Penderita Hepatitis B Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasannya


Hepatitis B bisa sembuh total tanpa pengobatan khusus. Untuk penderita akut, Anda harus menjalani pola hidup sehat dan untuk penderita kronis, Anda harus mengonsumsi obat tertentu untuk meredakan gejalanya.

(0)
08 Aug 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hepatitis B bisa sembuh totalHepatitis B bisa menular melalui cairan tubuh
Ketika Anda divonis positif mengidap hepatitis B, virus hepatitis tersebut bisa merusak organ di dalam tubuh sehingga menyebabkan gagal hati, bahkan berkembang menjadi kanker. Pertanyaan besar yang kemudian mencuat adalah, apakah penderita hepatitis B bisa sembuh atau tidak? Penyakit ini bisa sembuh tanpa pengobatan khusus.Hepatitis B adalah kondisi peradangan organ hati yang yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini bisa menular dari satu orang ke orang lainnya melalui darah cairan tubuh, misalnya air mani saat hubungan seksual.Ketika seseorang mengidap kondisi ini, ia akan mengalami berbagai gejala, seperti sakit di bagian perut, urine yang berwarna gelap, pusing, muntah, mata dan kulit berubah menjadi kuning.

Cara mendiagnosis penyakit hepatitis B

Pemeriksaan hepatitis B dilakukan melalui tes darah
Tes darah dapat mendeteksi keberadaan virus hepatitis B dalam tubuh
Mengenali gejala dapat membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit ini. Setelah mengetahui apa saja gejala hepatitis B yang Anda alami, dokter akan meminta Anda untuk melakukan prosedur skrining melalui tes darah dan tes fungsi hati serum untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis dalam tubuh.Hasil tes darah juga dapat menentukan apakah penyakit tersebut akut atau kronis. Jika diperlukan, dokter mungkin ingin mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa melalui prosedur biopsi guna menentukan apakah Anda mengalami kerusakan hati atau tidak.

Apakah hepatitis B bisa sembuh atau tidak?

Jika Anda terkena hepatitis B saat dewasa, misalnya lewat transfusi darah atau cairan tubuh saat berhubungan seksual, maka penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau dinamakan sebagai hepatitis B akut. Setelahnya, Anda akan imun terhadap virus tersebut, artinya tidak akan terkena penyakit ini kembali.Selain itu, Anda juga akan dicap sebagai carrier tidak aktif. Status ini menandakan HBV sudah tidak berada di tubuh, tetapi tes hepatitis akan memperlihatkan bahwa Anda pernah mengalami penyakit ini.Sebaliknya, hepatitis B tidak bisa disembuhkan jika Anda menderita penyakit ini saat masih bayi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh faktor genetik, yakni menurun dari ibu  ke anak, jika menderita penyakit yang sama.Meski demikian, hepatitis B bisa sembuh jika bayi langsung diberi vaksin HB-0. Vaksin ini berguna untuk mencegah infeksi HBV pada bayi baru lahir.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika Anda merasakan gejala, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hepatitis B bisa sembuh bila cepat diketahui, yakni dengan menyuntikkan vaksin dan imunoglobulin yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mampu melawan infeksi HBV.Saat menjalani pengobatan hepatitis, dokter akan merekomendasikan Anda untuk beristirahat total guna mempercepat masa pemulihan. Anda juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan atau minuman yang bisa merusak hati, misalnya alkohol dan obat acetaminophen.Hepatitis B merupakan penyakit hati yang dapat berlangsung secara akut dan kronis. Anda mungkin butuh beberapa bulan menjalani perawatan sebelum bisa sembuh total. Namun, jika gejala Anda tidak membaik dalam enam bulan, maka Anda akan divonis menderita infeksi HBV kronis.

Berapa lama sampai hepatitis B bisa sembuh?

Proses penyembuhan dari penyakit hepatitis B tidak dapat ditentukan begitu saja. Kondisi yang dialami oleh pengidap akan memengaruhi cepat atau lambatnya proses penyembuhan.Infeksi akut dapat disembuhkan jika pengidap mengetahui kondisinya sejak dini. Pengidapnya akan dianjurkan untuk melakukan banyak istirahat, mengonsumsi banyak cairan dan makanan bernutrisi. Hal ini penting untuk mempercepat masa penyembuhan.Hepatitis B akut akan berlangsung selama 6 bulan, namun gejalanya bisa hilang dengan sendirinya setelah 2-3 minggu. Meskipun sudah merasa lebih sehat, kondisinya belum seratus persen bebas dari virus. Oleh karena itu, pasien harus tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan kesehatan.

Cara mengobati hepatitis B

Untuk penderita hepatitis B akut, tidak ada perawatan khusus yang Anda perlukan. Dokter hanya harus memastikan Anda menjalani pola hidup sehat, termasuk tidak mengalami dehidrasi akibat muntah atau diare, serta memastikan Anda menghindari obat-obatan yang merusak hati.Di lain pihak, penderita hepatitis B kronis harus mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala hepatitisnya. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan obat minum (oral), seperti tenofovir atau entecavir, sebagai obat paling ampuh untuk menekan perkembangan HBV.Obat oral ini dinilai lebih tidak rentan menyebabkan resistensi obat oleh tubuh dibanding obat jenis lain. Selain itu, obat oral juga mudah digunakan (hanya 1 pil per hari) serta memiliki lebih sedikit efek samping.Konsumsi obat oral ini bisa menghambat kemungkinan Anda menderita sirosis atau jenis kanker hati lainnya. Hanya saja, pada kebanyakan orang, obat-obatan ini hanya berfungsi menekan replikasi HBV di hati, bukan membunuh virus sepenuhnya.Dengan kata lain, penderita hepatitis B kronis harus menjalani pengobatan seumur hidup. Tiap enam bulan, mereka wajib memeriksakan diri ke dokter untuk melihat perkembangan HBV dalam tubuh.Jika hasil pengecekannya tidak memuaskan, dokter bisa saja menaikkan dosis obat yang harus Anda konsumsi. Jika kerusakan hati cukup parah, maka penderita hepatitis B kronis disarankan untuk mengambil langkah pengobatan jangka panjang berupa transplantasi hati agar hepatitis B yang ia derita bisa sembuh total.[[artikel-terkait]]

Cara mudah mencegah hepatitis B

Vaksin hepatitis B dapat membantu mencegah penularan HBV
Vaksin hepatitis B merupakan salah satu vaksin wajib untuk bayi
Sebetulnya, sangat mudah mencegah penularan HBV, yakni dengan cara:
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual
  • Rutin memeriksakan diri lewat tes hepatitis B
  • Tidak bergantian dalam menggunakan barang-barang pribadi, terutama yang berpotensi terkena darah, misalnya sikat gigi atau pisau cukur
  • Tidak bergantian dalam menggunakan jarum suntik
Salah satu cara mudah dan sangat efektif untuk mencegah penyebarannya adalah dengan melakukan vaksin . Vaksin ini wajib diberikan ke anak-anak. Efek vaksin yang diberikan saat masih anak-anak tak akan bertahan seumur hidup. Pada orang dewasa, vaksinasi perlu diulang untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Vaksin ini biasanya dibagi ke dalam tiga dosis yang diberikan sebelum anak berusia 6 bulan. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pemberian vaksin ini bahkan sudah dimulai saat bayi baru keluar dari rahim ibunya.Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar penyakit hepatitis B dan cara pencegahannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hepatitishepatitis b
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-hepatitis-b-curable
Diakses pada 7 Agustus 2019
WHO. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
Diakses pada 7 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b#1
Diakses pada 7 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait