Mengenal Asam Fenolat, Si Antioksidan yang Bermanfaat

Asam fenolat terkandung dalam berbagai makanan dan minuman, seperti teh
Teh mengandung asam galat yang merupakan salah satu dari jenis asam fenolat

Dalam artikel mengenai senyawa polifenol, Anda telah mengetahui bahwa polifenol utamanya terbagi atas beberapa jenis. Salah satu jenis polifenol tersebut yaitu asam fenolat atau phenolic acids yang juga terkandung dalam berbagai makanan tumbuh-tumbuhan. Mari berkenalan lebih jauh dengan asam fenolat.

Apa itu asam fenolat?

Asam fenolat adalah kandungan alami dalam tumbuhan dan menjadi salah satu jenis polifenol. Polifenol sendiri merupakan grup besar senyawa tumbuhan.

Asam fenolat terkandung dalam berbagai jenis makanan nabati. Biasanya, asam fenolat paling terkonsentrasi di sekitar biji buah, kulit buah, dan dedaunan sayuran.

Ada banyak jenis asam fenolat yang terkandung dalam tumbuhan. Jenis-jenis asam fenolat tersebut umumnya bisa terbagi dalam dua kategori, yaitu:

  • Turunan asam benzoat, seperti asam galat
  • Turunan asam sinamat, seperti asam kafeat dan asam ferulat

Turunan asam sinamat lebih umum dibandingkan turunan asam benzoat.

Manfaat asam fenolat untuk kesehatan

Sebagai salah satu nutrisi dalam tumbuhan, asam fenolat memiliki manfaat untuk kesehatan. Manfaat asam fenolat tersebut, misalnya:

1. Mengendalikan radikal bebas

Asam fenolat memiliki sifat antioksidan. Sebagai molekul antioksidan, asam fenolat dapat bermanfaat untuk tubuh untuk mengendalikan radikal bebas berlebih. Radikal bebas yang tidak terkendali dapat memicu tekanan oksidatif, yang berujung pada kerusakan sel dan beragam penyakit.

2. Meredakan peradangan

Selain memiliki efek antioksidan, asam fenolat juga memiliki sifat antiradang. Nutrisi ini boleh jadi meredakan peradangan di tubuh jika kita rutin mengonsumsinya.

3. Berpotensi untuk mengatasi gangguan saraf

Beberapa riset telah mengaitkan manfaat asam fenolat yang memiliki efek protektif terhadap saraf. Dalam sebuah riset yang dimuat dalam jurnal Nutrients, asam fenolat berpotensi untuk menjadi terapi untuk menangani gangguan saraf.

Makanan sumber asam fenolat yang bisa dikonsumsi

Makanan yang kaya dengan asam fenolat memberikan potensi manfaat kesehatan untuk tubuh. Hanya saja, sulit diperkirakan seberapa besar manfaat tersebut dari makanan yang kita konsumsi. Sebab, selain asam fenolat, makanan sehat juga mengandung sumber lain, seperti serat dan flavonoid.

Misalnya saja, kopi mengandung asam kafeat sekaligus kafein dan red wine mengandung asam fenolat namun juga mengandung resveratrol (jenis polifenol lain yang juga bermanfaat).

Kita bisa memvariasikan makanan sehat yang kita konsumsi agar semua nutrisi bermanfaat tersebut bisa kita dapatkan.

Beberapa makanan nabati yang mengandung asam fenolat, yaitu:

  • Biji buah anggur, mengandung asam galat
  • Teh yang mengandung asam galat
  • Kopi, mengandung asam kafeat
  • Apel, kiwi, plum, dan blueberry mengandung asam kafeat
  • Red wine dan buah-buahan sitrus mengandung asam sinamat
  • Tepung jagung mengandung asam ferolat
  • Biji-bijian utuh, nasi, dan tepung oat mengandung asam ferolat
Buah sitrus sumber asam fenolat
Buah sitrus mengandung asam sinamat

Perlukah konsumsi suplemen asam fenolat?

Asam fenolat juga tersedia dalam bentuk suplemen, seperti suplemen ekstrak biji anggur atau suplemen ekstrak teh hijau. Suplemen-suplemen ini kadang juga dipromosikan sebagai suplemen antioksidan.

Riset-riset terkait suplemen antioksidan masih menunjukkan potensi risikonya jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagaimanapun, mendapatkan asam fenolat sebagai molekul antioksidan lebih dianjurkan dari makanan sehat bervariasi, alih-alih suplemen.

Jika Anda tetap ingin mencoba suplemen, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Catatan dari SehatQ

Asam fenolat adalah salah satu jenis polifenol, senyawa alami yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan. Asam fenolat dapat bertindak sebagai molekul antioksidan, sehingga bisa bermanfaat untuk pengendalian radikal bebas.

Memvariasikan makanan yang mengandung asam fenolat dan nutrisi tumbuhan lain tentu lebih disarankan, ketimbang bergantung pada suplemen.

Verywell Health. https://www.verywellfit.com/what-is-phenolic-acid-2507071
Diakses pada 10 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5452207
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait