Manfaat minyak sayur terdapat dari kandungan omega-3-nya
Minyak sayur sering digunakan untuk menggoreng makanan

Seperti namanya, minyak sayur adalah minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (umumnya dari kelapa sawit) dan sering dijumpai di pusat perbelanjaan. Minyak sayur yang muncul di rak-rak supermarket bervariasi, mulai dari minyak jagung sampai minyak kelapa.

Minyak sayur bisa dikatakan sebagai salah satu minyak yang sering dijadikan pilihan minyak saat memasak di dapur. Namun, apakah minyak sayur sebenarnya sehat atau tidak?

Apakah minyak sayur sehat?

Minyak sayur sudah pasti terdapat dalam lemari dapur Anda dan merupakan pilihan pertama saat akan memasak. Akan tetapi, apakah minyak sayur baik untuk kesehatan?

Sebenarnya dari semua jenis minyak, minyak sayur adalah jenis minyak yang paling banyak melewati berbagai proses pengolahan dengan senyawa kimia dan kandungan antioksidan yang rendah

Minyak sayur juga sebetulnya tidak stabil jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Jika dipanaskan dalam suhu tinggi, minyak sayur berpotensi mengeluarkan senyawa berbahaya.

Zat-zat berbahaya tersebut dapat memicu berbagai kondisi medis yang serius, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan kanker. Meskipun demikian, ketahanan panas minyak sayur berbeda-beda dan tergantung dari jenisnya.

Minyak sayur dinyatakan memiliki kandungan lemak tak jenuh yang baik untuk tubuh, tetapi mengonsumsi terlalu banyak kandungan lemak tak jenuh omega-6 dapat memicu peradangan kronis.

Ditambah lagi, lemak tak jenuh dalam minyak sayur cepat teroksidasi atau menjadi ‘basi’. Minyak sayur yang teroksidasi dapat masuk ke dalam usus dan bagian-bagian penting tubuh lainnya.

Minyak sayur yang teroksidasi dapat mempercepat kerusakan DNA dan penumpukan lemak di pembuluh darah (aterosklerosis), serta memicu peradangan.

Selain itu, minyak sayur yang sudah melalui proses hidrogenasi, seperti margarin, memiliki lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan peluang Anda mengalami penyakit kardiovaskular.

Pernyataan bahwa minyak sayur aman dan sebaiknya dikonsumsi oleh orang yang berisiko menderita penyakit jantung masih kontroversial dan karenanya menggunakan minyak sayur belum tentu baik untuk orang yang berpeluang mengalami penyakit jantung.

Adakah cara untuk menanggulangi efek negatif pemakaian minyak sayur?

Tidak semua minyak sayur mengandung lemak tak jenuh omega-6 yang tinggi, tetapi saat Anda memilih untuk menggunakan minyak sayur yang memiliki kadar omega-6 yang tinggi, maka Anda perlu mengimbanginya dengan mengonsumsi omega-3.

Omega-3 dapat menyeimbangkan omega-6 yang ada dalam tubuh Anda. Alternatif lainnya adalah dengan memilih minyak sayur yang memiliki kandungan omega-6 dan omega 3 atau membeli minyak sayur dengan kadar lemak tak jenuh omega-6 yang rendah.

Saat akan memasak dengan minyak sayur, jangan terlalu lama memanaskan minyak atau memasak menggunakannya, karena semakin lama terpapar panas, maka semakin banyak pula zat berbahaya yang akan keluar dari minyak sayur.

Anda dapat mencegah oksidasi minyak sayur dengan menyimpannya pada tempat kosong yang transparan dengan suhu yang sejuk dan gelap.

Alternatif minyak lainnya

Minyak sayur dapat digunakan untuk menumis, menggoreng, ataupun sebagai bahan baku membuat saus. Namun, selalu ingat untuk tidak memanaskannya dalam jangka waktu yang lama.

Jika Anda ingin memasak pada suhu yang tinggi, akan lebih baik jika Anda menggunakan mentega atau butter daripada minyak sayur. Meskipun memiliki kadar lemak jenuh yang lebih tinggi, tetapi mentega lebih stabil daripada minyak sayur di suhu yang tinggi.

Anda dapat mencoba minyak lain yang lebih sehat dari minyak sayur, seperti minyak zaitun jenis extra virgin.

Catatan dari SehatQ

Minyak sayur adalah salah satu minyak yang sering digunakan. Minyak sayur aman dan sehat digunakan asal dalam takaran yang secukupnya dan tidak dipanaskan dalam suhu yang terlalu tinggi.

Sebaiknya pilih minyak sayur yang mengandung kadar lemak tak jenuh omega-3 dan memiliki kadar lemak tak jenuh omega-6 yang rendah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/canola-vs-vegetable-oil
Diakses pada 12 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/are-vegetable-and-seed-oils-bad#omega
Diakses pada 12 Februari 2020

Medical News Today. medicalnewstoday.com/articles/324844.php#coconut-oil
Diakses pada 12 Februari 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/vegetable-oil-and-heart-health-1745891
Diakses pada 12 Februari 2020

Artikel Terkait