Arti Tangisan Bayi Tak Hanya Lapar, Kenali Penyebab Lainnya


Arti tangisan bayi mungkin kadang menjadi misteri bagi orangtua. Sebab, tak hanya lapar, mengompol, atau sakit, bayi yang menangis juga bisa saja menjadi tanda lainnya.

(0)
31 Mar 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Arti tangisan bayi salah satunya bisa jadi karena ingin dimanja dan dipelukBayi menangis bisa karena ingin dipeluk
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhannya. Jika ia lapar, mengantuk, sakit, semua akan diutarakan dalam bentuk tangisan.Bayi baru lahir umumnya menangis selama 2-3 jam per hari. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui arti tangisan bayi agar dapat mengenali maksudnya dan bisa segera menenangkan Si Kecil dengan tepat.

Apa saja arti tangisan bayi?

Ketika bayi menangis, insting pertama orang tua tentu ingin menenangkannya sesegera mungkin. Namun tidak selalu mudah untuk menerjemahkan apa yang diinginkan oleh buah hati. Jadi bagaimana cara membedakan tangisan bayi yang lapar, ingin dimanja, atau sakit?DI bawah ini adalah sederet arti tangisan bayi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia dan cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapinya:

1. Tangisan karena Lapar

Lapar adalah salah satu alasan umum bayi menangis, terutama pada bayi baru lahir. Tangisan si Kecil saat merasa lapar biasanya terdengar pendek-pendek, bernada rendah, dan naik-turun.Anda bisa memberikan ASI pada bayi untuk melihat apakah ia benar-benar lapar atau tidak. Jikapun bayi tidak lapar, mungkin ia hanya ingin mengisap sesuatu untuk membuatnya merasa nyaman.

2. Tangisan karena masalah dengan perut

Tumpukan gas dalam perut maupun kolik dapat membuat bayi menangis tanpa henti. Bayi yang mengalami kolik bisa menangis setidaknya tiga jam per hari selama tiga minggu berturut-turut.Biasanya, bayi yang memiliki masalah kesehatan tersebut akan tetap menangis meski sudah menyusu. Anda dapat mencoba mengusap punggungnya dan menggerakkan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda secara perlahan-lahan.Anda pun dapat memberikan obat untuk membantu mengeluarkan gas dari dalam perutnya. Tapi langkah ini tentu saja harus dikonsultasikan ke dokter anak terlebih dulu. Pasalnya, tidak semua obat cocok untuk Si Kecil dan efektif untuk menangani gangguan perutnya.

3. Tangisan karena kelelahan

Arti tangisan yang satu ini mungkin akan sedikit membingungkan. Karena tak seperti orang dewasa, bayi yang kelelahan justru tidak mudah tertidur. Justru sebaliknya, mereka akan rewel dan menangis di malam hari.Cobalah untuk menidurkan bayi dengan membedongnya menggunakan selimut, sehingga bayi akan merasa nyaman seperti di dalam rahim. Mengajak buah hati berjalan-jalan ke luar rumah dengan kereta bayi juga akan membantu.

4. Tangisan karena butuh bersendawa

Saat menyusu lewat payudara sang ibu maupun botol, tak hanya susu yang ditelan bayi, tetapi juga udara. Udara yang tak dikeluarkan dengan cara sendawa bisa membuat bayi tak nyaman. Jadi apabila bayi Anda menangis setelah disusui, mungkin ia perlu disendawakan. Meski begitu, bersendawa sebenarnya tidak harus dilakukan setiap saat. Pasalnya, ada sebagian bayi perlu rutin disendawakan, sementara sebagian bayi lainnya tidak.

5. Tangisan karena alergi

Bayi bisa mengalami alergi terhadap komponen dalam ASI yang berasal dari makanan sang ibu maupun susu formula. Jika bayi Anda sering menangis setelah menyusu, mungkin ini dikarenakan ia sedang mengalami alergi.Sementara beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan alergi pada bayi meliputi susu sapi, kacang-kacangan, kerang, telur, ikan, dan banyak lagi.Periksakan bayi Anda ke dokter untuk mengetahui apakah ia alergi atau tidak. Dokter kemungkinan menyarankan Anda untuk menghindari konsumsi susu atau makanan tertentu selama seminggu.Apabila bayi sudah jarang menangis setelah penerapan langkah tersebut, berarti ia memang mengalami alergi. Ini berarti, Anda sebaiknya menghindari susu maupun makanan itu.

6. Tangisan karena ingin dimanja

Terkadang, bayi menangis bukan karena lapar, lelah, atau masalah lain dalam tubuhnya. Tapi Si Kecil merengek karena ingin dipeluk dan dimanja. Jadi Anda harus pintar-pintar mengenal arti tangisan bayi yang satu ini.Gendonglah buah hati dan ajak ia mengobrol untuk membuatnya tenang. Ia juga akan senang saat melihat, mendengar, dan merasakan kehadiran orang tuanya.

7. Tangisan karena tumbuh gigi

Umumnya, gigi pertama bayi muncul saat usianya menginjak 4-7 bulan. Proses tumbuh gigi ini bisa membuat gusi bayi terasa sakit. Jika bayi Anda sering menangis di usia-usia tersebut, Anda bisa menyelipkan satu jari ke permukaan gusinya. Dengan ini, Anda bisa meraba ada tidaknya tonjolan yang menandakan Si Kecil tumbuh gigi.

8. Tangisan karena kesakitan

Salah satu alasan bayi menangis adalah karena ia sedang kesakitan. Kulit bayi lebih sensitif, sehingga ia bisa menangis karena hal-hal yang mungkin sepele bagi orang dewasa. Misalnya, ada seutas rambut yang tersangkut di jarinya atau merasa tidak nyaman dengan label pakaian yang mengenai kulitnya.

9. Tangisan karena sedang sakit

Tangisan bayi yang sedang sakit berbeda dengan tangisan lapar atau lainnya. Orang tua pun biasanya langsung tahu kalau tangisan bayi mereka terasa tidak ‘wajar’.Karena itu, apabila berbagai cara menenangkan bayi sudah dilakukan dan ia masih rewel, bisa jadi ia sedang sakit atau tidak enak badan.Anda perlu memeriksakan kondisi buah hati ke dokter untuk mengetahui penyebab di balik tangisannya secara pasti.

10. Tangisan karena terlalu banyak stimulus

Untuk melatih perkembangan fisik, emosi, sosial, dan bahasa, beberapa orang tua yang melakukan stimulasi terhadap bayi. Stimuasi memang penting, tetapi ternyata ada banyak orang tua yang tidak memahami cara melakukannya dengan tepat.Stimulasi yang diberikan terus-menerus bisa membuat bayi kelelahan. Misalnya, ibu yang mengajak bayinya terlalu lama ke mal dan dikelillingi banyak orang, bisa membuat bayi rewel dan menangis.

Jenis-jenis suara tangisan bayi dan alasan di baliknya

Setelah mengetahui apa arti di balik bayi menangis, Anda juga harus memperhatikan jenis suara tangisan si Kecil agar bisa lebih memahami penyebabnya sehingga dapat mengambil langkah yang tepat.Berikut jenis suara tangisan bayi dan alasan di baliknya:

1. Suara tangisan nada rendah

Tangisan yang terdengar rendah atau ada suara seperti "neh" atau "nnn" dapat berarti bayi sedang lapar atau ingin minum susu. Tanda ini biasanya akan diikuti dengan gerakan mencoba menghisap jari tangannya. 

2. Suara tangisan yang merengek dan melengking 

Jika suara bayi terdengar seperti merengek dan melengking itu bisa menjadi pertanda bahwa bayi mengantuk. Saat mengantuk dan ingin dibuat nyaman, tangisan si Kecil akan mengeluarkan suara "aaw" dan "owh". Jika Anda mendengarnya, maka segera gendong dan istirahatkan bayi agar ia merasa nyaman.

3. Suara tangisan yang mendadak menjerit

Jika bayi menangis terus menerus dan tiba-tiba menjerit, mungkin itu tanda bahwa ia sedang sakit. Segera periksa kondisi tubuhnya apakah mengalami demam dan gejala mengkhawatirkan lainnya.

4. Suara tangisan semakin lama terdengar semakin keras

Jika bayi menangis dan suara tangisannya terdengar semakin keras, ini bisa menjadi tanda bawa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Tangisan si Kecil akan terdengar seperti "heh" atau ada suara "hhh" yang menjadi tanda bahwa ia tidak nyaman entah karena popoknya basah atau saat merasa kedinginan dan kepanasan.

 5. Suara tangisan dengan tidak ada "n" atau "h"

Jika tangisan terdengar seperti ada kaya "eh" tak ada suara "n" atau "h", maka kemungkinan artinya bayi merasa sesak atau lambungnya sakit dan minta untuk ditegakkan agar ia bisa bersendawa. Segera bangunkan dan bantu ia bersendawa agar si Kecil bisa mengeluarkan gas dari perutnya.

Catatan dari SehatQ

Mungkin pertama-tama akan sulit untuk menerjemahkan arti tangisan bayi Anda. Khususnya pada bayi yang baru lahir.Namun jika Anda bisa meluangkan waktu untuk lebih memerhatikan dan mendengarkan tangisan buah hati, insting Anda sebagai orang tua dalam mengenali kebutuhan spesifik Si Kecil pun akan lebih terasah.Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika bayi menunjukan gejala mengkhawatirkan seperti demam, sesak napas hingga tidak sadarkan diri untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
tumbuh kembang bayikolik pada bayibayi menangis
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/why-baby-cries#1
Diakses pada 30 Maret 2020
BabyCenter. https://www.babycenter.com/0_12-reasons-babies-cry-and-how-to-soothe-them_9790.bc
Diakses pada 30 Maret 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-tangisan-bayi Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait