logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Tentang Arthritis Sika dan Hubungannya dengan Sindrom Sika

open-summary

Arthritis sika adalah peradangan karena sendi yang kering akibat sindrom sika, yaitu gangguan autoimun yang menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.


close-summary

2 Jul 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Arthritis sika terjadi akibat karena sindrom sika yang membuat sendi menjadi kering

Sindrom sika menjadi penyebab dari kondisi arthritis sika

Table of Content

  • Hubungan arthritis sika dan sindrom sika
  • Masalah Lain Akibat Sindrom Sika

Sindrom sika atau sjorgen merupakan gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Sindrom ini umumnya memengaruhi mata, mulut, dan sendi. Gejala sindrom sika meliputi nyeri sendi dan kaku, mata kering, mulut kering, vagina kering, kelelahan, ruam, dan batuk kering. Sindrom sika bahkan bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh penderitanya, termasuk arthritis sika.

Advertisement

Hubungan arthritis sika dan sindrom sika

Arthritis sika adalah salah satu masalah yang timbul akibat sindrom sika. Sindrom sika bisa membuat sendi menjadi kering hingga terjadi peradangan yang disebut arthritis sika. Kondisi ini biasanya menyerang pergelangan tangan, jari, pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan bahu. Beberapa sendi akan terasa sakit dan bengkak. Oleh sebab itu, nyeri sendi menjadi gejala yang paling umum dari arthritis sika.

Terdapat obat yang bisa dikonsumsi untuk mengobati arthritis sika. Jika nyeri sendi terasa ringan dan jarang, konsumsi obat acetaminophen atau obat anti-inflamasi nonsteroid yang bebas resep bisa dilakukan. Sementara, jika nyeri sendi begitu parah dan sering terjadi, maka penderitanya bisa mengonsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid yang kuat dalam waktu yang lama (dengan resep dokter).

Akan tetapi, terlalu sering mengonsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid bisa menyebabkan lansia semakin rentan terhadap radang lambung. Untuk mengurangi risiko ini, penderitanya bisa memilih obat yang berdosis rendah, obat yang memiliki sedikit efek samping, atau mengonsumsi obat bersama makanan.

Hydroxychloroquine umumnya efektif dalam mengobati nyeri sendi pada penderita rheumatoid arthritis yang berhubungan dengan sindrom sika. Namun, penggunaan dalam jangka waktu 10 tahun atau lebih bisa menyebabkan kerusakan pada retina mata meski jarang. Arthritis sika yang terbilang parah mungkin memerlukan obat antirematik, seperti metotreksat, siklosporin, rituximab, dan leflunomide.

Selain mengonsumsi obat, penderita arthritis sika juga bisa melakukan beberapa hal yang bisa meringankan kondisinya. Ketika pagi hari, mungkin jari-jari dan pergelangan tangan penderita arthritis sika sering terasa kaku karena faktor usia. Mereka bisa mandi dengan parafin untuk meringankan kekakuan, terutama di pagi hari.

Selain itu, jangan gunakan usia senja sebagai batasan dan alasan untuk tidak melakukan olahraga. Olahraga di usia senja justru sangat diperlukan, apalagi jika seseorang memiliki arthritis sika. Olahraga seperti yoga bisa dilakukan untuk menguatkan otot dan kemampuan gerak yang lebih baik.

Baca Juga

  • Pengertian Sendi, Jenis, Fungsi, Gangguan, dan Cara Merawatnya
  • Mengenal Sederet Cara Mengobati Rematik Tanpa Obat Medis
  • Uric Acid Adalah Sumber Asam Urat Tinggi

Masalah Lain Akibat Sindrom Sika

Tak hanya arthritis, sindrom sika juga mampu menyebabkan peradangan pada kelenjar penghasil air mata dan air liur. Peradangan pada kelenjar penghasil air mata bisa membuat produksi air mata menurun dan mata menjadi kering.

Sementara peradangan pada kelenjar air ludah dapat mengakibatkan penurunan produksi air liur, dan membuat mulut atau bibir menjadi kering. Bahkan lama kelamaan, sindrom ini berpotensi merusak bagian tubuh yang lain, seperti tiroid, hati, ginjal, paru-paru, saraf, dan kulit. Tak jarang, orang yang memiliki sindrom sika pun mengalami komplikasi infeksi, baik infeksi mata, mulut, hidung, paru-paru, dan vagina.

Pada kasus yang jarang, orang dengan sindrom sika juga memiliki potensi untuk mengembangkan kanker kelenjar getah bening, jaringan parut pada hati, dan peradangan pembuluh darah. Sindrom sika adalah sindrom yang diturunkan sehingga sulit untuk mencegahnya. Akan tetapi, penderitanya dapat mencegah komplikasi dengan mengobati gejala sindrom sika yang terjadi.

Advertisement

sindrom sjogrenradang sendi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved