Apakah Sering Berantem dengan Pasangan Menunjukkan Hubungan yang Tidak Sehat?


Sering berantem dengan pasangan tak selalu buruk. Bisa jadi, pertengkaran Anda justru berakhir dengan kondisi lebih memahami karakter satu sama lain. Mencari solusi saat rasa marah sudah reda dapat membantu Anda dan pasangan terhindar dari konflik yang sama.

0,0
16 Jun 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sering berantem dengan pasangan tak selalu menandakan hal yang burukSuami istri bertengkar bisa jadi 'bumbu' dalam sebuah pernikahan
Suami istri bertengkar bukan berarti pernikahannya buruk. Hampir setiap pasangan pasti memiliki konflik dan pernah bertengkar. Seberapa keras atau seberapa sering berantem Anda dan pasangan tidak memprediksi berhasilnya suatu hubungan. Semuanya tergantung perasaan Anda dan pasangan. Bisa jadi Anda sering bertengkar dengan pasangan, namun Anda jadi lebih mengenal pasangan. Namun, ada juga sebaliknya, ketika pertengkaran penuh dengan amarah, kesal, dan minim toleransi, saatnya mengevaluasi hubungan Anda.

Alasan sering berantem dengan pasangan

Manusia merupakan makhluk sosial. Kebutuhan manusia untuk memiliki hubungan dekat dengan emosi yang kuat cenderung muncul secara tiba-tiba. Kadang-kadang, kebutuhan ini tidak selalu sejalan dengan kebutuhan pasangan kita. Ditambah dengan pola komunikasi yang kurang baik, maka pertengkaran pun tidak terhindarkan lagi.Sayangnya, seringkali kita kesal pada pasangan tanpa menelaah apa sebenarnya yang menjadi akar dari permasalahan. Pertengkaran dengan pasangan sebenarnya adalah tentang keamanan emosional dalam suatu hubungan, perasaan subjektif pasangan, dan ketakutan bahwa salah satu pasangan akan terluka.

Ciri-ciri hubungan yang bermasalah

Setiap hubungan akan mengalami pasang surut, tetapi ada beberapa tanda yang perlu Ada perhatikan. Berikut adalah ciri-ciri hubungan yang mulai bermasalah dan tidak sehat:

1. Selalu mengkritik satu sama lain

Sedikit kritik membangun akan menjadi hal yang baik. Namun, jika mengeluarkan kritik terus-menerus daripada pujian atau apresiasi, akan berujung pada pertengkaran. Penelitian mengatakan bahwa Anda memerlukan setidaknya 5 interaksi positif untuk melawan 1 interaksi negatif untuk tetap menjaga hubungan baik.

2. Anda atau pasangan berargumen yang sama berulang-ulang

Suami istri bertengkar sudah biasa. Namun jika Anda bertengkar dan masing-masing pasangan mengeluarkan argumen yang sama, berarti hubungan Anda bermasalah. Ujungnya, Anda akan menghindari satu sama lain karena takut memicu pertengkaran lainnya.

3. Anda atau pasangan mulai menghindari konflik

Berlawanan dari sebelumnya, Anda mulai menghindari satu sama lain karena menghindari adanya konflik. Melegakan memang ketika Anda tak perlu lagi bertengkar. Namun, jika pertengkaran yang sehat telah berhenti, itu bisa jadi tanda bahwa salah satu dari Anda sudah menyerah.

4. Anda tidak menikmati waktu bersama

Ciri lain bahwa hubungan Anda bermasalah adalah menyadari bahwa Anda lebih suka menghabiskan waktu sendiri atau bersama siapa pun kecuali pasangan Anda. Punya waktu sendiri memang baik, tapi jika itu dijadikan alasan terus-menerus, artinya Anda dan pasangan mulai ingin berpisah.

5. Anda mulai punya rahasia

Sangat normal jika Anda menyimpan beberapa hal untuk diri sendiri. Namun, dengan sengaja menyimpan rahasia, misalnya jalan dengan mantan, nongkrong santai dengan teman lawan jenis, atau membelikan sesuatu untuk teman dengan harga mahal, bisa jadi tanda yang jelas bahwa hubungan Anda sudah tidak sehat lagi.

Cara menghadapi konflik dengan pasangan

Para ahli pernikahan memberikan beberapa rekomendasi agar pertengkaran yang Anda lakukan menjadi lebih sehat dan dapat mengatasi konflik yang terjadi, diantaranya:

1. Berikan waktu kepada pasangan

Memberikan waktu bahkan hanya 30 detik dapat membantu pasangan menekan tombol reset pada pertengkaran Anda berdua. Jadi ketika bertengkar, berhenti sejenak, keluar dari ruangan, dan kembali melakukan percakapan ketika kedua belah pihak sudah merasa lebih tenang.

2. Bumbui dengan humor

Menjaga suasana tetap ringan saat berargumen dengan membumbui humor akan membuat pertengkaran menjadi sehat. Pastikan pasangan Anda memiliki selera humor yang sama dengan Anda.

3. Diam sejenak kemudian sentuh pasangan

Ketika argumen saling beradu dan tak ada yang mau mengalah,  cobalah diam sejenak kemudian peluk, belai, atau cium pasangan Anda. Menghubungkan kembali dua orang melalui sentuhan akan sangat penting setelah tak ada yang bisa Anda bicarakan.

4. Berlatih komunikasi asertif

Mengkomunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda dengan jelas juga merupakan aspek penting dari resolusi konflik. Hal ini disebut sebagai komunikasi yang asertif. Katakan apa yang ada di pikiran Anda dengan cara jelas dan tegas tanpa menjadi agresif atau membuat orang lain bersifat defensif akan sangat membantu menyelesaikan masalah.

5. Carilah solusi dari masalah

Setelah Anda memahami perspektif pasangan dan memahami perspektif Anda sendiri, saatnya untuk menemukan solusi dari masalah. Terkadang jawaban sederhana dan jelas akan muncul setelah kedua belah pihak saling memahami perspektif. Dalam kasus di mana konflik didasarkan pada kesalahpahaman dari sudut pandang pihak lain, permintaan maaf sederhana dapat menghasilkan hubungan yang berkualitas, dan diskusi yang terbuka akan saling mendekatkan.Bila Anda telah menempuh cara-cara di atas namun masih sering bertengkar dengan pasangan, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog maupun konselor pernikahan.Anda juga bisa konsultasi langsung menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mempertahankan pernikahanpernikahanmenjalin hubungan
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/warning-signs-troubled-marriage-2302132
Diakses pada 2 Juni 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/relationship-and-trauma-insights/202009/why-romantic-partners-really-argue-what-you-may-not
Diakses pada 2 Juni 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/conflict-resolution-skills-for-healthy-relationships-3144953
Diakses pada 2 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/features/how-to-stop-fighting-tips-for-married-couples
Diakses pada 2 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait