Inilah Faktor Penyebab Blighted dan Ketahui juga Asal-usulnya

Penyebab blighted ovum dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG
USG dapat membantuk mendeteksi blighted ovum

Blighted ovum atau kehamilan anembrionik adalah kondisi kehamilan di mana embrio tidak dapat berkembang setelah proses pembuahan terjadi. Kehamilan anembrionik selalu berakhir dengan keguguran. Kondisi ini bahkan menjadi penyebab utama dari keguguran pada awal kehamilan.

Penyebab blighted ovum atau kehamilan anembrionik

Penyebab umum dari blighted ovum adalah faktor genetik. Hal ini disebabkan oleh cacat kromosom dari sperma atau sel telur yang berkualitas rendah, serta bisa juga dari pembelahan sel yang abnormal. Cacat kromosom yang dimaksud di sini adalah jumlah kromosom yang ada terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sebuah studi menyatakan bahwa trisomi 16 dapat menyebabkan blighted ovum, di mana tumbuh kantong kehamilan yang kosong. Sementara, trisomi lainnya bisa menimbulkan kematian embrio di awal kehamilan. Tidak hanya itu, kelainan pada kromosom 9 juga disinyalir menjadi penyebab dari blighted ovum.

Blighted ovum bisa terjadi sejak dini, bahkan ketika Anda belum menyadari kehamilan terjadi. Kondisi tidak dapat dicegah dan hanya terjadi satu kali pada sebagian besar wanita yang mengalaminya.

Setelah mengalami blighted ovum, biasanya wanita akan memiliki kehamilan yang sehat pada kehamilan berikutnya.

Proses terjadinya blighted ovum atau kehamilan anembrionik

Proses terjadinya blighted ovum atau kehamilan anembrionik berawal dari sel telur yang berhasil dibuahi oleh sperma dan telah menempel di dinding rahim. Namun, sel telur atau sperma tersebut memiliki cacat kromosom.

Pada kehamilan normal, jumlah kromosom yang seharusnya adalah 46 (23 dari sperma dan 23 dari sel telur). Namun, rendahnya kualitas sperma atau sel telur dan terjadinya pembelahan abnormal, membuat jumlah kromosom tersebut lebih atau malah kurang sehingga terjadi blighted ovum.

Selanjutnya, sel telur berkembang membentuk kantong kehamilan, tapi tidak ada embrio yang terbentuk. Di sisi lain, plasenta bisa tumbuh dan menopang dirinya sendiri tanpa ada janin selama beberapa waktu. Hal ini menyebabkan hormon kehamilan terus meningkat. Pada awalnya, Anda akan merasakan tanda-tanda layaknya kehamilan normal, seperti:

  • Berhenti menstruasi
  • Tes kehamilan positif
  • Hormon kehamilan meningkat
  • Nyeri payudara

Selanjutnya, tubuh mengenali adanya kromosom abnormal. Secara alami kehamilan tidak dilanjutkan oleh tubuh karena tidak ada janin yang berkembang. Alhasil, terjadilah keguguran hamil anembrionik yang ditandai dengan:

  • Bercak atau pendarahan di vagina
  • Kram perut
  • Payudara tidak nyeri lagi
  • Menstruasi yang berat setelah mengalami keguguran

Anda dapat menunggu keguguran terjadi secara alami yang membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu atau dengan bantuan medis. Namun perlu diingat, tidak semua perdarahan yang terjadi di awal kehamilan merupakan tanda keguguran dari hamil kosong. Pemeriksaan secara lebih lanjut pada dokter sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya.

Sebelum jaringan kehamilan anembrionik benar-benar hilang, Anda akan terus mendapat hasil positif ketika melakukan tes kehamilan. Oleh sebab itu, Anda harus menghilangkan jaringan kehamilan yang tersisa agar terhindar dari risiko berbahaya dari jaringan kehamilan yang tertinggal.

[[artikel-terkait]]

Diagnosis blighted ovum

Blighted ovum biasanya terjadi di antara minggu ke-8 dan ke-13 dalam usia kehamilan. Pada kehamilan ini, biasanya test pack menggunakan urine akan menunjukkan hasil positif yang lemah berwarna merah muda.

Satu-satunya cara yang pasti untuk mengetahui kehamilan anembrionik adalah dengan melakukan USG. Pemeriksaan ini bisa menunjukkan keadaan plasenta dan kantong embrionik.

Dokter akan memperlihatkan tidak adanya embrio dalam kantong kehamilan, sehingga bisa disimpulkan bahwa kehamilan yang dialami adalah hamil kosong. Selain itu, Anda juga bisa melakukan tes genetik untuk mengetahui cacat kromosom yang menyebabkan terjadinya blighted ovum.

Kehamilan merupakan momen yang sangat penting dalam hidup wanita. Anda tentunya tidak ingin gagal, apalagi mengalami kondisi blighted ovum atau kehamilan anembrionik.

Selama masa kehamilan, usahakan untuk berkonsultasi pada dokter dan memeriksakan kehamilan Anda secara rutin. Tujuannya adalah untuk memastikan keadaan kandungan dan mendeteksi sedini mungkin kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada kandungan Anda.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499938/
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/blighted-ovum#prevention
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/blighted-ovum#1
Diakses pada Juli 2019

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/blighted-ovum/
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed