Apakah Mati Suri Benar-Benar Ada?

(0)
07 Sep 2020|Azelia Trifiana
Mengenal mati suri atau Lazarus syndromeMati suri dapat dikategorikan sebagai Lazarus syndrome
Fenomena seseorang yang hidup kembali atau risen from the dead bukan sekali dua kali terjadi. Entah itu dalam waktu beberapa menit hingga jam setelah dinyatakan meninggal dunia, ada orang yang hidup kembali. Secara medis, mati suri ini disebut Lazarus syndrome yaitu kembalinya sirkulasi spontan yang tertunda setelah dilakukan CPR.Sayangnya, hingga kini teori tentang Lazarus syndrome masih menjadi pertanyaan besar. Ada banyak fenomena semacam ini, namun masih mengundang tanda tanya. Namun setidaknya, ada beberapa teori yang bisa menjelaskan apa yang terjadi ketika seseorang mati suri.

Fakta medis di balik mati suri

Lazarus syndrome adalah kembalinya sirkulasi spontan yang tertunda setelah seseorang mendapatkan resusitasi jantung paru atau CPR. Kata Lazarus diambil dari nama Lazarus orang Betania dalam Alkitab, yang dibangkitkan oleh Yesus setelah 4 hari dinyatakan meninggal dunia.Hingga kini, angka kasus Lazarus syndrome terbilang jarang. Padahal menurut para ahli, kejadian semacam mati suri ini terjadi lebih sering ketimbang yang dilaporkan.Beberapa teori yang menerangkan penyebab mati suri, di antaranya:
  • Lazarus syndrome

Para pakar menyebut Lazarus syndrome terjadi ketika ada akumulasi tekanan di dada setelah prosedur CPR dilakukan. Setelah CPR diakhiri, tekanan ini mulai berkurang sehingga jantung bisa kembali bekerja. Hal ini bisa menjadi alasan mengapa seseorang baru “tersadar” setelah ada jeda sebelumnya.Selain itu, ada juga kemungkinan obat yang diberikan lewat pembuluh darah perifer tidak terdistribusi secara sempurna. Kemudian setelah pembuluh darah kembali ke ukuran semula, obat kembali terdistribusi dan membuat seseorang kembali “hidup”.
  • Kondisi medis

Dalam dunia medis, ada dua jenis kematian yaitu klinis dan biologis. Kematian klinis berarti tidak adanya detak jantung dan napas pada seseorang. Di sisi lain, kematian biologis berarti tidak adanya aktivitas di otak.Meski terlihat sederhana, sebenarnya cukup rumit menyatakan seseorang telah meninggal dunia secara klinis. Ada beberapa kondisi medis yang membuat seseorang tampak seakan-akan telah meninggal dunia meski kenyataannya belum.
  • Hipotermia

Hipotermia terjadi ketika tubuh mengalami penurunan temperatur ekstrem karena terpapar dingin dalam waktu lama. Hipotermia membuat detak jantung dan napas seseorang menjadi sangat lambat, hingga pada titik tertentu tidak lagi terdeteksi. Itulah mengapa dokter bisa menganggapnya telah meninggal dunia.Salah satu penjelasannya adalah ketika seseorang mengalami hipotermia, sirkulasi darah telah berhenti. Namun, saraf sebenarnya masih bekerja hanya saja terlindungi berkat paparan dingin ekstrem.

Kematian klinis, belum tentu akhir dari segalanya

Menarik mengulik lebih jauh tentang perbedaan kematian klinis dan biologis. Definisi kematian klinis adalah ketika pernapasan dan aliran darah berhenti. Secara teknis, seseorang dinyatakan mati secara klinis jika jantung dan napas tidak lagi bekerja. Namun itu hanyalah semantik, mengingat kesadaran dan napas akan ikut terhenti beberapa detik setelah jantung kembali bekerja.Berkaitan dengan mati suri, kematian klinis adalah hal yang bisa “dikembalikan”. Menurut para pakar, ada jeda waktu sekitar 4 menit sejak terjadinya serangan jantung hingga seseorang mengalami kerusakan otak.Namun ketika aliran darah bisa kembali normal entah itu lewat CPR atau prosedur lainnya, pasien bisa kembali hidup dari “mati suri”. Jika dilakukan dengan cepat, penggunaan AED atau prosedur CPR bisa meningkatkan risiko penyelamatan secara signifikan.

Bagaimana dengan kematian biologis?

Di sisi lain, kematian biologis terjadi ketika otak sudah tak lagi berfungsi. Itu adalah kematian yang tidak bisa dikembalikan. Meski demikian, secara medis tubuh tetap bisa berfungsi meskipun otaknya sudah mati.Ini bisa terjadi karena jantung bekerja dengan jam kerja dan mekanisme mandiri, terlepas dari pengawasan otak manusia. Mengingat jantung bisa bekerja tanpa pengaruh otak, jadi memungkinkan untuk tetap bekerja meski otak telah berhenti berfungsi.Jadi, kematian klinis yang memungkinkan untuk dikembalikan inilah yang menjelaskan fenomena terjadinya mati suri. Tentu, ada banyak faktor yang menjelaskan bagaimana hal ini terjadi terutama terkait dengan kondisi medis setiap orang.
penyakithipotermiaserangan jantung
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317645#Confirming-death-beyond-doubt
Diakses pada 23 Agustus 2020
Sage Journals. https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/2054270416653523
Diakses pada 23 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/we-may-still-be-conscious-after-we-die#1
Diakses pada 23 Agustus 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/can-people-come-back-from-the-dead-1298424
Diakses pada 23 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait