Menggunakan produk bleaching badan seperti krim pemutih memiliki risiko yang mengintai
Krim pemutih merupakan salah satu produk bleaching badan

Memiliki kulit putih seringkali dianggap sebagai salah satu syarat agar seorang wanita dapat dikatakan cantik, padahal sebagian besar orang Indonesia memiliki kulit sawo matang. Tak heran, banyak orang yang mencoba segala cara untuk memutihkan kulit, termasuk melakukan bleaching badan.

Bleaching badan adalah penggunaan produk tertentu untuk memutihkan kulit. Produk yang digunakan untuk bleaching biasanya berupa krim, sabun, losion pemutih, hingga peeling kimia.

Dalam dunia medis, bleaching badan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan. Metode ini murni dilakukan karena alasan estetika, misalnya menyeimbangkan warna kulit, menghilangkan bekas luka, maupun kerusakan kulit akibat terlalu banyak terpapar sinar matahari.

Banyak produk bleaching badan yang dijual bebas. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan produk yang aman sekaligus mengetahui efek negatif yang mungkin Anda alami saat memutihkan kulit.

Cara memakai bleaching badan yang tepat

Cara paling aman untuk memutihkan kulit adalah dengan mendatangi dokter kulit, mendapatkan obat pemutih sesuai kondisi Anda, dan mengikuti instruksi pemakaian yang direkomendasikan dokter.

Namun jika Anda ingin mencoba produk bleaching badan yang diperjualbelikan bebas di apotek, berikut cara memakai bleaching badan yang tepat dan aman:

  • Gunakan krim atau losion secukupnya menggunakan tangan atau kapas yang bersih
  • Pastikan Anda mencuci tangan setelah menggunakan produk bleaching badan
  • Hindari penggunaan di sekitar mata, hidung, dan mulut
  • Hindari menempelkan kulit yang sedang dalam perawatan ke kulit orang lain, setidaknya selamam beberapa jam setelah memakai produk bleaching badan
  • Gunakan tabir surya untuk meminimalisir dampak sinar ultraviolet.

Anda dapat menggunakan bleaching badan sebanyak 1-2 kali dalam sehari atau sesuai petunjuk dokter. Mayoritas krim pemutih ini hanya boleh digunakan selama 3-4 bulan, sedangkan penggunaan di luar jangka waktu tersebut hanya diperbolehkan dalam pengawasan dokter.

Di pasaran, ada beberapa pil yang diklaim dapat membantu memutihkan kulit dan harus diminum sekali sehari. Namun, sebaiknya Anda hindari produk-produk tersebut karena belum ada bukti ilmiah mengenai efektivitas pil ini.

Kandungan pada produk bleaching badan dan bahayanya

Krim, sabun, losion, hingga larutan peeling yang digunakan untuk bleaching badan mengandung bahan aktif tertentu. Mereka umumnya bekerja dengan mengurangi produksi melanin dalam kulit, yakni pigmen yang memberi warna pada kulit Anda.

Bahan aktif yang biasa digunakan adalah hidrokinon (hydroquinone), namun kandungannya harus sesuai dengan regulasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kosmetik yang aman hanya mengandung hidrokinon 2 persen dan tak lebih dari 4 persen, itupun harus dengan resep dokter.

Bila Anda nekat menggunakan produk yang mengandung hidrokinon di atas 4 persen, risiko terjadinya iritasi kulit akan sangat besar. Belum lagi, Anda juga dapat merasakan kulit menjadi merah (eritema) dan rasa seperti terbakar.

Sementara itu, krim hidrokinon 2 persen juga tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama. Jika tidak, Anda berisiko mengalami leukoderma (vitiligo), yakni hilangnya pigmen kulit akibat disfungsi atau matinya melanosit.

Kandungan lain yang mungkin terdapat dalam produk bleaching badan adalah steroid dan asam retinoik (bahan aktif yang berasal dari vitamin A). Ada pula kosmetik pemutih yang mengandung bahan alami, seperti asam kojik (dari jamur) dan arbutin (dari berbagai jenis tumbuhan).

Mengetahui bahan yang terdapat pada produk bleaching badan sangatlah penting. Anda disarankan menghindari produk yang mengandung merkuri karena sudah dilarang oleh BPOM dan memiliki efek samping berbahaya, seperti:

  • Menyebabkan kerusakan saraf yang ditandai dengan mati rasa, tremor, hingga kehilangan kesadaran
  • Tekanan darah tinggi
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Gagal ginjal
  • Merasa selalu kelelahan.

Risiko lain dari penggunaan bleaching badan yang mengandung hidrokinon, kortikosteroid, atau merkuri adalah penipisan kulit, warna kulit menjadi sangat putih atau bahkan gelap, dan belang. Wanita hamil sangat tidak disarankan menggunakan produk bleaching badan apa pun untuk menghindari bayi lahir dengan cacat bawaan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-bleaching
Diakses pada 19 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cosmetic-procedures/skin-lightening/
Diakses pada 19 Februari 2020

Badan POM. http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/artikel-Hidrokinon-dalam-Kosmetik.pdf
Diakses pada 19 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/skin-lightening-products
Diakses pada 19 Februari 2020

Artikel Terkait