Apakah Masker Bayi Perlu Digunakan? Ayah dan Bunda Harus Pahami Faktanya

(0)
22 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Masker bayi dipercaya tidak boleh digunakan oleh anak di bawah 2 tahun.Anak di bawah 2 tahun dianggap tidak boleh menggunakan masker bayi.
Perlukah masker bayi digunakan SI Kecil ketika ingin bepergian? Tentunya isu ini menjadi kekhawatiran Ayah dan Bunda yang ingin mengajak anaknya keluar rumah, mengingat virus corona alias Covid-19 masih merajalela.Bagi orang dewasa, menggunakan masker saat bepergian keluar rumah wajib dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, apakah cara ini juga efektif bagi anak-anak Anda yang masih kecil? Berikut penjelasan lengkapnya.

Perlukah masker bayi digunakan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak yang masih berusia di bawah 2 tahun tidak perlu menggunakan masker bayi. Sedangkan anak-anak yang sudah berusia 2 tahun ke atas, disarankan untuk selalu menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah, atau sedang berada di tengah-tengah kerumunan.Menurut para ahli, ketika seorang anak yang berusia di bawah 2 tahun menggunakan masker, terdapat beberapa hal yang menjadi kewaspadaan, meliputi:

1. Sulit bernapas

Jika seorang anak berusia di bawah 2 tahun menggunakan masker, kemungkinannya ia mengalami kesulitan bernapas.Masalahnya, anak berusia di bawah 2 tahun belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan. Jika ia tidak bisa bernapas saat menggunakan masker, tentu ini menjadi hal yang berbahaya.Siapa pun yang menggunakan masker harus sudah bisa melepaskannya sendiri. Dalam kasus ini, anak kecil berusia di bawah 2 tahun dianggap belum bisa membuka masker dari wajahnya.

2. Anak-anak suka risih ketika menggunakan masker

Masker bayi tidak boleh digunakan oleh anak berusia 2 tahun ke bawah
Anak di bawah 2 tahun suka risih ketika memakai masker bayi
Sebagian besar bayi dan anak di bawah 2 tahun akan risih ketika menggunakan topi atau masker bayi. Kemungkinan besar, mereka akan terus mencoba untuk membuka apa pun yang menempel di kepala atau wajahnya. Jadi, menggunakan masker bayi dianggap tidak efektif bagi mereka.Di saat mereka berusaha keras untuk membuka maskernya, tangannya pun akan terus menyentuh wajahnya. Hal ini malah akan memperbesar risiko penularan virus.

3. Saluran udara mereka masih mungil

Ayah dan Bunda harus tahu bahwa saluran udara pada pernapasan anak di bawah 2 tahun masih sangat mungil. Jadi, ketika mereka menggunakan masker, mereka akan lebih sulit bernapas.

4. Bahan masker yang berbahaya

Sebagian masker terbuat dari bahan-bahan yang bisa membuat bayi tersedak, seperti tali atau karet gelang. Maka dari itu, ada baiknya Ayah dan Bunda tidak memaksakan anak di bawah 2 tahun untuk menggunakan masker.Berbagai hal di atas dapat menjadi pertimbangan Ayah dan Bunda untuk tidak menggunakan masker pada anak-anak yang masih berusia di bawah 2 tahun. Jika masih ragu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau ahli medis.

Apa yang bisa dilakukan saat anak terpaksa keluar rumah?

Anak di bawah 2 tahun disarankan tidak menggunakan masker bayi
Kalau tidak perlu, jangan bawa anak Anda ke luar rumah!
Solusi yang paling aman untuk mencegah anak-anak kita tertular virus adalah tidak mengajaknya keluar rumah. Meski demikian, ada saja kepentingan yang terkadang mengharuskan anak-anak pergi keluar rumah.Jika hal ini terjadi, pahami berbagai tips untuk menjaga anak dari virus saat bepergian keluar rumah:
  • Gendong bayi menghadap ke tubuh orangtuanya

Jika anak Anda masih bertubuh mungil, gendong Si Kecil menghadap tubuh Anda. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya droplet yang bisa menyebarkan virus ke anak Anda.
  • Gunakan kain penutup di kursi mobilnya

Biasanya, anak yang berusia di bawah 2 tahun masih duduk di kursi mobil khusus. Untuk mencegah penularan virus corona, cobalah gunakan kain penutup agar anak Anda terhindar dari segala macam virus. Namun ingat, usahakan kainnya tidak terlalu tebal agar Si Kecil tetap bisa bernapas.
  • Gunakan kain penutup di dorongan bayi

Sama seperti kursi mobil, usahakan selalu gunakan kain penutup pada dorongan bayi atau stroller saat Anda membawa anak ke luar rumah. Tapi ingat, pastikan kain penutup itu tidak mengganggu pernapasan anak.
  • Selalu tutup tenda atau penutup stroller

Jika memang Anda tidak memiliki kain penutup yang bisa digunakan, tutuplah tenda stroller setiap saat. Meskipun efektivitasnya tidak sama dengan kain penutup, setidaknya masih ada pertahanan yang bisa mencegah anak Anda dari virus.Berbagai tips di atas dapat dilakukan ketika Anda berencana mengajak anak bepergian ke luar rumah. Namun, jika tidak ada kepentingan yang mengharuskan anak bepergian ke luar rumah, lebih baik Si Kecil tetap tinggal di rumah guna mengurangi risiko tertularnya virus ke dalam tubuhnya.Catatan dari SehatQ:Sebagai orangtua, Anda wajib untuk menggunakan masker dan menjalani segala protokol kesehatan setiap bepergian keluar rumah. Selain itu ingatlah, anak berusia di bawah 2 tahun tidak perlu menggunakan masker bayi karena bisa membahayakan kesehatannya.Untuk mendapatkan tips aman mengajak anak ke luar rumah, cobalah langsung bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
bayi & menyusuimasker wajahcoronavirusvaksin corona
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/children/protect-children.html
Diakses pada 8 Oktober 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/news/family/should-babies-toddlers-wear-face-masks-coronavirus/
Diakses pada 8 Oktober 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-young-kids.html
Diakses pada 8 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait