Ribuan Babi Mati Akibat Virus Hog Cholera, Bisakah Manusia Tertular?

Belum ada bukti kalau virus hog cholera dapat menyebar ke manusia.
Virus hog cholera ternyata hanya berdampak pada babi saja, tidak manusia.

Virus hog cholera (kolera babi) atau classical swine fever, menyebabkan sekitar 5.800 ekor babi di Sumatera Utara, mati. Tidak sedikit masyarakat di sana yang khawatir dengan keberadaan virus hog cholera. Sampai-sampai, para penjual babi juga harus merasakan dampaknya, karena babi dagangannya tidak laku. Apakah benar virus hog cholera bisa menular pada manusia?

Selain itu, seperti apa penyebab, gejala dan penanganan virus hog cholera ini?

Penyebab virus hog cholera

Menurut sebuah studi berjudul Classical Swine Fever dalam jurnal Viruses, virus hog cholera dianggap sebagai salah satu virus yang paling berbahaya bagi populasi babi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyebab dari penyebaran hog cholera adalah virus RNA kecil, dari genus Pestivirus.

Virus hog cholera tidak pandang bulu. Virus ini bisa menyerang babi ternak maupun babi hutan. Bahkan, industri perdagangan babi pun bisa merasakan dampak buruknya, seperti sepinya pembeli dari daging babi yang dijajakan di pasar.

Lembaga World Organization of Animal Health (OIE) telah menyatakan bahwa virus hog cholera sebagai wabah yang harus dilaporkan ke pihak berwenang, sebelum virus itu bisa tertular ke babi lainnya.

Apakah virus hog cholera berbahaya bagi manusia?

Babi yang sehat, bisa langsung tertular virus hog cholera, jika bersentuhan langsung dengan babi yang telah terinfeksi. Virus ini juga bisa menular lewat air liur, sekresi hidung, urine, dan feses.

Virus hog cholera juga bisa menular lewat benda-benda lain yang telah terkontaminasi, seperti kendaraan yang dipakai untuk mengantar babi terinfeksi, misalnya.

Parahnya lagi, babi yang telah terinfeksi virus hog cholera, mungkin tidak menunjukkan gejala, tapi tetap bisa menumpahkan virus tersebut lewat kotorannya. Babi terinfeksi yang sedang melahirkan, juga bisa menularkan virus hog cholera kepada anaknya.

Setelah adanya berita bahwa ribuan babi tertular virus hog cholera, banyak orang yang tidak mau mengonsumsi babi di Sumatra Utara. Nyatanya, virus hog cholera dapat mengendap di dalam daging babi, selama berbulan-bulan, jika disimpan di dalam kulkas. Bahkan, virus itu bisa bertahan selama bertahun-tahun, jika daging babi dibekukan.

Namun, belum ada bukti kalau virus hog cholera dapat menyebar ke manusia. Manusia tidak mengalami dampak buruk kesehatan dari virus hog cholera. Hanya saja, dampak buruknya dapat dirasakan dari segi ekonomis, bagi para penjual babi yang merasa kehilangan pelanggan.

Gejala virus hog cholera pada babi

Babi yang telah terjangkit virus hog cholera, akan menunjukkan beberapa gejala berikut ini, yang bisa Anda lihat dengan kasat mata.

  • Demam tinggi
  • Berkumpulnya satu kerumunan babi yang sakit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Konstipasi kemudian diikuti dengan diare
  • Langkah kaki yang tidak stabil

Setelah beberapa hari terjangkit virus hog cholera, biasanya telinga, perut dan paha babi akan berubah warna menjadi keunguan. Sementara itu, babi yang telah mengalami masa akut, akan mati dalam waktu 1-2 minggu. Selain itu, bayi babi yang telah terjangkit virus hog cholera dari ibunya, biasanya akan memiliki cacat neurologis, seperti tremor bawaan.

Penanganan untuk virus hog cholera

Tidak ada perawatan untuk babi yang telah terjangkit virus hog cholera. Disarankan, babi yang sudah terjangkit virus hog cholera, segera dimatikan dan bangkainya dikubur atau dibakar.

Ketika wabah virus hog cholera terjadi, beberapa hal ini harus dilakukan:

  • Mematikan semua babi di peternakan yang terdampak virus hog cholera
  • Mengubur dan membakar bangkai babi dengan aman, agar tidak memperparah penularan
  • Disinfeksi menyeluruh
  • Pengawasan di zona terinfeksi dan daerah sekitarnya

Kesimpulannya, virus hog cholera hanya menular pada hewan babi. Manusia aman dari virus hog cholera dan tidak akan merasakan dampak buruk untuk kesehatan.

Akan tetapi, sebelum Anda mengonsumsi babi, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter.

Detik. https://news.detik.com/berita/d-4779941/babi-yang-mati-kena-virus-kolera-di-sumut-jadi-5800-ekor?_ga=2.112736132.1836998966.1573455736-56709947.1568703371

Diakses pada 12 November 2019

 

BBC Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50342554

Diakses pada 12 November 2019

 

Classical Swine Fever, Jurnal Viruses, oleh Sandra Blome, Christoph Staubach, Julia Henke, Jolene Carlson, Martin Beer

 

World Organization of Animal Health. https://www.oie.int/en/animal-health-in-the-world/animal-diseases/Classical-swine-fever/

Diakses pada 12 November 2019

 

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed