Apakah Sayur Organik Lebih Sehat dari Sayur Tanam Biasa?

Tidak selamanya sayuran organik sehat
Banyak orang meyakini makanan organik lebih sehat meskipun harganya pun lebih mahal.

Popularitas makanan serba organik terus melejit dalam beberapa tahun terakhir, seperti sayur organik hingga buah yang juga dikemas organik. Alasannya karena orang meyakini makanan organik lebih sehat, aman, dan juga lezat meskipun harganya pun lebih mahal. Meski demikian, tidak ada bukti bahwa mengonsumsi makanan organik membuat seseorang lebih sehat daripada yang tidak.

Tidak semua label organik berarti sehat. Untuk sayur organik, perbedaan utamanya ada pada proses penanaman, panen, hingga siap didistribusikan kepada pembeli. Sementara untuk makanan organik lainnya, masih ada jenis makanan organik yang diberi tambahan lemak, gula, dan sodium.

Apa yang membedakan sayur organik dan biasa?

Ketika berbelanja dan dihadapkan pada dua pilihan antara sayur biasa dan sayur organik, terkadang menjadi dilema tersendiri. Keduanya bernutrisi dan mengandung serat, namun apakah berarti sayur organik lebih sehat daripada sayur biasa?

Kata “organik” mengacu pada cara petani menanam dan memproses produk-produk agrikultur, seperti buah, produk olahan susu, dan juga sayur organik. Setidaknya, ada syarat yang harus dipenuhi hingga produk pertanian disebut organik. Apa saja?

  • Prosesnya tidak menyumbang polusi
  • Menyediakan habitat yang sehat dan aman
  • Meningkatkan kualitas air dan tanah
  • Ada siklus berkelanjutan pada sumber daya yang ada di perkebunan

Selain itu, ada beberapa hal atau aktivitas yang dilarang dalam proses penanaman sayur oganik:

  • Pupuk sintetis untuk menyuburkan tanah
  • Pestisida sintetis untuk mengendalikan hama
  • Pemaparan radiasi untuk mengusir hama atau membuat hasil panen awet
  • Antibiotik atau hormon pertumbuhan (pada ternak)

Artinya, pada perkebunan yang menanam bahan pangan organik tidak diperbolehkan ada jenis pupuk atau pestisida sintetis. Semuanya harus alami untuk memastikan siklus di perkebunan berlangsung berkelanjutan.

Bedakan pula label organik dan natural pada makanan, sayur, atau buah. Natural berarti makanan tersebut tidak mengandung pewarna, penambah rasa, atau pengawet tambahan. Jadi, bukan mengacu pada metode atau material yang digunakan untuk memproduksinya.

Haruskah memproduksi sayur organik?

Hingga kini masih sedikit bukti yang menyimpulkan bahwa sayur organik lebih menyehatkan ketimbang sayur biasa. Beberapa perbedaan lain yang bisa menjadi pertimbangan saat memilih sayur organik atau sayur biasa adalah:

  • Nutrisi

Dalam sayur organik hasil pertanian organik lainnya, jumlah nutrisinya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan sayur biasa. Utamanya, pada jumlah flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.

  • Metal beracun

Zat metal beracun yang secara alami ada di tanah dan bisa diserap tanaman adalah cadmium. Menurut penelitian, jumlah cadmium pada hasil pertanian organik lebih sedikit, namun tidak pada buah dan sayuran.

  • Residu pestisida

Dibandingkan dengan hasil pertanian konvensional, jumlah residu pestisida pada bahan organik lebih sedikit. Hal ini terjadi karena pertanian organik tidak menggunakan pestisida sintetis. Meski demikian, belum terbukti ada perbedaan pada dampaknya bagi kesehatan.

Selain itu pertimbangan lain ketika akan berbelanja sayur organik adalah harganya. Biasanya, harga bahan makanan organik lebih mahal ketimbang yang ditanam dengan cara konvensional. Ini keniscayaan mengingat proses pertanian organik juga memerlukan biaya lebih tinggi.

Aman memilih sayur, organik atau bukan

Baik membeli sayur organik maupun yang ditanam dengan cara konvensional, semuanya sama-sama aman untuk kesehatan. Belum ada perbandingan yang menunjukkan bahwa sayur organik lebih menyehatkan ketimbang sayur konvensional.

Jadi, tak masalah memilih antara keduanya. Beberapa hal yang lebih penting dipertimbangakan adalah:

  • Memilih dari sumber beragam

Semakin beragam sumber makanan atau pertanian yang dipilih, akan semakin beragam pula nutrisi yang diperoleh. Selain itu, hal ini juga menghindari kemungkinan terpapar pestisida dari satu lahan pertanian.

  • Beli sesuai musim

Jika memungkinkan, belilah sayur dan buah sesuai dengan musimnya. Dengan demikian, artinya bahan makanan itu masih segar dan tidak melalui proses lama hingga ada di tangan Anda.

  • Mencuci sayur dan buah

Meskipun berlabel organik atau natural, tetap bersihkan sayur dan buah di air mengalir sebelum dikonsumsi. Mencuci membantu membersihkan dari kotoran, bakteri, atau residu zat kimia di permukaannya. Jika tidak yakin dengan residu pestisida yang ada di kulit, sebaiknya konsumsi buah dan sayur dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu.

Catatan dari SehatQ

Penting untuk selalu memasukkan buah dan sayur dalam menu makanan sehari-hari. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lainnya.

Baik itu sayur organik atau konvensional, semua sama-sama baik. Lebih penting adalah bagaimana Anda memilih dari mana membelinya, mencuci sebelum mengonsumsi, serta memastikannya aman dari residu substansi kimia.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/organic-food/art-20043880

Diakses 4 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-organic-food

Diakses 4 Mei 2020

Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/should-you-go-organic

Diakses 4 Mei 2020

Artikel Terkait