Kualitas sperma akan menentukan seberapa kuat dalam berenang mencapai sel telur ketika pembuahan
Sperma yang sehat biasanya berwarna putih dan cukup kental

Kualitas sperma menentukan seberapa kuat dalam berenang mencapai sel telur dalam proses pembuahan. Saat ejakulasi, seorang pria akan mengeluarkan sperma yang umumnya berwarna putih dan cukup kental. Namun kadangkala ada pula kondisi sperma encer.

Sperma encer bisa menjadi indikasi jumlah sperma yang di bawah angka normal. Artinya, mungkin saja ada masalah pada kesuburan seorang pria. Meski demikian, kadang sperma encer bisa saja hanya berlangsung sementara dan tidak menandakan masalah serius.

Mengapa terjadi sperma encer?

Sebagian besar penyebab sperma encer bisa diatasi atau bahkan dicegah. Salah satu kunci kualitas sperma adalah apa yang dikonsumsi oleh sang pemilik tubuh. Beberapa penyebab sperma encer di antaranya:

  • Oligospermia

Ini adalah kondisi ketika jumlah sperma terlalu sedikit atau di bawah 15 juta sperma per mililiter semen. Pemicunya beragam, mulai dari varikokel yaitu pembengkakan pembuluh darah testis di skrotum.

Selain itu, bisa juga terjadi karena masalah infeksi menular seksual yang menyebabkan peradangan organ dalam. Tumor juga memengaruhi produksi sperma seseorang.

Ketidakseimbangan hormon seorang pria juga memicu terjadinya oligospermia. Perlu diingat bahwa hormon di testis, kelenjar pituitari, dan hipotalamus sangat penting dalam menentukan kualitas sperma.

  • Ejakulasi terlalu sering

Berhubungan seks memang menyenangkan, tapi belum tentu baik bagi sperma jika dilakukan terlalu sering. Rupanya, sperma encer bisa juga terjadi ketika seorang pria terlalu sering ejakulasi seperti beberapa kali dalam sehari.

Tubuh perlu waktu untuk kembali memproduksi sperma atau reloading hingga memenuhi jumlah yang normal dengan kualitas yang sehat.

  • Kekurangan zinc

Kondisi kekurangan zinc bisa menyebabkan sperma encer. Kaitannya tentu saja ketika kebutuhan mineral tubuh berupa zinc terpenuhi, maka risiko antibodi menganggap sperma sebagai zat asing akan semakin kecil. Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa sperma encer terjadi karena kekurangan mineral tubuh yang “menolak” keberadaan sperma.

Apakah sperma encer mengganggu kesuburan?

Umumnya, kondisi sperma encer berlangsung sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya. Ketika sperma encer dan kuantitasnya sedikit, bukan berarti orang tersebut tidak subur.

Seperti beberapa contoh penyebab di atas, ada banyak alasan mengapa seorang pria mengalami sperma encer. Mulai dari masalah medis hingga kekurangan nutrisi zat tertentu.

Jika dirasa mengganggu atau sedang berusaha memiliki keturunan, bisa coba konsultasikan kondisi sperma encer kepada dokter. Umumnya, dokter akan melihat faktor pemicunya dan meresepkan obat yang diperlukan.

Bagi mereka yang mengalami ketidakseimbangan hormon hingga terjadi oligospermia atau jumlah sperma terlalu sedikit, maka ada pilihan untuk menjalani terapi hormon.

Masalah pada pembuluh darah testis di skrotum atau varicoceles juga bisa diatasi dengan operasi laparoskopi atau percutaneous embolization. Ini merupakan prosedur memasukkan semacam balon ke pembuluh darah yang bengkak. Kemudian, balon tersebut akan dibesarkan sehingga aliran darah kembali lancar.

Gaya hidup sehat, sperma sehat

Mengatasi sperma encer juga bisa dilakukan tanpa prosedur medis. Caranya adalah dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Tentunya, hal ini akan membawa banyak manfaat hingga tubuh yang jauh lebih bugar.

Beberapa cara yang perlu dicoba adalah:

Kapan sperma dikatakan bermasalah?

Mengidentifikasi kapan sperma encer termasuk hal yang bermasalah tentu harus berkaitan dengan banyak hal lainnya. Jika sperma encer hanya terjadi sementara, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun lain perkara jika yang terjadi seperti kondisi-kondisi berikut ini:

  • Rasa sakit saat buang air kecil
  • Rasa tidak nyaman di testis
  • Rasa sakit di perut dan punggung bagian bawah
  • Demam
  • Menggigil
  • Mual
  • Sperma berwarna
  • Ditemukan darah pada sperma

Apabila terdeteksi ada hal-hal seperti di atas, bisa jadi ada masalah medis lain yang menyebabkan sperma encer. Untuk mengetahui diagnosis pasti, segera konsultasikan kepada dokter.

Dokter akan memeriksa volume, konsistensi, jumlah, gerakan, hingga ukuran dan bentuk sperma untuk menentukan di mana letak masalahnya.

Ketika berkonsultasi, sampaikan juga rekam jejak masalah medis atau gaya hidup yang sebelumnya dijalani. Bisa saja akan ada rangkaian tes lain yang perlu dijalani untuk menentukan apakah ada masalah hormon atau gangguan organ internal lainnya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/watery-semen#seek-help
Diakses 25 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325058.php
Diakses 25 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/low-sperm-count/
Diakses 25 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed