Apakah Tidur Berdua Bisa Lebih Nyenyak Ketimbang Sendirian?

(0)
09 Oct 2020|Azelia Trifiana
Tidur berdua dipercaya baik untuk kualitas tidurTidur berdua dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur
Jika ada anggapan tidur berdua lebih bermanfaat dibandingkan dengan tidur sendiri, itu relatif. Memang ada hasil penelitian yang menunjukkan tidur bersama orang lain membuat tahapan tidur REM atau rapid eye movement lebih lama, namun bergantung pada kondisi hubungan dengan pasangan pula.Artinya, tidak bisa digeneralisasi bahwa tidur berdua pasti lebih berkualitas ketimbang hanya tidur sendirian. Ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas tidur meski dilakukan seorang diri.

Apakah tidur berdua jauh lebih berkualitas?

pria dan wanita di atas tempat tidur
Tidur berdua pasangan memiliki manfaat yang baik
Klaim bahwa tidur berdua akan meningkatkan kualitas tidur seseorang bukannya tanpa dasar. Beberapa penelitian mendukung klaim itu, dengan penjelasan yaitu:
  • Tidur lebih nyenyak

Penelitian dari Center for Integrative Psychiatry berkolaborasi dengan Christian-Albrechts University Kiel di Jerman meneliti 12 pasangan heteroseksual. Mereka diminta tidur selama 4 malam di sebuah laboratorium, baik tidur berdua maupun sendirian.Dalam penelitian itu, diukur gelombang otak, gerakan, ketegangan otot, dan aktivitas jantung partisipan. Pasangan juga melengkapi kuisioner tentang hubungan mereka.Hasilnya, pasangan yang tidur berdua mengalami fase REM atau rapid eye movement lebih nyenyak dibandingkan dengan saat tidur terpisah. Fase ini berperan penting terhadap daya ingat, regulasi emosi, memecahkan masalah, dan juga interaksi sosial.
  • Kualitas hubungan juga berpengaruh

Masih dari penelitian yang sama, seluruh partisipan diminta mengisi kuisioner tentang hubungan mereka. Hasilnya, kualitas hubungan yang baik berjalan selaras dengan kualitas saat tidur berdua. Di sisi lain, pasangan yang kualitas hubungannya biasa-biasa saja merasa tak masalah jika harus tidur terpisah.
  • Mengurangi rasa stres

Masih berkaitan dengan semakin berkualitasnya fase REM saat tidur berdua, hal ini juga mengurangi rasa stres emosional. Tak hanya itu, interaksi dengan pasangan pun menjadi lebih baik. Tidur dengan fase REM yang kerap terganggu juga dapat memicu stres.Meski ada beberapa klaim di atas, tidak serta merta berarti tidur bersama pasangan jauh lebih berkualitas ketimbang tidur seorang diri. Hasil penelitian itu bukan jaminan dapat diaplikasikan pada setiap pasangan karena ada banyak variabel yang membedakan.

Tidur sendiri juga bisa berkualitas

Ada kalanya, seseorang merasa tidurnya lebih berkualitas jika dilakukan sendirian. Selain itu, ada pula orang yang tidak masalah tidur dengan atau tanpa pasangan. Sebagai contoh, ini bisa terjadi pada orang yang pasangannya mendengkur saat tidur sehingga membuatnya sulit tidur dengan nyenyak.Faktor lain seperti perbedaaan kebiasaan dengan pasangan juga bisa berpengaruh terhadap kualitas tidur seseorang. Contohnya ketika seseorang punya perbedaan kebiasaan sebelum tidur harus menonton televisi sementara pasangannya tidak.Kasus serupa juga bisa terjadi ketika seseorang terbiasa tidur dengan lampu dimatikan karena sensitif dengan efek cahaya saat tidur, sementara pasangannya justru sebaliknya.Adanya perbedaan-perbedaan seperti itu dapat berpengaruh terhadap preferensi seseorang, ingin tidur berdua atau seorang diri. Prioritasnya bukan lagi tidur sendiri atau tidak, melainkan kualitas tidur.Menariknya, dalam sebuah penelitian tahun 2017, pasangan yang tidur kurang dari 7 jam tiap malam cenderung lebih rentan bertengkar satu sama lain. Selain itu, mereka juga kian rentan mengalami stres.

Tingkatkan kualitas tidur

seorang pria tidur di sofa
Mematikan lampu dapat meningkatkan kualitas tidur
Masih perlu lebih banyak lagi observasi dan penelitian untuk membandingkan manfaat dari tidur berdua alias co-sleeping ketimbang tidur seorang diri. Terlepas dari ada teman tidur atau tidak, setiap individu tetap bisa mengupayakan agar tidurnya berkualitas.Beberapa caranya bisa dengan:
  • Membuat rutinitas sebelum tidur yang teratur
  • Memastikan ruangan dan pakaian yang dikenakan benar-benar bersih
  • Mematikan lampu jelang tidur atau memasang lampu tidur yang temaram
  • Menghindari aktivitas dengan ponsel atau alat elektronik sebelum tidur
  • Mengelola stres dengan cara sesuai pilihan masing-masing
Menemukan pola yang paling tepat untuk mendapatkan tidur berkualitas mungkin berbeda antara satu orang dan lainnya. Perlu waktu hingga menemukan rutinitas yang tepat. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kualitas maupun tahapan saat seseorang tidur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tidurwaktu tidurpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/do-people-sleep-better-with-a-partner
Diakses pada 25 September 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28262602/
Diakses pada 25 September 2020
Chronobiology International. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5152533/
Diakses pada 25 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait