuk kesehatan?

Apa itu asam kafeat?

Asam kafeat adalah senyawa alami yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan. Asam kafeat terkandung dalam sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, herbal, dan biji kopi.

Asam kafeat merupakan merupakan salah satu jenis kelompok senyawa polifenol, nutrisi mikro yang dapat bertindak sebagai molekul antioksidan. Bahkan, asam kafeat memiliki efek antioksidan yang powerful.

Selain bersifat antioksidan, asam kafeat juga memiliki sifat antiradang. Sifat antioksidan dan antiradang tersebut membuat asam kafeat menjadi nutrisi yang cukup populer di kalangan ilmuwan.

Walau “asam kafeat” mungkin mengingatkan Anda dengan “kafein”, dua senyawa ini sama sekali tidak berhubungan.

Klaim manfaat asam kafeat untuk kesehatan

Sebagai salah satu polifenol, asam kafeat telah banyak dikaji untuk diidentifikasi manfaatnya. Walau menjanjikan, sebagian besar penelitian terkait asam kafeat dilakukan pada hewan, atau masih bersifat in vitro. Penelitian in vitro dilakukan di luar tubuh manusia, seperti pada penelitian uji tabung.

Beberapa klaim manfaat asam kafeat tersebut, yaitu:

1. Meningkatkan performa fisik

Beberapa studi telah menemukan bahwa asam kafeat berpotensi untuk meningkatkan performa fisik. Misalnya, dalam studi pada hewan yang dimuat dalam jurnal Food & Nutrition Science Notes, asam kafeat disebutkan meningkatkan toleransi latihan serta mengurangi penanda rasa letih yang berkaitan dengan aktivitas fisik.

2. Menurunkan risiko kanker

Berbagai studi pada kopi telah menemukan adanya kaitan konsumsi kopi dengan dengan penurunan insiden kanker rektum dan kanker usus besar. Pakar menyebutkan, efek penurunan risiko kanker tersebut bisa berasal dari senyawa polifenol dalam kopi, seperti asam kafeat.

3. Digunakan dalam penanganan kanker

Beberapa penelitian pada hewan atau yang diterapkan pada ekstrak sel manusia mengindikasikan, turunan asam kafeat dapat mengurangi efek negatif dalam penanganan beberapa jenis kanker. Temuan ini tentunya menjanjikan, karena penanganan kanker seperti kemoterapi bisa menimbulkan efek samping tertentu.

4. Mengendalikan penuaan

Asam kafeat memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Sifat tersebut membuat asam kafeat sering dicampurkan dalam rangkaian produk perawatan kulit. Studi pada hewan menemukan, asam kafeat dari bawang putih dapat mencegah pembentukan kerutan yang dipicu oleh sinar UVB.

Pakar menemukan, asam kafeat dapat menjadi kandungan skin care yang potensial untuk menangani kerusakan kulit akibat paparan sinar UVB.

5. Berpotensi untuk menangani infeksi HIV

Asam kafeat dan turunannya telah dilaporkan mampu menghambat HIV, jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Pakar tentunya belum menyarankan penggunaan asam kafelat sendiri untuk menangani infeksi HIV. Namun, mereka menganjurkan makanan yang kaya asam kafeat bisa dikonsumsi untuk menangani infeksi tersebut.

Walau juga menjanjikan, riset lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini.

Sumber asam kafeat yang bisa dikonsumsi

Cara terbaik untuk mendapatkan asam kafeat adalah lewat makanan sehat. Apabila kita rutin mengonsumsi buah, sayuran, atau meminum kopi secara rutin, kita mungkin telah mendapatkan asupan asam kafeat yang cukup.

  • Buah-buahan: Apel dan stroberi
  • Sayuran: Bunga kol, lobak, dan sayur kale
  • Rempah dan herbal: kunyit, thyme, basil, kayu manis, dan oregano
  • Minuman: kopi dan wine
  • Makanan lain: Minyak zaitun, biji bunga matahari, dan jamur
Basil mengandung asam kafeat
Basil si penyedap rasa juga mengandung asam kafeat

Perlukah konsumsi asam kafeat dalam bentuk suplemen?

Asam kafeat juga tersedia dalam bentuk suplemen. Masih sedikit informasi terkait keamanan dan efek samping asam kafeat, dan belum teruji secara ekstensif pada manusia. Sejauh ini, belum ada efek samping serius dari suplemen asam kafeat.

Karena belum banyak dikaji, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen asam kafeat.

Catatan dari SehatQ

Asam kafeat adalah salah satu jenis polifenol dalam makanan nabati. Sifat antioksidan dan antiradang pada asam kafeat berpotensi memberikan manfaat kesehatan, walau riset lebih lanjut masih diperlukan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/caffeic-acid
Diakses pada 18 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319510
Diakses pada 18 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1266/caffeic-acid
Diakses pada 18 Maret 2020

Artikel Terkait