Apakah Vaksin Corona Halal di Indonesia? Ini Penjelasannya

(0)
21 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin corona halal atau tidak menjadi pertanyaan bagi sebagian masyarakatVaksin corona masih berada dalam tahap uji klinis
Perkembangan vaksin corona terus dinanti-nanti banyak orang supaya pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi berjuta-juta manusia di seluruh dunia ini dapat berakhir. Menurut WHO, vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri yang ditargetkan. Jika suatu saat Anda terpapar oleh virus atau bakteri penyebab penyakit, tubuh akan segera memusnahkan dan mencegah timbulnya penyakit tersebut. Di Indonesia, saat ini vaksin Covid-19 hasil kerjasama Bio Farma dengan Sinovac tengah menjalani fase uji klinis. Vaksin tersebut diharapkan dapat didistribusikan pada Januari 2021. Selain bekerja sama dengan sejumlah produsen vaksin di dunia, Indonesia juga ikut membuat vaksin sendiri untuk memenuhi tingginya kebutuhan terhadap vaksin corona. Meski demikian, ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan vaksin corona halal atau tidak.

Apakah vaksin corona halal?

Vaksin corona masih berada dalam tahap uji klinis
Dilansir dari Tempo, Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas mengatakan bahwa MUI belum membahas berbagai kemungkinan soal vaksin Covid-19. Sebab, vaksin masih berada dalam tahap uji klinis sehingga MUI belum mendapatkan permintaan dari pemerintah untuk menetapkan fatwa.Namun, dilansir dari CNN, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir telah melakukan audiensi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kehalalan vaksin corona (Covid-19). Dikatakan bahwa seandainya vaksin ini halal, maka itu bagus. Namun, seandainya belum halal, vaksinasi tetap bisa diberikan dalam kondisi pandemi ini karena sifatnya darurat sehingga tidak apa-apa jika dipakai.Nantinya, akan dibentuk tim bersama yang terdiri dari Bio Farma, Kementerian BUMN, BPOM, Komisi Fatwa MUI, LLPOM, MUI, BPJPH, Sucofindo, dan Surveyor Indonesia untuk memproses sertifikasi halal.BPOM juga akan melakukan audit ke Beijing untuk melihat proses produksi memenuhi kaidah standar produksi vaksin atau tidak. Oleh sebab itu, pemerintah meminta agar jangan ada anggapan bahwa kehalalan vaksin akan menghambat pengadaan vaksin corona di Indonesia.

Apa yang dimaksud vaksin halal?

Bagi umat muslim, status kehalalan vaksin merupakan hal yang penting. Vaksin halal adalah vaksin yang mengandung bahan yang diizinkan berdasarkan hukum syariah dan memenuhi kriteria berikut ini:
  • Tidak mengandung bahan-bahan dari hewan yang tidak halal atau disembelih tanpa hukum syariah

Vaksin tidak boleh mengandung bagian atau produk hewan yang tidak halal. Selain itu, vaksin juga tidak boleh terbuat dari bagian atau produk hewan yang tidak disembelih dengan hukum syariah.
  • Tidak mengandung najis

Vaksin tidak boleh mengandung najis, seperti bangkai, darah, nanah, anjing, babi, serta segala sesuatu yang keluar dari dubur dan kemaluan.
  • Aman dikonsumsi

Vaksin harus aman dikonsumsi, tidak beracun, tidak memabukkan, dan tidak berbahaya bagi kesehatan sesuai dosis yang ditentukan.
  • Peralatan tidak boleh terkontaminasi najis

Vaksin tidak boleh disiapkan, diproses, atau diproduksi dengan menggunakan peralatan yang terkontaminasi oleh najis.
  • Tidak mengandung bagian manusia

Vaksin tidak boleh mengandung bagian dari manusia atau turunannya yang tidak diizinkan oleh hukum syariah.
  • Dipisahkan dari sediaan farmasi lain yang tidak halal

Selama disiapkan, diproses, diproduksi, dikemas, disimpan, dan diedarkan, vaksin harus dipisahkan dari sediaan farmasi lain yang tidak memenuhi persyaratan halal menurut hukum syariah.

Bolehkah vaksin nonhalal digunakan?

Sebelumnya, kehalalan vaksin sempat menjadi isu pada tahun 2018 terkait dengan kampanye pemerintah untuk vaksinasi campak dan rubella. Dilansir dari The Jakarta Post, saat itu, MUI mengeluarkan fatwa bahwa vaksin campak rubella (MR) mubah atau boleh digunakan meski mengandung bahan yang berasal dari babi karena belum dibuatnya vaksin halal. 
Status kehalalan vaksin ditetapkan melalui berbagai audit
Hal tersebut mengandung pro dan kontra terkait penggunaan vaksin. Meski begitu, MUI membuat pengecualian penggunaan vaksin nonhalal boleh dilakukan dengan pertimbangan berikut:
  • Belum ada vaksin halal

Sepanjang belum ada vaksin lain yang produksinya menggunakan media dan proses yang sesuai dengan syariat Islam, maka vaksin nonhalal boleh diberikan. 
  • Digunakan dalam kondisi darurat

Vaksin nonhalal juga dapat diberikan apabila dalam kondisi darurat atau mendesak yang menyangkut kelangsungan hidup seseorang. Namun, harus ada upaya untuk menemukan vaksin yang halal.Jika ingin tahu lebih banyak mengenai status kehalalan vaksin, Anda dapat mencari tahu melalui MUISementara, untuk berdiskusi lebih lanjut seputar vaksin corona, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines
Diakses pada 07 Oktober 2020
ISEF. https://isef.co.id/presentation/ISEF2019/12Nov2019/Global%20Halal%20Dialogue/05_ISEF_2019_Halal%20Vaccine%2C%20Indonesia%20Experience_BF%20to%20BPJPH.pdf
Diakses pada 07 Oktober 2020
RS JIH. https://rs-jih.co.id/readmore/vaksin-aman-dan-halal
Diakses pada 07 Oktober 2020
The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2020/10/04/covid-19-vaccine-does-not-need-to-be-halal-maruf-amin-says.html
Diakses pada 07 Oktober 2020
CNN. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201005162546-92-554595/bio-farma-kutip-arahan-wapres-soal-pemberian-vaksin-tak-halal
Diakses pada 07 Oktober 2020
CNN. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201005153345-92-554558/vaksin-corona-bio-farma-bakal-dijual-maksimal-rp200-ribu
Diakses pada 07 Oktober 2020
Tempo. https://bisnis.tempo.co/read/1392593/maruf-amin-sebut-mui-ikut-luhut-ke-beijing-verifikasi-kehalalan-vaksin-covid?page_num=2
Diakses pada 07 Oktober 2020
Tempo. https://nasional.tempo.co/read/1392619/vaksin-covid-19-tak-halal-disebut-diperbolehkan-ini-kata-mui
Diakses pada 07 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait