Penyebab Blighted Ovum dan Cara Mengenali Ciri-Cirinya

(0)
10 Jul 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab blighted ovum dapat dideteksi melalui pemeriksaan USGUSG dapat membantuk mendeteksi blighted ovum
Blighted ovum atau kehamilan anembrionik adalah kondisi kehamilan di mana embrio tidak dapat berkembang setelah proses pembuahan terjadi. Kehamilan anembrionik selalu berakhir dengan keguguran. Kondisi ini bahkan menjadi penyebab utama dari keguguran pada awal kehamilan.

Penyebab blighted ovum atau kehamilan anembrionik

Blighted ovum dapat terjadi karena adanya kelainan kromosom. Kelainan tersebut bisa disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak sempurna atau karena kualitas dari sel sperma dan sel telur yang buruk. Ketika mengalami hamil kosong, pembuahan antara sel sperma dan sel telur tetap terjadi, namun pembuahan pada akhirnya tidak menghasilkan embrio.Sebuah studi menyatakan bahwa trisomi 16 dapat menyebabkan blighted ovum, di mana tumbuh kantong kehamilan yang kosong. Sementara, trisomi lainnya bisa menimbulkan kematian embrio di awal kehamilan. Tidak hanya itu, kelainan pada kromosom 9 juga disinyalir menjadi penyebab dari blighted ovum.Blighted ovum bisa terjadi sejak dini, bahkan ketika Anda belum menyadari kehamilan terjadi. Kondisi tidak dapat dicegah dan hanya terjadi satu kali pada sebagian besar wanita yang mengalaminya.Setelah mengalami blighted ovum, biasanya wanita akan memiliki kehamilan yang sehat pada kehamilan berikutnya.

Proses terjadinya blighted ovum atau kehamilan anembrionik

Proses terjadinya blighted ovum atau kehamilan anembrionik berawal dari sel telur yang berhasil dibuahi oleh sperma dan telah menempel di dinding rahim. Namun, sel telur atau sperma tersebut memiliki cacat kromosom.Pada kehamilan normal, jumlah kromosom yang seharusnya adalah 46 (23 dari sperma dan 23 dari sel telur). Namun, rendahnya kualitas sperma atau sel telur dan terjadinya pembelahan abnormal, membuat jumlah kromosom tersebut lebih atau malah kurang sehingga terjadi blighted ovum.Selanjutnya, sel telur berkembang membentuk kantong kehamilan, tapi tidak ada embrio yang terbentuk. Di sisi lain, plasenta bisa tumbuh dan menopang dirinya sendiri tanpa ada janin selama beberapa waktu. Hal ini menyebabkan hormon kehamilan terus meningkat. Pada awalnya, Anda akan merasakan tanda-tanda layaknya kehamilan normal, seperti:
  • Berhenti menstruasi
  • Tes kehamilan positif
  • Hormon kehamilan meningkat
  • Nyeri payudara
Selanjutnya, tubuh mengenali adanya kromosom abnormal. Secara alami kehamilan tidak dilanjutkan oleh tubuh karena tidak ada janin yang berkembang. Alhasil, terjadilah keguguran hamil anembrionik yang ditandai dengan:
  • Bercak atau pendarahan di vagina
  • Kram perut
  • Payudara tidak nyeri lagi
  • Menstruasi yang berat setelah mengalami keguguran
Anda dapat menunggu keguguran terjadi secara alami yang membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu atau dengan bantuan medis. Namun perlu diingat, tidak semua perdarahan yang terjadi di awal kehamilan merupakan tanda keguguran dari hamil kosong. Pemeriksaan secara lebih lanjut pada dokter sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya.Sebelum jaringan kehamilan anembrionik benar-benar hilang, Anda akan terus mendapat hasil positif ketika melakukan tes kehamilan. Oleh sebab itu, Anda harus menghilangkan jaringan kehamilan yang tersisa agar terhindar dari risiko berbahaya dari jaringan kehamilan yang tertinggal.[[artikel-terkait]]

Apa ciri-ciri hamil BO?

Tanda-tanda dari kehamilan kosong atau blighted ovum sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehamilan normal pada umumnya. Biasanya, Anda akan merasakan gejala sebagai berikut.
  • Mual
  • Muntah
  • Telat menstruasi
  • Kram ringan
  • Perdarahan ringan dari vagina
  • Rasa kencang di area payudara

Diagnosis blighted ovum

Blighted ovum biasanya terjadi di antara minggu ke-8 dan ke-13 dalam usia kehamilan. Pada kehamilan ini, biasanya test pack menggunakan urine akan menunjukkan hasil positif yang lemah berwarna merah muda.Satu-satunya cara yang pasti untuk mengetahui kehamilan anembrionik adalah dengan melakukan USG. Pemeriksaan ini bisa menunjukkan keadaan plasenta dan kantong embrionik.Dokter akan memperlihatkan tidak adanya embrio dalam kantong kehamilan, sehingga bisa disimpulkan bahwa kehamilan yang dialami adalah hamil kosong. Selain itu, Anda juga bisa melakukan tes genetik untuk mengetahui cacat kromosom yang menyebabkan terjadinya blighted ovum.Kehamilan merupakan momen yang sangat penting dalam hidup wanita. Anda tentunya tidak ingin gagal, apalagi mengalami kondisi blighted ovum atau kehamilan anembrionik.Selama masa kehamilan, usahakan untuk berkonsultasi pada dokter dan memeriksakan kehamilan Anda secara rutin. Tujuannya adalah untuk memastikan keadaan kandungan dan mendeteksi sedini mungkin kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada kandungan Anda.
hamil kosongkehamilan anembrionik
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499938/
Diakses pada Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/blighted-ovum#prevention
Diakses pada Juli 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/blighted-ovum#1
Diakses pada Juli 2019
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/blighted-ovum/
Diakses pada Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait