Apakah Penderita Hepatitis B Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasannya

Hepatitis B dapat disembuhkan tanpa pengobatan khusus, namun untuk hepatitis B akut saja
Hepatitis B bisa menular melalui cairan tubuh

Ketika Anda divonis positif mengidap hepatitis B, virus tersebut bisa merusak organ di dalam tubuh, menyebabkan gagal hati, bahkan berkembang menjadi kanker. Pertanyaan besar yang kemudian mencuat adalah, apakah penderita hepatitis B bisa sembuh total? Hepatitis B bisa sembuh tanpa pengobatan khusus.

Hepatitis B adalah infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Virus ini bisa menular dari satu orang ke orang lainnya melalui cairan tubuh, misalnya darah dan air mani.

Ketika seseorang mengidap hepatitis B, ia akan mengalami berbagai gejala, seperti sakit di bagian perut, urine yang berwarna gelap, pusing, muntah, mata dan kulit berubah menjadi kuning.

Apakah hepatitis B bisa sembuh total?

Jika Anda terkena hepatitis B saat dewasa, misalnya lewat transfusi darah atau berhubungan seksual, maka hepatitis B bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau dinamakan sebagai hepatitis B akut. Setelahnya, Anda akan imun terhadap virus tersebut, artinya tidak akan terkena hepatitis B kembali.

Selain itu, Anda juga akan dicap sebagai carrier tidak aktif. Status ini menandakan virus hepatitis B sudah tidak berada di tubuh, tapi tes hepatitis akan memperlihatkan bahwa Anda pernah mengalami penyakit ini.

Sebaliknya, hepatitis B tidak bisa disembuhkan jika Anda menderita penyakit ini saat masih bayi. Hepatitis B ini biasanya disebabkan oleh faktor genetik, yakni menurun dari ibu yang juga menderita penyakit yang sama.

Meskipun demikian, hepatitis B bisa sembuh jika bayi langsung diberi vaksin Hepatitis B (HB-0). Vaksin ini berguna untuk mencegah infeksi hepatitis B pada bayi baru lahir.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika Anda merasakan gejala hepatitis B, segera hubungi dokter. Hepatitis B bisa sembuh bila cepat diketahui, yakni dengan menyuntikkan vaksin hepatitis B dan imunoglobulin yang membantu meningkatkan sistem imun yang mampu melawan infeksi virus hepatitis B.

Saat menjalani pengobatan hepatitis, dokter akan merekomendasikan Anda untuk beristirahat total untuk mempercepat masa pemulihan. Anda juga harus membatasi konsumsi makanan atau minuman yang bisa merusak hati, misalnya alkohol dan obat acetaminophen.

Anda mungkin butuh beberapa bulan menjalani perawatan sebelum hepatitis B bisa sembuh total. Namun, jika gejala Anda tidak membaik dalam 6 bulan, maka Anda akan divonis menderita hepatitis B kronis.

Cara mengobati hepatitis B

Untuk penderita hepatitis B akut, tidak ada perawatan khusus yang Anda perlukan. Dokter hanya harus memastikan Anda menjalani pola hidup sehat, termasuk tidak mengalami dehidrasi akibat muntah atau diare, serta memastikan Anda menghindari obat-obatan yang merusak hati.

Di lain pihak, penderita hepatitis B kronis harus mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala hepatitisnya. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan obat minum (oral), seperti tenofovir atau entecavir, sebagai obat paling ampuh untuk menekan perkembangan virus hepatitis B.

Obat oral ini dinilai lebih tidak rentan menyebabkan resistensi obat oleh tubuh dibanding obat jenis lain. Selain itu, obat oral juga mudah digunakan (hanya 1 pil per hari) serta memiliki lebih sedikit efek samping.

Konsumsi obat oral ini bisa menghambat kemungkinan Anda menderita sirosis atau jenis kanker hati lainnya. Hanya saja, pada kebanyakan orang, obat-obatan ini hanya berfungsi menekan replikasi virus hepatitis B di hati, bukan membunuh virus sepenuhnya.

Dengan kata lain, penderita hepatitis B kronis harus menjalani pengobatan seumur hidup. Tiap 6 bulan, penderita hepatitis B kronis wajib memeriksakan diri ke dokter untuk melihat perkembangan virus hepatitis B tersebut.

Jika hasil pengecekannya tidak memuaskan, dokter bisa saja menaikkan dosis obat yang harus Anda konsumsi. Inilah yang membuat penderita hepatitis B kronis untuk mengambil langkah pengobatan berupa transplantasi hati agar hepatitis B yang ia derita bisa sembuh total.

Cara mudah mencegah hepatitis B

Sebetulnya, sangat mudah mencegah penularan virus hepatitis B, yakni dengan cara:

  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual
  • Rutin memeriksakan diri lewat tes hepatitis B
  • Tidak bergantian dalam menggunakan barang-barang pribadi, terutama yang berpotensi terkena darah, misalnya sikat gigi atau pisau cukur
  • Tidak bergantian dalam menggunakan jarum suntik

Salah satu cara yang mudah dan sangat efektif untuk mencegah penyebaran hepatitis B adalah dengan melakukan imunisasi hepatitis B. Vaksin ini biasanya dibagi ke dalam tiga dosis yang diberikan sebelum anak berusia 6 bulan. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pemberian vaksin ini bahkan sudah dimulai saat bayi baru keluar dari rahim ibunya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/is-hepatitis-b-curable
Diakses pada 7 Agustus 2019

WHO. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
Diakses pada 7 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b#1
Diakses pada 7 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed