ARNI adalah terobosan baru yang dipercaya dapat mengobati gagal jantung
Para ahli tengah meneliti ARNI sebagai alternatif pengobatan gagal jantung

Jantung berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, guna mencukupi kebutuhan oksigen pada sel agar tubuh manusia mampu berfungsi dengan baik. Jantung juga berfungsi mengalirkan darah kotor berisi zat sisa kembali ke jantung untuk dibuang. Jika fungsi pompa jantung tidak berjalan dengan baik, seseorang bisa dikatakan mengalami gagal jantung.

Gagal jantung menjadi penyakit global yang berdampak pada setidaknya 26 juta orang di seluruh dunia. Dengan bertambahnya populasi usia lanjut, angka kejadian gagal jantung terus meningkat. Meskipun kemajuan teknologi dan pengobatan berkembang dengan pesat, kematian dan kecacatan akibat gagal jantung masih tetap tinggi.

Bagi penderitanya, kegagalan fungsi pompa jantung sangat memengaruhi kualitas hidup. Sesak napas akibat bendungan di paru-paru dapat menyebabkan penderita gagal jantung tidak mampu berbaring dan tidur nyenyak. Bendungan cairan akan mengakibatkan kaki dan perut bengkak, perut terasa kembung diikuti hilangnya nafsu makan, tubuh terasa lemas sehingga tidak dapat beraktivitas, irama jantung yang tidak teratur, serta dapat berakibat fatal.

ARNI Sebagai obat gagal jantung

Namun kini, ada harapan baru bagi para penderita gagal jantung. Saat ini para ahli sedang mengembangkan obat golongan baru, yaitu golongan angiotensin receptor-neprilysin inhibitor (ARNI) yang diharapkan mampu mengurangi kematian dan kecacatan akibat gagal jantung. Pengujian obat ini salah satunya melalui penelitian PARADIGM-HF.

Penelitian PARADIGM-HF adalah sebuah penelitian melibatkan 8.399 pasien, yang membandingkan dua kelompok pasien gagal jantung. Kelompok kontrol mendapatkan obat sesuai baku emas ace converting enzyme-inhibitor (ACE-I), yaitu enalapril. Sedangkan kelompok satu lagi mendapatkan obat golongan ARNI, yaitu kombinasi sacubitril dengan valsartan.

Pasien yang diikutsertakan dalam penelitian adalah pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang berkurang. Fraksi ejeksi (ejection fraction) menggambarkan fungsi pompa jantung dengan mengukur persentase volume darah yang dipompa keluar setiap kali jantung berkontraksi. Semakin tinggi angkanya, semakin baik fungsi jantung. Sebaliknya, semakin rendah nilai, fungsi pompa jantung semakin berkurang.

Dibandingkan dengan pasien yang diberi obat enalapril, pasien yang mendapatkan terapi sacubitril/valsartan menunjukkan hasil yang lebih positif, seperti:

  • Lebih sedikit peserta yang mengalami tanda perburukan gagal jantung
  • Lebih sedikit peserta yang memiliki kebutuhan penambahan dosis obat minum ataupun tambahan obat intravena
  • Lebih sedikit peserta yang membutuhkan penanganan gawat darurat
  • Jika dirawat, lebih sedikit peserta yang membutuhkan perawatan ICU
  • Angka kematian lebih rendah

Dari hasil penelitian, salcubitril/valsartan mampu memperlambat perjalanan penyakit gagal jantung dan memperlambat atau mencegah perburukan nonfatal dan fatal.

[[artikel-terkait]]

Dalam rekomendasi dari American College of Cardiology/American Heart Association/Heart Failure Society of America (2017), disebutkan bahwa ARNI bermanfaat untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan pada:

  • Gagal jantung kronis
  • Termasuk dalam gagal jantung NYHA kelas II, III, dan IV:
    • Kelas II: Sedikit gangguan dalam aktivitas fisik. Tidak ada gejala saat istirahat, tapi jika beraktivitas bisa timbul rasa lelah, berdebar, dan sesak napas.
    • Kelas III: Gangguan dalam aktivitas fisik yang cukup bermakna. Tidak ada gejala saat istirahat, tapi jika beraktivitas ringan bisa timbul rasa lelah, berdebar, dan sesak napas.
    • Kelas IV: Tidak dapat beraktivitas dengan nyaman. Gejala muncul bahkan saat istirahat. Jika beraktivitas, gejala akan bertambah berat.
  • Fraksi ejeksi kurang dari 40%

Penelitian menggunakan obat ARNI terus berjalan dengan melibatkan kelompok penderita gagal jantung yang lebih luas. Semoga kedepannya obat ini benar menjadi harapan baru bagi para penderita gagal jantung.

Web MD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide-heart-failure#1
Diakses pada Mei 2019

Savarese G, Lund LH. Global public health burden of heart failure. Card Fail Rev. 2017 Apr;3(1):7-11. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5494150/
Diakses pada Mei 2019

Jhund PS, McMurray JJV. The neprilysin pathway in heart failure: a review and guide on the use of sacubitril/valsartan. Heart. 2016;102:1342-47. https://heart.bmj.com/content/102/17/1342
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/ejection-fraction/expert-answers/faq-20058286. Diakses pada Mei 2019

McMurray JJV. Packer M, Desai AS, et al. Update on PARADIGM-HF. https://professional.heart.org/idc/groups/ahamah-public/@wcm/@sop/@scon/documents/downloadable/ucm_469656.pdf
Diakses pada Mei 2019

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-failure/what-is-heart-failure/classes-of-heart-failure
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed