Apakah Obat Mandul Memang Benar Ada? Berikut Penjelasannya


Apakah mandul bisa diobati? Dalam kasus tertentu, maslaah intertilitas ditangani dengan obat mandul yang berperan dalam meningkatkan kesuburan, baik untuk pria maupun wanita.

(0)
03 Mar 2020|Anita Djie
Obat mandul berguna untuk meningkatkan kesuburan pria dan wanitaObat mandul memang belum ada tetapi Anda dapat mencoba obat peningkat kesuburan
Mandul adalah sebuah masalah besar bagi pasangan yang menginginkan keturunan. Pasangan yang mandul akan merasakan beban mental yang cukup besar. Mulai dari harus menghadapi cibiran orang lain hingga sikap menyalahkan diri sendiri. Tak jarang juga hal ini bisa menyebabkan perceraian.Hal ini semakin diperburuk dengan stigma bahwa kemandulan bersifat permanen sehingga orang yang mandul semakin tertekan secara psikis.Lalu, seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran, apakah ada obat mandul untuk mengatasi kondisi ini?

Apakah ada obat mandul?

Sayangnya obat mandul yang benar-benar ampuh menjamin Anda hamil setelah meminumnya tidak ada. Namun, kabar baiknya, ada beberapa obat yang bisa digunakan oleh para dokter untuk membantu meningkatkan kesuburan Anda sehingga memperbesar peluang untuk hamil.Di samping kemandulan permanen (diakibatkan oleh rusaknya organ reproduksi, faktor genetik, menopause), ada pula faktor-faktor lain yang dapat membuat seseorang tidak subur sementara. Faktor-faktor ini dapat diatasi dengan melakukan tindakan medis dan menggunakan obat-obatan.Dokter akan memberikan obat peningkat kesuburan yang berbeda berdasarkan jenis kelamin Anda.

Jenis Obat yang Meningkatkan Kesuburan untuk wanita

Ada bermacam-macam obat kesuburan untuk wanita, tetapi dokter akan membantu memilihkan mana yang tepat untuk Anda. Berikut jenis obat peningkat kesuburan bagi wanita.
  • Clomid

Clomid adalah obat yang sering digunakan dan diberikan ketika seorang wanita yang memiliki masalah dengan ovulasi atau produksi sel telurnya.Obat ini bekerja dengan memicu pelepasan hormon GnRH, FSH, dan LH di hipotalamus dan kelenjar pituitari yang berperan dalam proses pembentukan sel telur atau ovum. Menurut sebuah studi, sekitar 60-80% wanita yang mengonsumsi obat ini sukses mengalami ovulasi, bahkan setengah di antaranya berhasil hamil.Beberapa efek samping dari penggunaan obat ini adalah penglihatan kabur, kembung, mual, sakit kepala, dan sensasi panas berlebih dalam tubuh (hot flashes).Saat mengonsumsi obat mandul ini, Anda memiliki peluang untuk mengalami perubahan pada jaringan rahim yang membuat sperma lebih sulit masuk ke rahim, dan berpotensi mengalami kehamilan ganda.
  • Dostinex dan parlodel

Dostinex dan parlodel digunakan untuk menurunkan kadar hormon tertentu dan mengurangi ukuran tumor pituitari yang dapat menyebabkan gangguan pada ovulasi.Kedua obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan pada pencernaan dan pusing.
  • Antagon

Antagon merupakan jenis obat kesuburan yang diberikan lewat suntikan dan berperan untuk mencegah ovulasi yang terlalu cepat. Efek samping yang ditimbulkan dapat berupa sakit kepala, keguguran, dan sakit perut.
  • Agonis dopamin

Agonis dopamin diberikan pada penderita hiperprolaktinemia untuk mengurangi kadar prolaktin berlebih yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita.
  • Follicle stimulating hormone (FSH)

Suntikan hormon FSH merupakan obat yang diberikan untuk membantu proses ovulasi pada wanita yang memiliki sel telur yang tidak matang secara sempurna. Sebelum diberikan FSH, Anda mungkin akan diberikan obat mandul hCG.
  • Human chorionic gonadotropin (HcG)

Suntikan hormon HcG dibuat biasanya diberikan sebelum pemberian suntikan hormon FSH. HcG bekerja dengan menstimulasi produksi sel telur yang matang dan pelepasan hormon progesteron.Hormon progesteron berperan dalam mempersiapkan rahim agar sel telur yang dibuahi bisa menempel dan berkembangn pada dinding rahim.Suntikan hormon ini tidak disarankan untuk wanita yang menderita premature ovarian failure atau kondisi berhentinya fungsi sel telur sebelum usia 40 tahun.
  • Human menopausal gonadotropin (HmG)

HmG merupakan kombinasi dari hormon LH dan FSH dan digunakan untuk para wanita yang memiliki penghasil sel telur (ovarium) yang sehat tetapi tidak mampu memproduksi sel telur.Serupa dengan HcG, suntikan ini tidak dapat digunakan untuk penderita premature ovarian failure.
  • Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

Suntikan GnRh diberikan untuk mencegah produksi sel telur yang mendadak dan belum matang. Anda akan diberikan obat mandul ini saat sedang menjalani terapi controlled ovarian stimulation (COS).

Obat peningkat kesuburan untuk pria

Meskipun pilihannya tidak sebanyak untuk wanita, Ada beberapa obat yang diberikan oleh dokter untuk pria, seperti:
  • Follicle stimulating hormone (FSH)

FSH yang diberikan pada wanita juga bisa diberikan pada pria untuk menstimulasi produksi jumlah sperma.
  • Human chorionic gonadotropin (HcG)

Berbeda pada pria, suntikan hormon ini digunakan untuk meningkatkan produksi testosteron pada pria.Selain dengan menggunakan obat, dokter juga mungkin menyarankan untuk menjalani beberapa prosedur medis guna meningkatkan kemungkinan hamil. Tergantung kondisinya, misalnya laparoskopi pada gangguan penyumbatan tuba falopi atau varikokeltomi untuk mengatasi varikokel pada pria, akan dilaksanakan untuk mengatasi penyebab kemandulan.

Catatan dari SehatQ

Tidak ada yang namanya obat mandul. Namun, Anda bisa meningkatkan peluang kehamilan lewat penggunaan obat-obatan dan program dokter. Jika Anda ingin mencoba program pembuahan, segera konsultasikan diri ke dokter kandungan dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik.
kesehatan organ intimkehamilanmasalah infertilitas
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/fertility-drugs-men-women#for-men
Diakses pada 2 Maret 2020
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/fertility-drugs-1960184
Diakses pada 2 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/fertility-drugs#1
Diakses pada 2 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait