Apakah Memegang Kelamin Wanita Bisa Hamil? Ketahui Faktanya

(0)
Jawaban untuk pertanyaan apakah memegang kelamin wanita bisa hamil adalah mungkin saja terjadiGesekan dan tekanan yang terjadi saat pasangan melakukan fingering berpotensi menyebabkan iritasi pada area genital wanita
Selama ini, sejumlah orang berpikiran bahwa pasangan bisa hamil tanpa melakukan hubungan seks. Salah satu aktivitas yang dianggap dapat berujung kehamilan adalah memegang kemaluan wanita. Lantas, apakah memegang kelamin wanita bisa hamil? 

Memegang kelamin wanita bisa sebabkan hamil, asal…

Jawaban untuk pertanyaan apakah memegang kelamin wanita bisa hamil adalah mungkin saja terjadi, namun ada sejumlah kondisi yang harus terpenuhi. Proses kehamilan sendiri terjadi saat salah satu sperma dalam air mani pria bertemu bertemu dengan sel telur pasangannya.Ketika berhasil dibuahi oleh sperma, sel telur akan bergerak menuju rahim. Dari situ, sel telur yang telah tertanam pada rahim kemudian akan tumbuh dan berkembang menjadi janin.Masuknya sel sperma ke dalam vagina tidak selalu melalui penetrasi. Salah satunya bisa terjadi ketika pasangan memegang kemaluan Anda. Namun, sebelum sampai pada proses tersebut, jari tangan pasangan Anda harus dalam kondisi terkena atau terbasahi cairan ejakulasi.Bahkan, Anda bisa saja hamil dari sentuhan di kemaluan apabila jari tangan pasangan terkena cairan pra ejakulasi. Menurut penelitian, hal ini mungkin terjadi karena adanya sel sperma aktif di dalam cairan pra ejakulasi.Para peneliti menyebut fenomena kehamilan tanpa adanya hubungan seks langsung ini dengan sebutan “virgin pregnancy”. Menurut survei yang dilakukan terhadap 7.870 wanita hamil, peneliti mendapati bahwa 0,8 persen dari mereka hamil tanpa melakukan hubungan seks lewat vagina. Namun, persentase tersebut bukanlah angka keseluruhan untuk kehamilan yang terjadi akibat menyentuh kemaluan wanita.

Bahaya memegang kelamin wanita

Banyak pria tidak menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan dari memegang dan memainkan kelamin pasangan menggunakan jari. Gesekan dan tekanan yang terjadi saat pasangan melakukan fingering berpotensi menyebabkan iritasi pada area genital wanita.Iritasi yang muncul akan membuat kemaluan Anda menjadi merah dan gatal. Apabila dibiarkan dan tidak kunjung diobati, iritasi yang muncul pada kemaluan dapat bertambah parah menjadi infeksi.Selain itu, fingering juga dapat membuat kemaluan wanita mengalami perdarahan. Perdarahan yang terjadi saat atau setelah pasangan memainkan kemaluan Anda disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Iritasi serviks

Memasukkan jari terlalu dalam dapat menyebabkan leher rahim (serviks) mengalami iritasi dan peradangan. Disebut servisitis, iritasi dan peradangan pada serviks dapat berujung perdarahan ringan. Selain fingering, servisitis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS).

2. Polip serviks

Jika Anda memiliki polip pada leher rahim, perdarahan bisa saja terjadi. Perdarahan ini disebabkan oleh adanya trauma pada polip akibat fingering

3. Vagina terlalu kering

Keringnya vagina Anda dapat mengakibatkan perdarahan ketika atau setelah fingering. Darah ini berasal dari iritasi yang terjadi karena kemaluan Anda terlalu kering. Jika kering, biasanya akan timbul rasa tidak nyaman ketika pasangan memainkan vagina Anda menggunakan jari.

4. Pra menstruasi dan menstruasi

Pada saat menstruasi, darah membutuhkan beberapa waktu sebelum kemudian mengalir dari rahim menuju serviks dan vagina. Darah yang muncul pada jari setelah memainkan kemaluan Anda bisa saja berasal dari bercak pra menstruasi atau darah menstruasi.

5. Infeksi saluran rahim

Infeksi saluran rahim dapat merusak jaringan vagina. Kerusakan pada jaringan ini meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saat pasangan memainkan vagina Anda menggunakan jari.

6. Kanker

Meskipun terbilang sangat jarang, perdarahan setelah memegang dan memainkan kemaluan wanita dapat menjadi indikasi kanker serviks. Untuk terhindar risiko terkena kanker serviks, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan kanker secara rutin, salah satunya dengan melakukan pap smear.Melihat risiko yang bisa ditimbulkan, pastikan bahwa pasangan Anda telah mencuci tangan dengan bersih sebelum melakukan fingering. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko alat kelamin Anda terinfeksi virus atau bakteri. Jika Anda mengalami masalah setelah melakukan aktivitas seksual ini, konsultasikan masalah tersebut kepada dokter kelamin untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Perilaku seks yang aman dan bertanggung jawab

Supaya bisa terhindar dari risiko infeksi menular seksual, Anda disarankan terus menerapkan perilaku seks aman. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan aktivitas seksual dengan pasangan meliputi:
  • Melakukan hubungan seks hanya dengan pasangan Anda
  • Terbuka dengan pasangan mengenai riwayat seksual Anda
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan kelamin sebelum melakukan hubungan seksual
  • Menghindari berhubungan seks di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan
  • Menggunakan kondom dengan baik dan benar
Perlu dicatat, Anda tetap berisiko mengalami masalah pada alat kelamin Anda meskipun telah menerapkan perilaku seks yang aman. Apabila Anda menemukan adanya keanehan pada alat kelamin Anda, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menentukan langkah lanjutan.
hubungan sekskehamilankelamin perempuanperdarahan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/can-you-get-pregnant-without-having-sex#is-it-possible
Diakses pada 11 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/safe-sex#protection-before-sex
Diakses pada 11 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325900
Diakses pada 11 September 2020
Teens Health. https://kidshealth.org/en/teens/infections.html
Diakses pada 11 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait