Arti Bulu Mata Rontok yang Perlu Anda Tahu Secara Medis

Kondisi bulu mata rontok merupakan hal yang normal terjadi
Bulu mata rontok merupakan hal yang wajar, tetapi jika berlebihan bisa jadi adanya indikasi kondisi medis tertentu

Sebagian besar orang mungkin percaya bahwa bulu mata rontok merupakan tanda bahwa ada yang merindukan diri Anda. Pada kenyataannya, tidak ada kaitannya bulu mata jatuh di pipi dengan rasa rindu yang terpendam. 

Sebenarnya, rontoknya bulu mata merupakan suatu hal yang wajar dan normal terjadi. Namun, jika kondisi tersebut berangsur terus menerus bisa jadi ini merupakan awal gejala adanya indikasi kondisi kesehatan tertentu yang patut diwaspadai.

Apa penyebab bulu mata rontok?

Kondisi bulu mata rontok merupakan hal yang normal terjadi. Sama halnya seperti rambut di kepala, ada saatnya bulu mata akan rontok, lalu tumbuh kembali. Umumnya, siklus alami tersebut dapat terjadi setiap enam hingga sepuluh minggu. 

Dengan kata lain, jika Anda kehilangan 1-5 helai bulu mata setiap harinya, kondisi tersebut merupakan sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Salah satu penyebab bulu mata rontok adalah penggunaan produk riasan mata, khususnya maskara. 

Penggunaan maskara memang dapat membuat tampilan mata lebih lentik atau “hidup”. Akan tetapi, penggunaan maskara setiap hari bisa jadi penyebab bulu mata rontok karena bisa jadi alergi terhadap kandungannya maupun cara penggunaannya yang terlalu kasar saat memulas kuas maskara. 

Tidak hanya penggunaan maskara yang bisa bikin bulu mata jatuh, penjepit bulu mata pun bisa jadi biang keladi lainnya, terutama jenis penjepit bulu mata yang memanfaatkan energi panas (heated eyelash curlers). 

Selain menyebabkan bulu mata rontok, risiko lain yang bisa ditimbulkan dari penggunaan penjepit bulu mata tersebut adalah luka bakar di area mata. 

Kemudian, penggunaan make up mata yang terlalu lama, lem untuk memasang bulu mata palsu, dan perawatan bulu mata sambung (eyelash extension) juga dapat menyebabkan kerontokan hingga kerusakan bulu mata asli Anda. 

Selain penggunaan produk kecantikan mata, kebiasaan mengucek mata juga bisa membuat bulu mata berjatuhan satu per satu di pipi. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak menggosok bagian mata terlalu keras. 

Tidak hanya bikin bulu mata rontok, kebiasaan tersebut juga tidak baik bagi area kesehatan mata Anda. Tangan yang Anda gunakan untuk mengucek mata mungkin saja terdapat bakteri dan kuman sehingga menyebabkan mata berisiko mengalami infeksi. 

Berbagai penyebab bulu mata rontok akibat kondisi medis tertentu

Jika kondisi bulu mata jatuh berlebihan dan berangsur terus menerus maka Anda patut mewaspadainya. Terlebih apabila bulu mata yang rontok tidak tumbuh kembali. Pasalnya, kondisi tersebut bisa saja merupakan indikasi awal gejala kondisi kesehatan tertentu, seperti:

1. Radang kelopak mata (blefaritis)

Radang pada kelopak mata atau blefaritis adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat sehingga menyebabkan peradangan kronis dan gangguan pada folikel bulu mata. 

Beberapa gejala blefaritis, antara lain rasa gatal atau sensasi seperti terbakar yang disertai kemerahan dan pembengkakan pada kelopak mata. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi kuman, cedera, atau reaksi alergi. 

2. Penyakit tiroid

Kelenjar tiroid pada tubuh menghasilkan hormon tiroid. Jika kelenjar memproduksi terlalu sedikit atau terlalu banyak hormon tiroid, maka dapat menyebabkan timbulnya berbagai gejala, seperti kerontokan rambut, termasuk pada bulu mata. 

Kerontokan bulu mata bisa terjadi pada kondisi hipertirodisme (tiroid yang terlalu aktif) dan hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif). Biasanya, bulu mata yang rontok bisa tumbuh kembali setelah penyakit tiroid teratasi. 

3. Alopecia areata

Jika Anda merasa bulu mata jatuh terus menerus dan sulit tubuh, mungkin Anda mengalami penyakit autoimun yang dikenal dengan alopecia areata.

Alopecia areata adalah suatu kondisi penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Akibat kondisi tersebut, rambut kepala, alis, dan bulu mata pun menjadi rontok. 

Jika memang kondisi tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri dengan dokter. Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk alopecia, tetapi ada beberapa cara untuk membantu mengurangi gejala penyakit. 

4. Kondisi psikologis trikotilomania

Penyebab bulu mata jatuh lainnya adalah trikotilomania. Trikotilomania adalah salah satu kondisi psikis yang ditandai dengan adanya dorongan untuk mencabut rambut. Keinginan tersebut dapat memengaruhi rambut tubuh di bagian mana pun, tak terkecuali bulu mata. 

Bulu mata yang dicabut mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan agar dapat tumbuh kembali. 

5. Sedang menjalani kemoterapi

Bagi orang yang menjalani kemoterapi, seluruh bulu dan rambut di tubuh akan rontok, tak terkecuali bulu mata. Meski efek samping ini tergantung dari jenis dan dosis obatnya, tetapi biasanya kemoterapi dapat membuat beberapa helai bulu mata menjadi rontok. 

Kendati demikian, tak perlu khawatir. Pasalnya, setelah pengobatan kemoterapi usai, bulu mata tetap bisa kembali tumbuh normal seperti semula. 

6. Kanker kulit

Pada kasus yang jarang terjadi, kerontokan bulu mata merupakan salah satu gejala kanker kulit pada kelopak mata. Ketika sel-sel kanker menyebar maka dapat mengganggu pertumbuhan bulu mata sehingga bulu mata menjadi rontok. 

Cara mencegah kerontokan bulu mata

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kerontokan bulu mata, seperti:

  • Gunakan maskara yang baru guna menghindari alergi pada bulu mata
  • Bersihkan make up secara perlahan, terutama di bagian mata
  • Selalu bersihkan make up sebelum tidur
  • Jangan terlalu sering menggunakan alat penjepit bulu mata
  • Lepas bulu mata palsu atau extension secara perlahan
  • Makan makanan yang kaya akan vitamin C, B, D, zinc, protein, dan zat besi

Kapan harus ke dokter?

Bulu mata jatuh memang bukan suatu kondisi yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, segera konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami:

  • Kerontokan bulu mata pada kedua kelopak mata;
  • Kerontokan rambut di alis atau kulit kepala;
  • Perubahan kulit, seperti gatal, kemerahan, atau bersisik;
  • Sensasi tekanan di area mata;
  • Kehilangan penglihatan.

Berbagai kondisi bulu mata rontok tersebut bisa saja merupakan gejala kondisi kesehatan tertentu, seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan penanganan dengan segera.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322928.php#1

Diakses pada 30 Desember 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sleep-and-tiredness/how-to-get-to-sleep/

Diakses pada 30 Desember 2019

Research Gate. https://www.researchgate.net/profile/Namni_Goel/publication/7469424_An_Olfactory_Stimulus_Modifies_Nighttime_Sleep_in_Young_Men_and_Women/links/5811f6b408ae9b32b0a34d4b.pdf

Diakses pada 30 Desember 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1836955312701066

Diakses pada 30 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25397662

Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed