Telat Suntik KB dan Terlambat Datang Bulan, Hamilkah?

(0)
03 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Telat suntik KB berpotensi mendatangkan kehamilan.Agar tidak telat suntik KB, Anda bisa menggunakan aplikasi pengingat.
“Apakah saya hamil?” Pertanyaan itu mungkin terlintas dalam benak Anda ketika telat suntik KB plus terlambat datang bulan. Namun sebelum Anda panik, ada baiknya menyimak terlebih dahulu penjelasan berikut ini.Suntik KB adalah salah satu metode pengontrol kehamilan dengan menyuntikkan hormon buatan bernama medroxyprogesterone. Hormon ini mirip dengan hormon alami dari tubuh wanita, yakni progesterone, yang berhubungan dengan proses kehamilan.Penyuntikan hormon ini bisa dilakukan di lengan maupun bokong Anda. Efektivitasnya untuk mencegah kehamilan diklaim mencapai 94-99% dan dapat bertahan selama 12-14 minggu. Jadi, Anda sebaiknya mengulang suntikan tersebut sebanyak 3 bulan (12 minggu) sekali.

Mungkinkah telat suntik KB sebabkan kehamilan?

Telat suntik KB tingkatkan potensi kehamilan.
Singkatnya, kehamilan memang mungkin saja terjadi ketika Anda telat suntik KB sekaligus terlambat datang bulan. Apalagi, jika hasil tes kehamilan (menggunakan urine, sampel darah, hingga pemeriksaan ultrasonografi) menyatakan Anda memang tengah positif hamil.Ketika Anda suntik KB, hormon yang terdapat di dalam suntikan tersebut dapat mencegah produksi sel telur pada masa subur alias ovulasi. Tanpa adanya sel telur, tidak ada pembuahan yang terjadi sehingga Anda pun tidak akan hamil.Hormon dalam suntik KB juga bisa bekerja dengan mempertebal lendir yang ada di leher rahim (serviks) sehingga sperma akan semakin sulit masuk ke rahim dan membuahi sel telur (bila ada). Semakin tebal lendir yang dihasilkan, semakin kecil kemungkinan Anda untuk hamil.Sebaliknya, ketika Anda telat suntik KB, rahim bisa kembali memproduksi sel telur saat ovulasi. Lendir pada leher rahim juga tidak akan terlalu tebal sehingga memungkinkan sperma masuk ke rahim dan melakukan pembuahan saat Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan.Apabila cemas akan hadirnya kehamilan, Anda bisa melakukan pemeriksaan mandiri menggunakan test pack, satu minggu setelah berhubungan tanpa pengaman.

Tips agar tidak telat suntik KB

Apabila belum ingin hamil lagi, pastikan untuk memperbarui status suntik KB Anda setiap 10 minggu atau setidaknya 12 minggu (3 bulan) sekali. Agar tidak telat suntik KB, coba lakukan tips berikut ini:
  • Unduh aplikasi pengingat suntik KB per 3 bulan yang ada di app store smartphone.
  • Tandai di kalender manual maupun kalender telepon genggam.
  • Minta pasangan, saudara, orangtua, atau teman untuk mengingatkan tanggal suntik KB 3 bulanan Anda
Jika ingin menunda suntik KB, pastikan Anda menggunakan alat kontrasepsi lainnya, seperti kondom. Apabila hendak beralih ke metode pencegah kehamilan lainnya (misalnya pil KB atau spiral), komunikasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang menangani Anda.Bila berencana memperbarui status suntik KB 15 minggu setelah suntikan sebelumnya, bidan atau dokter akan merekomendasikan uji kehamilan terlebih dahulu. Setelah disuntik pun, Anda akan disarankan untuk memakai kondom saat berhubungan seksual pada minggu pertama pascapenyuntikan ulang tersebut.

Pro dan kontra suntik KB untuk kesehatan wanita

Selain cegah kehamilan, suntik KB bisa redakan nyeri haid.
Penggunaan KB suntik sendiri tidak terlepas dari pro dan kontra mengenai manfaat dan efek samping yang mungkin ditimbulkan bagi kesehatan wanita.

1. Keuntungan suntik KB

Secara umum, penggunaan KB suntik ini memberi beberapa keuntungan, seperti:
  • Cocok digunakan oleh wanita yang belum ingin hamil dalam jangka waktu lama
  • Tidak mengurangi kenyamanan saat melakukan hubungan seksual
  • Bisa menjadi alternatif bagi wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi berbasis estrogen
  • Aman bagi ibu menyusui
  • Tidak memengaruhi kerja obat lainnya
  • Dapat mengurangi nyeri haid atau aliran darah menstruasi yang terlalu deras

2. Kelemahan suntik KB

Sebaliknya, suntik KB juga mengandung efek samping, seperti:
  • Berisiko membuat siklus menstruasi tidak teratur, bahkan menghentikan siklus itu sama sekali
  • Meningkatkan berat badan
  • Sakit kepala, jerawat, rambut rontok, penurunan gairah seksual, hingga suasana hati yang berubah-ubah
Ada kemungkinan juga bahwa suntik KB dapat mengakibatkan kerapuhan tulang. Bahkan, beberapa riset menyatakan suntik hormon seperti ini dapat mengakibatkan wanita mengalami kanker payudara, meski kemungkinan ini kecil dan masih menuai kontroversi di kalangan para peneliti itu sendiri.Risiko lain yang mungkin Anda alami adalah munculnya reaksi alergi setelah mendapat suntikan hormon. Anda pun bisa saja mengalami bengkak atau bekas luka pada area suntikan.

Catatan dari SehatQ

Semua manfaat dan risiko suntik KB ini biasanya akan dijelaskan oleh dokter atau bidan sebelum Anda mendapatkan suntik KB. Jika tidak berkenan, Anda bisa memilih metode pencegah kehamilan lain, seperti intraurine device (IUD alias KB spiral) dan pil KB.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar suntik KB sebagai metode kontrasepsi, tanyakan langsung pada dokter aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilantes kehamilanpenggunaan kbkontrasepsi
WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-depo-provera
Diakses pada 19 September 2020
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/birth-control-shot
Diakses pada 19 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-injection/
Diakses pada 19 September 2020
FPA. https://www.fpa.org.uk/sites/default/files/contraceptive-injections-your-guide.pdf
Diakses pada 19 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait