Apakah Vaksin Corona Halal di Indonesia? Ini Penjelasannya


Pemberian vaksin Covid-19 terus dilakukan di Indonesia. Namun, kehalalan vaksin ini mengundang pertanyaan di benak sebagian masyarakat. Lantas, apakah vaksin corona halal?

0,0
03 Jun 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin corona halal atau tidak menjadi pertanyaan bagi sebagian masyarakatVaksin corona masih berada dalam tahap uji klinis
Di Indonesia, sekitar 16 juta penduduk telah mendapatkan vaksin corona. Ketersediaan vaksin pun terus ditingkatkan agar pemberian vaksin Covid-19 tidak berhenti begitu saja.Menurut WHO, vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri yang ditargetkan. Jika suatu saat Anda terpapar oleh virus atau bakteri penyebab penyakit, tubuh akan segera memusnahkan dan mencegah timbulnya penyakit tersebut. Meski demikian, ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan vaksin corona halal atau tidak.

Apakah vaksin corona halal?

Pemberian vaksin corona sudah dilakukan
Fatwa kehalalan vaksin dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dilansir dari website resmi MUI, terdapat fatwa mengenai beberapa vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di Indonesia, yaitu:
  • Sinovac

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asorun Niam menyampaikan perihal aspek kehalanan vaksin Sinovac. Setelah melalui diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Lifescience Co yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal.Kehalalan ini ditetapkan setelah mengkaji mendalam laporan hasil audit dari Tim MUI. Selain itu, audit lapangan juga dilakukan di Biofarma. Jadi, jelas vaksin Sinovac halal untuk digunakan.
  • AstraZeneca

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosemtik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) membuktikan bahwa vaksin AstraZeneca menggunakan tripsin babi dalam proses produksinya. Sidang Komisi Fatwa pun menentukan bahwa vaksin tersebut haram.Akan tetapi, hukum menggunakannya mubah (boleh). Terdapat lima alasan utama diperbolehkan, yaitu karena kondisi mendesak yang darurat, keterangan ahli tentang adanya bahaya jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19, ketersediaan vaksin yang halal dan suci tidak mencukupi, ada jaminan keamanan penggunaan oleh pemerintah, dan BPOM telah mengeluarkan izin surat edar darurat vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca.
  • Sinopharm

Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin menyampaikan bahwa vaksin Sinopharm memiliki kandungan tripsin dari babi sehingga hukumnya haram. Namun, bisa digunakan karena dalam kondisi yang darurat. Vaksin tersebut bisa digunakan sampai ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal terpenuhi di Indonesia.Jadi, dalam keadaan darurat ini, penggunaan vaksin Covid-19 bisa dilakukan agar segera tercipta kekebalan kelompok (herd immunity).

Apa yang dimaksud vaksin halal?

Bagi umat muslim, status kehalalan vaksin merupakan hal yang penting. Vaksin halal adalah vaksin yang mengandung bahan yang diizinkan berdasarkan hukum syariah dan memenuhi kriteria berikut ini:
  • Tidak mengandung bahan-bahan dari hewan yang tidak halal atau disembelih tanpa hukum syariah

Vaksin tidak boleh mengandung bagian atau produk hewan yang tidak halal. Selain itu, vaksin juga tidak boleh terbuat dari bagian atau produk hewan yang tidak disembelih dengan hukum syariah.
  • Tidak mengandung najis

Vaksin tidak boleh mengandung najis, seperti bangkai, darah, nanah, anjing, babi, serta segala sesuatu yang keluar dari dubur dan kemaluan.
  • Aman dikonsumsi

Vaksin harus aman dikonsumsi, tidak beracun, tidak memabukkan, dan tidak berbahaya bagi kesehatan sesuai dosis yang ditentukan.
  • Peralatan tidak boleh terkontaminasi najis

Vaksin tidak boleh disiapkan, diproses, atau diproduksi dengan menggunakan peralatan yang terkontaminasi oleh najis.
  • Tidak mengandung bagian manusia

Vaksin tidak boleh mengandung bagian dari manusia atau turunannya yang tidak diizinkan oleh hukum syariah.
  • Dipisahkan dari sediaan farmasi lain yang tidak halal

Selama disiapkan, diproses, diproduksi, dikemas, disimpan, dan diedarkan, vaksin harus dipisahkan dari sediaan farmasi lain yang tidak memenuhi persyaratan halal menurut hukum syariah.

Bolehkah vaksin nonhalal digunakan?

Sebelumnya, kehalalan vaksin sempat menjadi isu pada tahun 2018 terkait dengan kampanye pemerintah untuk vaksinasi campak dan rubella. Dilansir dari The Jakarta Post, saat itu, MUI mengeluarkan fatwa bahwa vaksin campak rubella (MR) mubah atau boleh digunakan meski mengandung bahan yang berasal dari babi karena belum dibuatnya vaksin halal. 
Status kehalalan vaksin ditetapkan melalui berbagai audit
Hal tersebut mengandung pro dan kontra terkait penggunaan vaksin. Meski begitu, MUI membuat pengecualian penggunaan vaksin nonhalal boleh dilakukan dengan pertimbangan berikut:
  • Belum ada vaksin halal

Sepanjang belum ada vaksin lain yang produksinya menggunakan media dan proses yang sesuai dengan syariat Islam, maka vaksin nonhalal boleh diberikan. 
  • Digunakan dalam kondisi darurat

Vaksin nonhalal juga dapat diberikan apabila dalam kondisi darurat atau mendesak yang menyangkut kelangsungan hidup seseorang. Namun, harus ada upaya untuk menemukan vaksin yang halal.Jika ingin tahu lebih banyak mengenai status kehalalan vaksin, Anda dapat mencari tahu melalui MUISementara, untuk berdiskusi lebih lanjut seputar vaksin corona, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines
Diakses pada 07 Oktober 2020
ISEF. https://isef.co.id/presentation/ISEF2019/12Nov2019/Global%20Halal%20Dialogue/05_ISEF_2019_Halal%20Vaccine%2C%20Indonesia%20Experience_BF%20to%20BPJPH.pdf
Diakses pada 07 Oktober 2020
RS JIH. https://rs-jih.co.id/readmore/vaksin-aman-dan-halal
Diakses pada 07 Oktober 2020
The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2020/10/04/covid-19-vaccine-does-not-need-to-be-halal-maruf-amin-says.html
Diakses pada 07 Oktober 2020
MUI. https://mui.or.id/berita/29405/komisi-fatwa-mui-pusat-menetapkan-vaksin-covid-19-produksi-sinovac-halal-dan-suci/
Diakses pada 03 Juni 2021
MUI. https://mui.or.id/berita/29903/lppom-mui-buktikan-vaksin-astrazeneca-manfaatkan-tripsin-dari-babi/
Diakses pada 03 Juni 2021
Covid19. https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/fatwa-mui-penggunaan-vaksin-covid-19-astrazeneca-pada-saat-ini-dibolehkan-mubah
Diakses pada 03 Juni 2021
Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2021/05/31/15003061/indonesia-miliki-913-juta-dosis-vaksin-covid-19-kemenkes-sebut-baru-penuhi
Diakses pada 03 Juni 2021
Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2021/05/03/13293631/vaksin-sinopharm-mengandung-tripsin-babi-mui-boleh-digunakan-karena-kondisi
Diakses pada 03 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait