Apakah Mungkin Ada Manfaat Mie Instan untuk Kesehatan?

(0)
07 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat mie instan hanyalah berasal dari kandungan beragam vitamin dan mineralMeski mengandung zat gizi mikro, namun mie instan tinggi kandungan natrium dan MSG
Rasanya memang sulit menolak godaan semangkuk mie instan goreng atau kuah di sore hari. Saat perut keroncongan di tengah malam pun, mie instan akan datang memanggil dari balik lemari dapur Anda. Kerap menjadi musuh orang-orang, apakah mungkin ada manfaat mie instan untuk tubuh? 

Adakah manfaat mie instan untuk tubuh?

Mungkin manfaat mie instan yang bisa dipetik adalah kandungan nutrisi mikronya, yakni beragam vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral biasanya sudah tercantum di tabel informasi nilai gizi kemasan produk sehingga perlu Anda pertimbangkan jika memang ingin makan mie instan sesekali.Misalnya, salah satu produk mie instan di Indonesia mengandung vitamin dan mineral berikut ini:
  • Vitamin A
  • Vitamin B1
  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Vitamin B3
  • Vitamin B9
  • Vitamin B5
  • Zat besi
Sebuah riset dalam American Journal of Clinical Nutrition bahkan melaporkan, konsumsi mie dan susu yang diperkaya zat besi dapat mengurangi risiko anemia pada anak-anak. Anemia bisa terjadi karena asupan zat besi yang rendah pada pasiennya.Walau temuan ini menarik, kandungan vitamin dan mineral tersebut boleh jadi satu-satunya ‘manfaat’ mie instan yang ada. Sebab, pertimbangan dan dampak negatif mie instan dilaporkan lebih banyak, seperti yang akan dibahas selanjutnya.

Risiko bahaya mie instan

Selain ‘manfaat’ mie instan di atas, konsumsi mie instan juga memiliki beberapa risiko bahaya yang perlu dicermati. Beberapa pertimbangan makan mie instan, yaitu:

1. Mengandung tinggi natrium

Salah satu pertimbangan untuk tidak sering mengonsumsi mie instan adalah kandungan natriumnya. Misalnya, produk mie instan di Indonesia bisa mengantongi natrium di atas 600 mg per sajian atau bungkusnya. Jumlah di atas memang belum melebihi rekomendasi WHO terkait batas atas konsumsi harian natrium, yakni 2400 mg. Hanya saja, penting untuk diingat bahwa kita bisa masih berisiko mengonsumsi natrium dari makanan lain karena makanan di Indonesia cenderung tinggi dengan mineral ini.Konsumsi natrium berlebihan dapat berdampak buruk untuk kesehatan, terutama pada individu yang sensitif dengan garam (natrium klorida). Misalnya, efek jangka panjang konsumsi garam berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko kanker lambung, serta menaikkan risiko penyakit jantung.Konsumsi risiko garam berlebihan juga dikaitkan dengan risiko kematian di usia muda. 

2. Mengandung MSG

Mie instan dianggap tidak sehat karena mengandung MSG atau micin
MSG yang terkandung dalam mie instan dianggap tidak sehat bagi tubuh
Monosodium glutamat atau MSG merupakan zat aditif yang sering ditambahkan untuk menguatkan rasa makanan, termasuk pada mie instan. Penggunaan MSG cenderung kontroversial, walau FDA di Amerika Serikat menyatakan bahwa penguat rasa ini aman digunakan.Konsumsi MSG berlebihan dilaporkan dapat memicu kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, sakit kepala, dan mual. Namun, beberapa studi melaporkan tidak ada kaitan konsumsi MSG dalam batas wajar dengan pertambahan berat badan – seperti yang disebutkan dalam sebuah riset di Vietnam. Patut pula untuk diingat bahwa beberapa individu bisa lebih sensitif terhadap MSG sehingga konsumsi zat aditif ini harus dibatasi. Masalah tubuh yang sensitif terhadap MSG ini dikenal dengan MSG symptom complex, yang memicu gejala berupa sakit kepala, otot kencang, mati rasa, dan sensasi geli.Pada akhirnya, konsumsi zat aditif seperti MSG memang harus dibatasi dan tidak bisa berlebihan, termasuk dari makanan olahan seperti mie instan.

3. Masalah lain jika tak bijak konsumsi mie instan

Walau diperkaya dengan nutrisi-nutrisi mikro, konsumsi mie instan yang tak bijak dikaitkan dengan kualitas diet yang rendah. Misalnya, orang yang terlalu sering makan mie instan berisiko memiliki asupan natrium dan kalori yang tinggi.Konsumsi mie instan juga meningkatkan risiko sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan sekumpulan masalah tubuh yang dapat berujung pada diabetes, penyakit jantung, dan stroke.Sebuah riset yang dimuat dalam The Journal of Nutrition melaporkan, konsumsi mie instan dua kali seminggu dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik pada responden wanita.

Memilih dan mengonsumsi mie instan agar lebih menyehatkan

Apabila Anda ingin menikmati mie instan untuk sesekali saja, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam pemilihan dan konsumsinya:
  • Carilah produk mie instan yang menggunakan gandum utuh
  • Pilihlah produk mie instan yang mengandung natrium paling rendah
  • Tambahkan makanan sehat saat konsumsi mie instan, seperti sayuran hijau untuk sumber serat atau ayam dan telur untuk sumber protein

Catatan dari SehatQ

Manfaat mie instan yang bisa kita dapatkan mungkin hanya kandungan vitamin dan mineralnya. Selebihnya, risiko bahaya mie instan lebih mengintai apabila konsumsinya berlebihan dan tak bijak. Dalam menikmati mie instan, tambahkan sumber serat dan protein agar lebih aman dikonsumsi sesekali.
makanan tidak sehatmsgbahaya msgbahaya mie instan
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-penyakit/butuh-berapa-banyak-garam-tubuh-kita-per-hari
Diakses pada 10 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/what-happens-if-you-eat-too-much-salt
Diakses pada 10 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/instant-noodles
Diakses pada 10 Agustus 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22894833
Diakses pada 10 Agustus 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24966409
Diakses pada 10 Agustus 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20444956
Diakses pada 10 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait