Ini Penyebab dan Arti Kedutan di Hidung yang Harus Diketahui

Arti kedutan pada hidung di antaranya adalah Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein.
Arti kedutan pada hidung antara lain yaitu adanya perasaan cemas dalam diri Anda.

Kedutan di hidung merupakan salah satu kontraksi otot yang sangat jarang terjadi. Di lingkungan masyarakat Jawa, arti kedutan di hidung ini kerap dikaitkan dengan mitos tentang nasib baik yang mengiringi seseorang. Namun, ada penjelasan ilmiah di balik gejala gangguan kesehatan tersebut.

Siapa sangka, dalam dunia kesehatan, kedutan di hidung dapat dijelaskan secara ilmiah. Lantas, apa yang menyebabkan kondisi tersebut?

Bingung cari arti kedutan hidung? Ini penyebab kondisi tersebut

Ternyata, salah satu arti kedutan di hidung yaitu
adanya kondisi stres yang Anda alami.

Pada dasarnya, kedutan di hidung bukanlah jenis kontraksi otot yang berbahaya. Kontraksi otot yang tidak disengaja ini dapat berlangsung dalam hitungan detik maupun jam. Namun jika terlalu sering berkontraksi, kedutan di hidung juga dapat mengganggu keseharian.

Kedutan di hidung dapat terjadi akibat kram otot pada hidung, dehidrasi maupun stres. Selain itu, kedutan di hidung maupun di area tubuh lain dapat pula disebabkan oleh kondisi berikut ini:

  1. Perasaan cemas:

    Kontraksi otot berupa kedutan merupakan salah satu cara tubuh bereaksi terhadap jenis emosi tertentu. Saat Anda merasa cemas dan gugup, tubuh akan menangkap sinyal stres tersebut. Selanjutnya, muncul rangsangan saraf hingga reaksi tidak menentu. Biasanya, saat stres reda, kedutan pun perlahan hilang.
  2. Kurang pemanasan saat berolahraga:

    Kedutan maupun kontraksi otot juga dapat terjadi karena kurangnya pemanasan sebelum berolahraga. Selain itu, kedutan juga dapat muncul akibat kurangnya cairan elektrolit tubuh setelah lelah berolahraga.
  3. Kurang istirahat:

    Kurang istirahat juga dapat menyebabkan kontraksi otot di area wajah, tak terkecuali di hidung. Sebab, saat tubuh kurang beristirahat, jumlah neurotransmiter yang diproduksi otak tidak stabil. Akibatnya, perintah yang diterima saraf otot pun menjadi terganggu.
    Neurotransmiter adalah senyawa alami yang bertugas mengirimkan informasi kepada sel saraf. Jika neurotransmitter terganggu, otot Anda akan mengalami kekacauan saat menerima informasi, sehingga kedutan pun terjadi.
  4. Kebanyakan merokok:

    Sistem neurotransmiter juga dapat terganggu jika Anda mengonsumsi terlalu banyak rokok. Sebab kandungan nikotin dapat mengganggu sistem neurotransmiter pada otak.
  5. Mengonsumsi terlalu banyak kafein:

    Produk kopi maupun minuman energi yang mengandung kafein juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kedutan. Sebab jika tubuh Anda sensitif terhadap kafein, otot akan berkontraksi di luar perintah otak.

Kedutan di hidung sebagai indikasi gejala kesehatan lainnya

Kedutan di hidung juga bisa terjadi akibat
kerusakan saraf.

Kedutan di hidung juga dapat mengindikasikan gejala kesehatan lainnya, seperti kekurangan vitamin dan mineral, reaksi terhadap obat tertentu, kerusakan saraf, gangguan tic wajah, adalah sindrom Tourette.

  • Kekurangan vitamin dan mineral:

    Untuk menjaga fungsi otot, tubuh membutuhkan nutrisi, vitamin dan mineral yang memastikan sirkulasi darah, fungsi saraf dan otot bekerja dengan tepat. Beberapa kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh antara lain vitamin B, vitamin E, zat besi, zinc,kalium, kalsium dan magnesium.
    Ketika mengalami kekurangan vitamin dan mineral, biasanya tubuh akan memberikan sinyal berupa kontraksi di beberapa area tubuh, termasuk wajah dan hidung Anda.
    Jika Anda merasa kekurangan asupan vitamin dan mengalami kedutan di hidung, cobalah menyantap suplemen dengan kandungan vitamin di atas maupun beragam makanan yang kaya nutrisi.
  • Reaksi terhadap obat tertentu:

    Jenis obat-obatan tertentu juga dapat memicu kontraksi otot di beberapa bagian tubuh, termasuk hidung. Beberapa di antaranya bahkan dapat menyebabkan kram otot dan spasme, seperti obat asma, obat statin, obat tekanan darah tinggi, obat hormonal, dan obat diuretik.
    Jika Anda mengalami kedutan di hidung atau kejang otot yang mengganggu saat tengah menjalani pengobatan yang diresepkan, segera hubungi dokter terkait untuk membahas pilihan perawatan lain.
  • Kerusakan saraf:

    Kerusakan sistem saraf juga dapat menyebabkan kedutan di hidung. Biasanya, kerusakan saraf terjadi akibat cedera fisik maupun kondisi medis tertentu seperti penyakit Parkinson, dapat memicu kejang otot.
    Jika Anda telah didiagnosis memiliki gangguan saraf, mintalah rekomendasi obat maupun perawatan untuk mengurangi kejang otot pada dokter terdekat.
  • Gangguan tic wajah:

    Arti kedutan di hidung lainnya adalah sebagai gejala awal tic wajah atau kejang di area wajah yang tidak terkendali. Gangguan fisik ini dapat menyerang siapapun, tapi umumnya terjadi pada anak-anak.
    Selain kedutan di hidung, individu yang didiagnosis tic wajah juga dapat mengalami kedutan di mata maupun alis.
    Jika kedutan di hidung dan tic wajah mulai memengaruhi kualitas hidup Anda, berkonsultasilah segera dengan dokter.
  • Sindrom Tourette:

    Gangguan saraf ini menyebabkan Anda mengalami kontraksi otot secara tidak sadar dan tic di area mulut, sehingga jadi kesulitan mengendalikan ucapan. Gejala awal sindrom Tourette kerap terjadi di usia anak, antara lain berupa hidung yang sering mengendus, kesulitan berbicara, , hidung mengernyit, hingga mata yang bergerak cepat.
    Jika Anda telah didiagnosis memiliki sindrom Tourette, dokter akan merekomendasikan pilihan perawatan yang sesuai.

Kedutan juga bisa pertanda penyakit serius?

Otot yang mengalami kedutan juga dapat mengindikasikan berbagai gangguan kesehatan berbahaya seperti muscular distrophy (distrofi otot), amyotrophic lateral sclerosis (ALS), penyakit autoimun, neuropati, ataupun penyakit ginjal.

Catatan dari SehatQ

Setelah memahami arti kedutan di hidung dan area tubuh secara umum, Anda juga bisa mencegah kedutan dengan menjaga pola makan yang sehat dan kaya nutrisi, beristirahat dengan cukup, meredakan stres dan melemaskan otot, mengurangi konsumsi kafein hingga menghentikan kebiasaan merokok.

Healthline. https://www.healthline.com/health/nose-twitching
Diakses pada 5 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/muscle-twitching#causes
Diakses pada 5 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/facial-tics
Diakses pada 5 Februari 202

Artikel Terkait