Apraksia adalah Gangguan Bicara dan Gerak Tubuh pada Anak, Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya

0,0
29 May 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Apraksia adalah gangguan bicara dan gerak tubuh yang dapat dirasakan anak dan lansia.Mengenal apraksia, gangguan bicara dan gerak tubuh yang dapat dirasakan oleh anak.
Apakah anak Anda merasa kesulitan untuk berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya sesuai perintah? Hati-hati, apraksia bisa jadi salah satu kemungkinan penyebabnya. Apraksia adalah penyakit saraf yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan bicara dan gerak tubuh. Mari kita pahami lebih lanjut seputar penyebab, gejala, dan cara mengobati apraksia.

Apa itu apraksia?

Apraksia adalah penyakit saraf yang membuat penderitanya kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan membuat gestur tubuh.Misalnya, penderita apraksia akan kesulitan untuk mengikat tali sepatunya atau mengancingkan bajunya. Penderia penyakit saraf ini juga bisa kesulitan berbicara dan mengekspresikan dirinya menggunakan kata-kata.

Penyebab apraksia

Apraksia dapat terjadi saat beberapa wilayah pada hemisfer serebral (dua bagian simetris yang membagi dua otak besar) tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini biasanya terjadi karena munculnya lesi di jalur saraf yang menyimpan ingatan tentang gerakan. Penderita apraksia tidak bisa mengakses ingatan tersebut.Apraksia juga bisa terjadi akibat cedera kepala atau penyakit lain yang menyerang otak, misalnya:
  • Stroke
  • Pukulan keras ke kepala
  • Demensia
  • Tumor
  • Degenerasi ganglionik kortikobasal.
Selain itu, apraksia adalah kondisi medis yang lebih sering menyerang orang lanjut usia (lansia) karena mereka lebih rentan terhadap penyakit saraf. Namun, apraksia juga bisa terjadi pada anak-anak akibat gangguan genetik.Jika seorang anak terlahir dengan apraksia, kemungkinan besar penyakit ini terjadi akibat adanya masalah pada sistem saraf pusat.

Gejala apraksia yang harus diwaspadai

Gejala utama apraksia adalah ketidakmampuan untuk melakukan gerakan-gerakan sederhana meskipun penderitanya sudah mengerti kegunaan anggota tubuhnya dan bisa mengikuti arahan dengan baik.Anak yang menderita apraksia juga kesulitan untuk mengontrol dan mengoordinasikan gerakan tubuhnya. Mereka umumnya juga memiliki kerusakan otak yang menyebabkan afasia (gangguan bahasa yang membuat seseorang sulit memahami dan menggunakan kata-kata dengan benar).Selain itu, berikut adalah beberapa gejala apraksia yang dapat menimpa anak-anak.
  • Kesulitan merangkai suku kata dalam urutan yang tepat untuk membuat kata-kata
  • Jarang mengoceh selama masih bayi
  • Sulit mengucapkan kata yang panjang dan rumit
  • Melakukan upaya berulang-ulang untuk mengucapkan kata-kata
  • Tidak konsisten saat berucap, misalnya mampu mengucapkan satu kata pada waktu tertentu, tapi tidak mampu melakukannya di waktu lain
  • Menggunakan bentuk komunikasi nonverbal yang berlebihan
  • Menghilangkan konsonan di awal dan akhir kata
  • Tampak meraba-raba dan kesulitan untuk mengucapkan kata-kata.

Jenis-jenis apraksia yang patut dipahami

Terdapat beberapa jenis apraksia yang memiliki dampak berbeda pada tubuh, di antaranya:
  • Limb-kinetic apraxia

Limb-kinetic apraxia akan membuat penderitanya kesulitan untuk menggunakan jari, lengan, atau kaki untuk membuat gerakan yang presisi dan terkoordinasi.
  • Apraksia ideomotor

Anak yang menderita apraksia ideomotor akan kesulitan untuk mengikuti arahan verbal untuk melakukan gerakan tertentu.
  • Apraksia konseptual

Hampir mirip seperti apraksia ideomotor, penderita apraksia konseptual akan sulit untuk melakukan sebuah aktivitas atau gerakan yang melibatkan lebih dari satu langkah.
  • Apraksia ideasional

Anak yang mengalami apraksia ideasional akan kesulitan untuk merencanakan gerakan tertentu. Mereka akan kesulitan untuk melakukan gerakan seperti memakai baju atau mandi.
  • Buccofacial apraxia

Penderita buccofacial apraxia akan kesulitan untuk melakukan gerakan dengan wajah dan bibir sesuai perintah.
  • Apraksia konstruksional

Anak dengan apraksia konstruksional tidak bisa menyalin, menggambar, dan membuat diagram atau gambar dasar.
  • Apraksia okulomotor

Apraksia okulomotor berdampak pada mata. Anak-anak yang mengidap jenis apraksia ini akan kesulitan menggerakkan matanya sesuai dengan arahan.
  • Apraksia verbal

Anak yang mengidap apraksia verbal akan kesulitan untuk membuat gerakan yang dibutuhkan untuk berbicara. Mereka juga tidak mampu untuk mengeluarkan suara atau mengerti ritme dari pembicaraan. Gangguan bicara pada anak biasanya disebabkan oleh jenis apraksia ini.

Pengobatan apraksia

Pengobatan apraksia akan didasari oleh kondisi medis yang menyebabkannya. Selain itu, terdapat beberapa terapi fisik dan okupasi yang bisa dicoba sebagai cara melatih anak bicara. Terapi yang dimaksud dapat berupa:
  • Belajar untuk memproduksi suara dengan repetisi (pengulangan)
  • Belajar untuk menggerakkan anggota tubuhnya
  • Memperbaiki ritme berbicaranya menggunakan metronom atau jentikan jari
  • Belajar untuk menulis atau menggunakan komputer untuk mengekspresikan dirinya.
Tidak hanya itu, mengunjungi ahli terapi wicara juga bisa membantu mengatasi gangguan bicara pada anak akibat apraksia. Terdapat beberapa teknik yang dapat dicoba, misalnya:
  • Mempelajari cara untuk menggerakkan otot mulut untuk memproduksi suara tertentu
  • Mempelajari bahasa isyarat bagi anak penderita apraksia yang sudah parah
  • Menggunakan semua indera untuk membantu anak berbicara, misalnya mendengarkan suara yang direkam atau menggunakan cermin untuk melihat bagaimana mulut mengeluarkan suara.
Menurut The National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejala apraksia dapat diredakan seiring berjalannya waktu. Namun, tidak semua penderita apraksia bisa mengalami penurunan gejala yang memuaskan.Meski begitu, sebagian penderita apraksia dapat mengalami penurunan gejala dalam waktu bertahun-tahun atau dekade lamanya.

Catatan dari SehatQ

Anak-anak yang mengidap apraksia harus mengontrol gejalanya selama hidupnya. Dengan adanya terapi dan program pendidikan khusus, mereka dapat menjalani hidup lebih mudah.Akan tetapi, anak-anak yang kondisi apraksianya sudah parah tidak bisa hidup secara independen dan harus membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.Jika Anda khawatir dengan kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingmasalah sarafparenting stresssistem saraf
Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/326768
Diakses pada 16 Mei 2021
Web MD. https://www.webmd.com/brain/apraxia-symptoms-causes-tests-treatments
Diakses pada 16 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait